Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
PINK


__ADS_3

" Masak sama Pak guru gitu Lo La" ucap El heran


" Kalau pak gurunya modus macam dia, wajib lah di gituin" jawab Zula santai dan langsung memeluk Abahnya meminta perlindungan


El, Zain dan Jihan langsung tertawa ngakak mendengar ucapan Zula yang menganggap


" Udah udah, Udah malem ayo pada masuk kamar masing masing, istirahat, Umi juga harus istirahat, nanti pagi aktifitas sama kegiatan masing masing" ajak Jihan yang merasa sudah sangat capek seharian tekanan batin


" Il belum punya kamar di sini Mi" ucap Zula yang merasa penghuni baru di rumah ini


" Kata siapa? Zula udah ada kok kamarnya" jawab Zain yang tentunya sudah mempersiapkan kamar Untuk Zula saat tadi perjalanan untuk menjemput Zula


Zain selalu siap sedia, dan langsung gercep untuk putri ke sayangannya sebelum drama panjang terjadi tadi


" Emang udah?" tanya Jihan yang belum tau


" Udah dong, apa sih yang enggak untuk anak Abah" jawab Zain kembali mencium Zula


Jihan kembali melirik pada Zain yang begitu romantis pada Zula


" Hehehehe... sini Umi juga" jawab Zain mencium Jihan juga


" Eleh menang banyak" cibir El dan al kompak dan langsung berjalan menuju kamar Zula


" Eh... Abang abang ganteng, bawakan dong, belanjaan Adeknya" ucap Zula menampilkan wajah imutnya


" Males..." jawab Al dan El kompak sambil terus berjalan


" Iya lah, gitu ya kalian, " ucap Zula sambil mengangkut belanjaannya sendiri, karena dia juga merasa gak enak kalau harus merepotkan Abah uminya


" Dari kapan sih kalia bantu Zula, perasaan gue dari kecil gak pernah ada yang peduli, belum genap sehari kita berjumpa dan baru mengetahui semuanya kalian segitunya banget sama Zula, " omel Zula sambil ke susahan bawa paperbagnya,


Seketika membuat Al dan El menghentikan langkahnya, dan Zain yang akan menuntun Jihan kembali mendekat pada Zula


Begitu juga dengan Al dan El yang gak tega melihatnya, dan memang benar gak sepantasnya mereka begitu sama Zula, sedangkan mereka baru berkumpuk belum ada satu hari


" Sini Abah bantuin" ucap Zain duluan


" Abah anter Umi aja dulu ke Kamar, Zula masih bisa kok" jawab Zula sopan gak ngungkit


" Kamar Zula yang sebelah mana?" tanya Zula lagi mengalihkan pandangannya


" Sebelah sana sayang, tengah tengah anatara kamar Abang Al dan El" jawab Zain sambil menunjuk ke arah kamar Zula yang bisa terlihat dari bawah


" Ya udah, Abah anter Umi dulu istirahat ya, Zula ke kamar duluan" ucap Zula lagi dengan pamit yang sopan

__ADS_1


" Kamu tunggu sini dulu, nanti abah anter " ucap Zain pada Zula dan langsung menggendong Jihan ke kamarnya, agar lebih cepat dari pada jalan lambat, dan tanpa menghiraukan jeritan dan elakaan Jihan yang malu di gending depan anak anaknya


Al dan El mendekat padanya bermaksud akan membantunya untuk membawa bekanjaannya, dan mereka juga merasa dengan ucapan Zula yang kecewa pada kedua abangnya


" Sini biar Abang bawain" ucap Al pada Zula


Zula tidak menjawab dan masih diem kemudian berjalan melewati Al dan El, maksudnya ngambek dan mendiamkan Al dan El


" La... Sini Abang bantuin" ucap El akan meminta barang bawaan Zula


" Zul, sini lho, gak mau ya udah" ucap Al bergurau


Zula tetap diam dan bertaha untuk diam, lanjut berjalan menuju kamar


" Ck... Gitu aja ngambek" ucap El bergurau


Zula sama sekali tidak menjawab, dan bahkan enggan menjawab selain kecewa, Zula sebenarnya ingin ngerjai kedua abangnya aja sih


" Bah Mi, ini lho anakmu ngambek" teriak Al yang mengikuti langkah Zula


Zain kembali keluar untuk melihat apa yang terjadi,


" Bah.. Ngambek tuh anak gadis Abah" ucap Al pada Zain


" El juga, kenapa Al aja" bantah Al gak terima


" Loe gak lihat siapa yang nganter dan ngawani Zula tadi?" jawab El cepat dan segera mengejar Zula yamg masih naik tangga


Dengan Cepat El juga menyerobot barang bawaan Zula, karena El memang tipikal cowok yang gak tegaan sama cewek


" Nah bawa, loe dari kecil udah seneng bang, berkorban dikit kek sama adek adeknya" ucap El sambil memberi semua paperbag yang di minta dari Zula


El kemudian balik badan dan berjalan merangkul Zula menuju kamarnya


Zain menahan tawa melihat tingkah adeknya yang terlihat seperti pahlawan justru malah mengerjai abangnya


" Woy maksud kalian apa?" teriak Al pada kedu adeknya yang jahil


Zula cekikikan dan berjalan cepat mengikuti El,


Tadinya mau ngerjai El dan Al, tapi sikap jahil El gak kalah dengannya, yang sama sama Tukang jahil seperti Uminya dulu


" Jahil Juga loe ya bang" bisik Zula dan El justru ngakak


" Trik yang loe pake tadi sama dengan Trik yang pernah gue pake, jadi gue guru elo" jawab El santai

__ADS_1


" Hem... Jadi kita keturunan siapa sih bang?" tanya Zula heran karena klop dengan Zula


" Sama Umi kalian yang jahilnya jauh dari kalian" jawab Zain menggandeng pundak kedua anaknya, dan justru meninggalkan Al yang kesusahan bawa barang barang Zula


Al hanya mengerutkan keningnya dan memajukan bibirnya ke depan, karena kesal kepada kedua adeknya


Tapi kalau di pikir pikir memang itu kewajibannya untuk adeknya, yang saat dalam kandungan dan lahir tidak mendapat kasih sayang dari abahnya, bahkan sesuai cerita Imam bahkan mereka berdua saat lahir yang mengadzani bukan abahnya sendiri


Mengingat Hal itu, Al merasa cukup beruntung karena masa kecilnya selalu di temani abah Uminya, di ajak kemana mana, di gendong abah Uminya


Sedangkan El dan Zula, waktu mereka kecil di gendongpun enggak, di ajak ke mall seperti dia masa kecil apa lagi, tau tau El sudah besar sudah di pesantren, sudah bisa jalan sendiri, dan tau kalau mainan bukan untuk dunianya lagi


Dan Zula, sosok gadis yang justru menjadi hujatan dan hilangnya rasa percaya dirinya gara gara tidak ada abahnya di dekatnya, dan bahkan tidak punya Abah


" Kalian patut bahagia, maafkan Abang, dan sekarang kalian harus lebih bahagia untuk menghilangkan rasa pilu di masa kecil kalian" batin Al sambil menatap kedua adeknya dan Abahnya


Al membayangkan, dulu dia tidur setiap malam dalam dekapan abah dan Uminya, sedangkan El, cuman beberapa jam, mending El, kalau Zula,? justru malah harus jauh dari Uminya


" Nah kita buka dulu ya pintunya, " ucap Zain akan membuka pintu kamar untuk anak gadisnya


Zula mengangguk dan tersenyum,


" Tara.... selamat datang di kamar dan rumah baru kamu nak..." ucap Zain ceria


Tapi tidak dengan Zula yang merasa geli karena kamarnya warna pink, sedangma dia gak suka warna yang dominan dengan cewek


" Pink..." ucap Zula risih, tapi masih gak enak dengan abahnya


" Kamar abang gak pink juga kan? kita tukeran yuk" ucap Zula pada El yang ada di sebelahnya


" Warna Pink ini?" tanya El ikut risih juga


" Kenapa ?" tanya Al yang baru sampai


" PINK" ucap Al dan El kompak,


" Tukeran ya Bang" rayu Zula pada Al


" Ogah, " jawab Al apa lagi


" Jadi??" keluh Zula sedih


" Loe tidur ama kita aja, kan dari kecil belum pernah tidur bersama" jawab Al spontan


Zula melotot tajam, yang dia takutkan kedua abangnya mesum padanya, secara mereka sama sama Suka Zula sebelumnya

__ADS_1


__ADS_2