Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Di Hakimi


__ADS_3

Jihan makin geleng kepala melihat tingkah Zula dan Abahnya yang sama sama meledak emosinya


Walaupun Jihan ikut sakit hati, karena selama ini yang selalu di kelihkan anaknya adalah keponakan dan adek iparnya sendiri


Tapi saat ini bukan waktu yang tepat, karena banyak keluarga Zain masih kumpul di sana semuanya


" Zula... Nak" panggil Jihan mendekat pada Zula


" Zula gak bisa mi, Zula gak terima, bukan cuman si Nada dong yang ngrocekin Zula, tapi emaknya juga, dia bukan contoh orang tua yang baik, dia selalu mengunjing Zula di saat ada pertemuan wali santri, Zula selalu di anggap sampah di mata mereka, Zula sakit Mi, Zula gak terima" ucap Zula dengan berderai air mata dan berlari menaiki tangga menuju kamarnya


Kedua orang itu sudah gugup ketakutan, sudah takut kalau di bilang mau pingsan boleh lah kalau bisa,


Dia takut akan murkanya Al dan El, apa lagi kalau melihat Charir murka, Tari paling takut,


Di tambah saat ini sudah jelas Nada kehilangan sekolah dan tidak bisa melanjutkan pendidikannya sampai kapanpun


Apa lagi kalau Zain sudah berkata, dia paling takut, dia bisa apa aja dengan menyebut nama Zain, tapi sekarang Zain sudah murka dan habis sudah riwayatnya


" Buk...." ucap Nada sudah menangis sedari tadi


Tari tidak bisa menjawab apa apa, dan ini juga mengancam nama baiknya di hadapan keluarganya, dan bisa saja suaminya ikut mengadu dan menjadikan ini kesempatan sebagai pengaduannya kalau sering di jadikan babu oleh Tari saat di rumah


" Sana kejar adeknya Al El" ucap Zain dengan pandangan tajam yang tak pindah dari Nada dan Tari yang sudah mendekap ketakutan


" Enggak.... El juga gak terima adek El di gitukan Bah, " jawab El yang ingin menyerang 2 gendruwo juga


" Al juga, " tambah Al yang sama marah besar


" Biar Umi aja Zain" jawab Umi Zahra yang ingin makin lama sama cucu cantiknya


Dan Umi Zahra juga merasa ini bukan urusannya, dan biar Zain yang melanjutkan walau pun beliau juga ijut gak terima


" Ayo semuanya lanjut ke blakang aja, makan hidangan yang sudah di siapkan di sana" ucap Umi Zahra pada anak cucu dan cicitnya agar tidak menjadi penonton kedua manusia laknat itu

__ADS_1


Walau mereka penasaran dan kepo, tapi kalau Umi Zahra maupun Abah Hasan yang berkata mereka sama sekali tidak berani membantah termasuk Baha'


Dan semuanya pindah haluan ke tempat makan di area belakang


Kini di sana tinggal keluarga dari Jihan saja, yang siap menghakimi Nada dan juga Tari


Jihan berjalan mendekat pada Nada dan juga Tari


" Tari lihat mbak" ucap Jihan tegas


" Tari.." Tambah Jihan karena Tari tidak langsung mendongkakkan kepalanya


Hingga perlahan Tari menatap Jihan dengan wajah yang sudah ketakutan, dan gemetaran jantungnya


" Apa salah Mbak sama Kamu? apa salah Anak mbak pada kalian?" tanya Jihan pada Tari dan Nada


" Kami gak bermaksud mbak, kami gak tau kalau Zula anak mbak Jihan dan Mas Zain" jawab Tari sambil menangis


" Kalaupun kamu gak tau, dan kalaupun Zula bukan anak kami, kamu gak berhak menghina orang lain, kamu gak berhak merendahkan dan membully Zula, ataupun orang lain" jawab Jihan cepat mulai emosi


Di tambah memgganggu dan menghijat keluarga Jihan, dia paling geram dan paling menjadi garda depan


" Kalian tuh seharusnya sadar diri, kalian tuh benalu di sini, numpang, loe gak di tampung Rizqi mana ada yang mau menampung loe Tar" tambah Charir dengan nada pedas


" Ibu gak tau benar apa salah perasaan Ibuk dari dulu Tar, entah itu perasaan ibuk apa memang benar? dengan mudah kamu menghina orang lain dan justru mengajari dan menjadi kawan setia anak kamu untuk menghujat orang lain" ucap Ulfa yang sekarang menghadap langsung pada Tari


" Mbah mau marah sama kami, mbah mau salahkan kami juga? hanya gara gara nemu cucu baru?" bantah Nada yang merasa cucunya juga


" Heh..... Sadar diri loe, gak usah ngegas, loe itu siapa?" bantah Atifa yang sama pedasnya dengan ibunya


" Ya buktinya semua pada nyalahin kami, hanya untuk membela Zula" jawab Nada yang memang gak ada takutnya


Ya namanya mondok cuman numpang nginep doang, setan aja bukan jadi lawan malah jadi kawan bagi Nada

__ADS_1


" Ya jelas...! Zula anak saya, cucu kandung bapak ibuk " sentak Zain mulai memanas dan hampir saja mengumpat kesal dan untung masih ke Rem


" Lihat kelakuan anak loe tan, lihat, turun siapa dia? " ucap El menantang Tari


Rizqy di sana cuman diam dan tidak berani berkata apapun bahkan rasanya dia ingin ikut mengadu pada bapak dan ibunya serta keluarga lainnya tentang kelaluan Tari


" Om... Ngomong dong, gimana nih anak bini Om?" tambah Al pada Rizqy


Jihan dan Ulfa langsung beralih pada Rizqy yang Jihan sudah jelas dan tau gimana raut wajah adeknya seperti penuh beban


" Loe kenapa Qy? " tanya Jihan cepat


Rizqy masih terdiam dan tidak bisa menjawab, El yang kepekaannya sangat di atas rata rata langsung tanggap


" Jangan jangan Om kalau di rumah juga sudah terbiasa dengan kelakuan Tante Tari? sudah terbiasa di kata katai juga?" tanya El to the poin dan Rizqy mamin bungkam di buat keponakannya


Secara anak cerdas memang mengalahkan semuanya, bukan hanya harta yang mengalihkan dunia, tapi kecerdasan yang akan merampas dunia


" Riz" panggil Ulfa mebatap lekat wajah anaknya


Dan Tari langsung menatap tajam pada Rizqy yang agak jauh darinya


" Rizqy jawab" ucap Hamdan mulai ikut menghakimi


Rizqy masih diam antara takut dan khawatir, tapi dia tertekan selama ini dan rasanya ingin mengatakan apa yang sebenarnya terjadi


Tapi Tari istrinya, dan dia harus menutup aibnya, tapi kalau di pertahankan dia yang makin bobrok akhirnya, apa lagi tidak mempunyai anak dari Tari juga gak ada untungnya pikirnya


" Rizqy.." terika Ulfa sudah gak sabar


" Iya Buk.... Rizqy jujur, selama ini Rizqy tertindas, Rizqy terpuruk dan Rizqy menjadi babu dari Tari" jawab Rizqy akhirnya membuka semuanya


" Astagfirullahaladzim...." ucap Ulfa sambil menekan dadanya,

__ADS_1


Ulfa gak tau harus bagaimana? dia justru merasa sangat bersalah tatkala mengetahui kalau nasib rumah tangga anaknya semua dalam DERAI AIR MATA


" Ya Allah ya Robbi... Udah nak pisah , cukup Pisah nak...... " Ucap Ulfa makin gemeteran dan ikut sakit hati, saat mengucapkan kata pisah


__ADS_2