
Di salah satu pulau, Il sedang menikmati liburannya, dan Kini dia sedang menimati es kepala muda, yang cukup menyegarkan dahaganya
Bersama Dengan Ucup yang selalu menemaninya, yang selalu ada di sampingnya
" Beb.... Loe gak di marah kan sama Nenek loe?" tanya Jihan gam enak karena bawa Ucup dan juga teman twman lainnya dalam waktu seminggu lebih
" Ck.... Santai aja kali Der.... Gue yang loe ajak, loe bayarin aja santai dan malah seneng, kok loe malah mikirin nenek gue" jawab Ucup santai
Afdal sudah mulai terbiasa dengan Jihan, bahkan sudah baikan, dan saling memaafkan
Sudah hampir 5 hari berada di dekat Jihan, cukup membuatnya tau siapa Jihan, dan memang benar Jihan sangat siltan, yang suka menyenangkan hati teman temannya
" Ya gue gak enak aja, loe yang seharuasnya jaga nenek loe malah jgain gue, untuk liburan" jawab Jihan masih merasa gak enak
" Loe apaan sih, santai aja kali, buktinya nenek gue aja gak nanyain kebar gue sama sekali, " jawab Ucup karena selama pergi dia gak bawa ponsel
" Loe Cup.... Gimana bisa ngubungi loe, orang ponsel aja loe gak bawa" jawab Tasya santai
" Yang bener Beb,? loe gak bawa ponsel?" tanya Jihan kaget mendengar pernyataan Tasya
" Iya ponsel gue sengaja tak tinggal, biar gak di hubungi nenek gue" jawab Ucup sambil cengengesan
" Mana Orang hanyut dan nyemplung jurang kok" jawab Sri cepat
Karena saat mendaki dan membantu Il tadi ponsel ucup memang jatuh ke Jurang tanpa sepengethuan Il sama sekali
Il sangat kaget mendengar penuturan temannya barusan yang sangat berbeda dengan ucapan dan pengakuan dari Ucup
Pandanga Il langsung menuju pada Ucup yang ada di sebelahnya, dan tersenyum manis pada Il, serta cengengesan
“ Kok loe diam aja sih Beb, gitu ya sama gue, pantesan aja dari kemaren semua sibuk main ponsel dan sibuk selfi loe diem mulu” ucap Il pada Ucup yang cengengesan
“ Ya gak apa apa sih, malah aman dari telfonan nenek gue” Jawab Ucup nyeleneh
“ Gak... Telfon dulu nenek loe” ucap Il kesal sendiri
__ADS_1
“ Males yang ada gue suruh pulang sama dia” jawab Ucup menolak
“ Eh Beb, kita memang bisa senang senang bahkan tanpa gangguan, tapi orang yang di rumah itu apa kabar? Kalau ngubungin kita gak jelas, pasti persaannya sudah lain dan mungkin sudah porak poranda” jawab Il yang tau perasaan Uminya saat ada apa apa dengannya
“ Gue walau anak alas, anak petualang gak pernah pulang kerumah gue juga sering ngasih kabar sama orang tua, senggaknya mereka tau kabar kita itu udah ayem, udah tenang,” tambah Il ceramah
“ Elo aja gue ngilang bentar panik, apa lagi nenek loe, berhari hari elo gak ada kabar pasti sangat panik” tambah Il lagi dan Ucup berfikir sejenak
“ Dah nih, telfon nenekmu dulu” ucap Jihan sambil memberikan ponselnya pada Ucup
“ Okey deh, okey bu nyai “ jawab Ucup pasrah
Dari hadapan mereka Afdal mulai ada rasa cemburu terhadap Ucup yang selalu di nomer satukan oleh IL, ya memang karena yang paling dekat memang nUcup
Bukan hanya Afdal saja, bahkan Tasya dulu juga pernah cemburu pada Il yang selalu mendapat perhatian dan di nomer satukan oleh Ucup
Ya..... beberapa hari kumpul dengan Il, gak bisa di pungkiri lagi, Afdal ada perasaan pada IL, Afdal melihat sisi lain Il dari perempuan pada Umumnya, berawal dari sebuah pertengkaran hebat dan juga, Afdal yang membuli dan meremehkan Il saat mendaki gunung , tapi nsaat ini Afdal tidak bisa membohongi perasaannya lagi, dia memang suka pada Il
Berawal dari Il yang justru tidak marah padanya, dan justru memaafkannya, dan royal dengan teman temanya, ahli ibadah, ngaji pinter dan perhatian dengan teman teman lainnya, membuat Afdal langsung jatuh hati kepadanya
Di tambah paras wajah Il yang cantik imut menggemaskan, manis tak membosenkan, kolaborasi antara Indonesia dan juga Arab, y\=dengan mata dan hidung yang mewarisi Abahnya, dan bibir tipis serta wajah tirus milik uminya yang di foto copy dalam wajahnya membuat Afdal makin gak terima dan ingin segera memiliki pacar secantik Il
Jihan tak bisa mencegah itu, itu keinginan anaknya sendiri, dia yang di waktu kecil jauh darinya danikut dalam drama yang Jihan buat kala itu, Jihan gak mau menekan anakn ya dan mengikuti aturannya lagi
Jihan hanya ningin memberi kebebasan pada anak anak nyan selagi dalam hal positif tanpa ada madhorotnya
Tapi masalah perjodohan Jihan memang melarang anaknya nikah muda, biar anaknya selesai kulaih dan sekolanya dulu,
Beban hidup nikah muda udah dia alami dengan penuh liku liku makanya Jihan gak mau anak anaknya mengikuti jejaknya
Cukup sudah Rizqi adek Jihan mengikuti jejakn ya nikah muda dan penuh keganjalan dalam rumah tangganya, karena Rizqi itu sama dengan Jihann yang menyimpan masalah keluarganya sendiri
Jadi Jihan selalu berharap kalau anak anaknya menikah di saat yang sudah tepat dan matang matang, karena pernikahan bagi hidup Jihan masih sama prinsip awal, mencintai satu pria sekali seumur hidup
Dan harapan Jihan juga begitu pada anak anaknya, cinta pertama dan terakhir, menikah sekali seumur hidup, dan menjadi JODOH DALAM ISTIKHAROH yang akhirnya menjadi JODOH DUNIA AKHIRAT tanpa adanya DERAI AIR MATA
__ADS_1
3 season kisah yang akan terhunbung satu sama lain dan semoga ada yang bisa di ambil hikmah masukan inspirasi dan motifasi dari novel yang ala kadranya masih remekan seperti ini, dengan karya fiktif belaka, dan doanya insyaallah novel selanjutnya author akan bikin dan di ambil dari kisah nyata
Okey lanjut lagi, .....
Il masih bersama dengan teman temannya, masih ngobrol di tepian pantai dengan Ucup yang sedang menelfon neneknya dengan omelan yang terdengar juga oleh teman temannya
“ Gue ke luar bentar ya” Ucap Jihan pamit sama teman temannya
“ Mau kemana dek? Kembali ke hotel?” tanya Sri
“ Enggak kedepan sana doang, bentar kok”jawal Il sambil berdiri dan berjalan dengan berlari kecil meninggalkan teman temannya
“ Woy mau kemana?” teriak Ucup pada Il
“ Keluar bentar “ jawab Il sambil terus berlari
Afdal menoleh sebentar pada Ucup dan langsung ikut berdiri untuk menyusul Il
“ Mau kemana loe?” tanya Diko
“ Bentar ngikut tuh cewek kasian di negri orang pergi sendirian, takut nyasar dan ilang” jawab Afdal memberi alasan
“ Hahahaha Tu anak, belom tau siapa tuh cewek, yang ada dia juga nanti yang nyasar “ ucap Tasya menertawai Afdal
“ Udah biarin, mana tau mau modus dia” jawab Diko tau lagak Afdal pada IL
“ Maksudmu? Afdal suka apa gimana sama tuh bocah?” tanya Tasya belum faham
“ Elo Sya kayak masih remaja aja, loe punya pacar juga kan, tau lah lagaknya pacarmu dulu mendekati Elo” jawab Sri yang sudah di beri tau Diko sedari kemaren
“ Secepat itu? Perasaan baru barapa hari mereka berantem, cepet amat si Afdal jatuh cinta “ jawab Tasya kurang percaya
“ Cinta datang secara tiba tiba sya” jawab Sri santai dan di lanjut tawa ngakak dari Diko pacarnya
Kini Afdal masih ngikutin Il yang ternyata sedang mau nyebrang,
__ADS_1
Il mau ke konter ponsel yang tak jauh dari hotel tempat ia menginap, dan entah apa yang kira kira akan Il lakukan lanjut di episode berikutnya
Afwan ya lur.... kadang belum bisa rutin double up lagi, tapi Insyaallah akan Author usahakan