Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Bukan saudara


__ADS_3

Mata Nada langsung melotot tajam, begitu juga dengan Tari, yang sama sama melotot tajam dan kaget melihat kedatangan Zula di sana


Nada masih belum faham dan masih mengira kalau Zula ngikut El dan belum peka kalau Zula ada orang yang di tunggu tunggu mereka


" Heh... Loe yang ngapain ke sini? gak punya malu Loe,? " bantah Tari kasar yang terlupa kalau mertuanya ada di belakangnya


Sontak cukup kaget Ulfa dan Juga yang lain dengan ucapan Tari yang cukup kasar, tapi Ulfa menahan Charir yang hampir saja emosi, karena dia ingin tau sampai batas apa sikap kasar menantunya itu


Rizqy yang mau mendekat dengan sigap di tahan oleh kakaknya si Jihan, bahkan Zain juga begitu cepat di tahan oleh Jihan yang sama sama mengintai siapa sebenarnya Tari


" Memang ya, anak sampah ya gak tau malu" tambah Nada kasar


" Loe datang kemari ngapain? mau cari mula loe yang hilang di tong sampah?" tambahnya makin kasar


" Jag.." ucap Zula terpotong oleh Jihan


" Nazula" panggil Jihan cepat dengan suara tinggi dan mata yang melotot


Zula tadi saat baru sampai kelepasan, karena refleks melihat kedua orang biadap itu, sampai gak tau kalau di sana ternyata banyak sesepuh


Ajaran Jihan gak pernah lepas, Agar anak anaknya bisa berbicara sopan dan lembut saat berada di umum dan banyak orang tua atau sesapuh


Zula terdiam dan meredakan emosinya sejenak, berbeda dengan Zain yang terus menahan emosi karena dengan jelas anak gadisnya di katai dengan sebuatan sampah


Bukan hanya Zain saja, tapi masih ada abang Zula juga yang nantinya pasti akan memberi penghakiman pada kedua saudara sambungnya itu


" Maaf Mi" jawab Zula lemah dan menundukkan kepalanya


Nada dan Tari yang masih belum peka mereka tersenyum sinis bahkan merasa menang karena dapat pembelaan dari Jihan yang bernada tinggi


El yang kepekaannya sangat tinggi langsung faham, dan langsung berjalan dan menggandeng Zula yang mematung di dekatnya agar mendekat pada Uminya


" Udah ayok..." ucap El seraya menggandeng Zula untuk berjalan


Zula mengangguk dan berjalan mendekat pada abah dan Uminya dan kemudian seperti kebiasaan mereka dari manapun tetap bersalaman dengan kedua orang tuanya


Dan saat Zula mendejat pada Jihan dan Zain semua mata langsung terarah pada mereka, terlebih pada gadis cantik yang sangat mirip dengan abahnya


" Assalamualaikum wr wb" ucap Jihan membuka acaranya


" Waalaikumsalam wr wb.." jawab Semuanya menghadap padanya

__ADS_1


" Sebelumnya Jihan ucapkan terimakasih pada semuanya karena sudah berkenan hadir kesini, dan makasih pada Abah Zain yang sudah merencanakan semua ini, dan Jihan juga mohon maaf yang sebesar besarnya kalau Jihan merahasiakan semua ini, dan selama ini, Abah Umi, bapak ibuk dan kakak serta adekqu dan semuanya om tante, keponakan semuanya, " ucap Jihan berdiri dan memeluk pundak Zula


" Hari ini detik ini, Kami perkenalkan putri kami, anak ke empat kami, gadis cantik yang sudah tumbuh dewasa, dia Nazula Lailal Musthofa, yang selama ini tidak kalian kenal, yang selama ini tidak ada yang kenalsama dia" tambah Jihan resmi memperkenalkan Zula kepada saudara saudaranya


" Bapak Ibuk, Umi Abah, Liloh , Om Toha , ini cucu kalian, anak gadis Jihan dan bang Zain" tambah Jihan sambil menitikkan air mata " Ucap Jihan dan meminta Zula untuk salim kepada mereka


Dengan tawaduk Zula mencium dengan lembut tangan kakak neneknya, tapi sebelumnya Jihan mengenalkan dulu pada mereka


" Ini Mbah Putri, Zula panggilnya Uti, Ibuknya Umi" ucap Jihan mengenalkan pada Zula


" Mbah Uti, akhirnya Zula punya mbah Uti" ucap Zula sambil menangis dan langsung di peluk oleh Ulfa, yang sudah menangis sedari tadi


Hamdan juga ikut mendekat dan memeluk cucu cantinya ini, setelah itu Mereka merenggangkan pelukannya dan Hamdan memperkenalkan Diri


" Ini Mbah kakung nak, bapaknya Umimu" jawab Ulfa memperkenalkan suaminya


" Dan ini mbah Buyut, nenek dari Umi" tambah Ulfa sambil menuntun ibunya pada Zula


Zula tak lupa langsung salam takdim pada mbah buyutnya yang baru dia kenal sore ini


Setelah berkenalan pada Ulfa dan Hamdan serta ibunya, Zula menoleh pada sosok wanita dan pria tua di dekatnya yang sudah menunggu dia


Gimana tidak, nama Abah Hasan dan Umi Zahra sudah gak asing bagi penduduk KDS mau di pesantren maupun di kalangan umum, nama beliau sudah harum semerbak


" Kamu kenal kami nak?" tanya Umi Zahra sambil menggenggam lembut wajah Zula


" Siapa yang gak kenal Abah Hasan sama Umi Zahra, sosok panutan seluruh umat KDS" jawab Zula sambil tersenyum manis


" Boleh Zula peluk Umi dan Abah" ucap Zula pada keduanya


" Boleh dong" saut Zain di dekat Abah Hasan sambil merentangkan tangannya


" Bukan Abah, dari semalem Udah gak lepas Zula dari pelukan Abah" jawab Zula sambil cemberut manis


" Panggilnga mbah Umi dan mbah Abah ya nak" jawab Umi Zahra lembut dan membawa Zula dalam pelukannya


Hingga akhirnya mereka saling berkenalan satu sama lain, dan Zula kenal dengan semua saudaranya dan terakhir pada Rizqy yang memang terakhir karena dia masih bingung dan bertanya tanya dengan sikap istrinya yang keterlaluan


Tapi Rizqi selain diem dan menjaga emosinya dia juga agak sangsi sama si Tari yang sangat keterlaluan kalau berhadapan dengannya


" Ini, Om Rizqy.. " ucap Zula pada Rizqy

__ADS_1


Zula terlupa akan masalahnya dengan Tari dan Nada, karena asyik dan bahagia berjumpa dengan keluarganya yang sangat banyak itu


" Kamu udah kenal sama Om Rizqy?" tanya Jihan mendekat padanya


" Kenal Umi, Om Rizqy adalah satu satunya prang luar yang peduli dengan Zula, yang faham dengan Zula, dan mau ngajak ngobrol Zula, bahkan beberapa kali pernah mewakili Zula saat mengambil Rapot tahunan" jawab Zula bercerita dan menggandeng tangan Rizqy


" Om Rizqy siapanya Zula Mi?" tanya Zula lagi


" Om Rizqy ini adeknya Umi, oomnya Zula, Om satu satunya adek Umi satu satunya" jawabnya lagi dan Rizqy tersenyum sambil mendekap lengan Rizqy


" Subhanallah... Om baik ini ternyata Om Zula sendiri" ucap Zula langsung memeluk Rizqy, begitu juga sebaliknya Rizqy yang memeluk Zula erat dan ikut bangga punya keponakan yang cerdasnya seperti Uminya


Jangan lupa dengan 2 gendruwo ya, si Tari dan Nada yang pastinya sudah mati kutu dan siap jadi hantu


Selesai berkenalan haru, Zula kembali melihat sosok dua gendruwo itu


" Maaf Bah Mi, apa mereka juga saudara Zula?" tanya Zula pada Jihan di dekatnya


Jihan tidak langsung menjawab dan Zula langsung berucap dan menjawabnya sendiri


" Kalau memang mereka saudara Zula, Zula gak yakin mereka juga sedarah dengan Zula" tambah Zula sambil menatap tajam pada Nada dan Tari


" Terlihat dari sikap mereka jauh dari sikap sodara sodara Zula lainnya" tambah Zula mulai emosi


" Nak... Sabar, bukan saatnya" ucap Jihan menenangkan Zula


" Tapi maaf Mi, Zula gak bisa, Zula gak tahan lihat muka mereka" jawab Zula mengelak cepat


" Gara gara dia, gara gara 2 manusia iblis itu, Zula berbah Mi, Zula tekanan batin, Mental Ceria Zula hilang, rasa kepercayaan Zula Hilang, dia dari awal yang membulli Zula, dia dari awal yang selalu menghina dan merendahkan Zula, " jawab Zula sambil meneteskan air mata


" Bahkan dari kecil dari Zula TK hingga saat ini, bahkan tadi pagi" tambah Zula sambil merogoh ponselnya dan memutar rekaman suara yang tadi pagi dia rekam


Semua mendengar dengan seksama, semua umpatan Nada pada Zula


Zain sudah mengepalkan tagannya sambil menahan emosi dan menatap tajam ke arah Nada dan Tari yang sudah ketakutan


" Bang Al, Abang sebagai pemilik yayasan BNT, ini kali pertama Zula meminta pada Abang, Zula minta keluarkan orang itu dari BNT, BNT sekolah ternama sekolah berbasis Internasional, gak pantas memiliki siswi seperti dia" tambah Zula panas


" Sekalian urus untuk memback klis nama dia dari seluruh sekolahan" tambah Zain yang pasti dengan menyebut namanya semua akan mudah


Zain orang pertama yang gak terima kalau anaknya di katai seperti itu, apa lagi seperti yang Nada lakukan pada Zula

__ADS_1


__ADS_2