Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Gercep Sat set


__ADS_3

Zain berjalan menuju kantin yang belum pernah dia kunjungi beberapa belakangan ini, dirinya dulu yang suka sama Jihan juga gak pernah pendekatan di kantin, dan justru ruang osis yang jadi tempat pendekatannya


Banyak siswi yang menyapanya ramah, dan Zain juga mengangguk menjawab sapaan mereka


Setibanya di kantin Zain langsung tertuju pada anaknya yang memakai kemeja hitam sedang duduk menghadap cewek di depannya


Zain menggelengkan kepalanya sambil tersenyum ke arah mereka, keduanya sama sama tidak sadar akan kedatangan Zain yang sekarang mendekat ke arahnya


Hingga di belakang Al saja mereka masih belum sadar dan Zain langsung menempatkan diri duduk di sebelah Al


" Assakamualaikum..." ucap Zain sopan dan mereka masih belum sadar dan mereka menjawab


" Waalaikumsalam..." jawab Al dan Zula kompak tanpa menoleh pada asal suara


Zain lagi lagi heran pada mereka yang sama seperti Uminya dulu cuek tanpa mau tau


" Seger ya Pak Al" ucap Zain


Dan Al menghentikan sendoknya yang hampir masuk kemulut karena merasa kenal dengan suara di sebelahnya


" Hehehe.." Zain nyengir kuda tanla rasa dosa saat Al menoleh ke arahnya


" Abah" ucap Al dan Zula langsung melihat siapa yang ada di hadapannya juga


Masih santai dan tau kalau itu yang miah romo kyai Zain Musthofa


Zula hanya mengangguk ramah, dan tersenyum tipis


" Pak.." Ucap Zula menganggukkan kepalanya


" Iya, siapq namanya?" tanya Zain to the poin


" Zula" ucap Zula lembut sambil tersenyum ramah


" Ini yang semalam kamu ceritain bang?" tanya Zain dan Al melotot


Zula justru mengerutkan keningnya dan menatap Al


" Iya bah.. Calon mantu.." jawab Al spontan


Zula makin melotot tajam pada Al yang berucap ngawur di depan abahnya

__ADS_1


" Ngawur.." bantah Zula pelan karena segen ada Zain di depannya


" Subhanallah... Cantik" puji Zain pada Zula


Zula tidak menanggapi senyumpun tida tetap Diam


Dalam hati Zula sangat pedih, dia berharap ayahnya memuji dirinya sejak bayi, ayahnya memuji kalau dirinya itu cantik, tapi sayang ini bukan ayahnya dan dia hatus menahan rasa peduh dan haru itu


Banyak yang memujinya cantik dan manis, tapi sayang itu bukan orang yang dia harapkan, hanya sekedar orang kenal di media sosial


" Saya lihat kamu malah mengingatkan wajah Uminya Al, dulu waktu masih muda juga sekolah di sini Juga, dia cantik dan manis juga sepertimu" tambah Zain kembali mengingat wajah cantik Jihan waktu muda


Zula tersenyum tipis dan sekilas, tanpa menanggapi apapun, dia ingin menangis, dia merindukan sosok ayah, dia mengharap akan hadirnya seorang ayah yang memeluknya dan mengelus pundak dan mencium keningnya,


Hadirnya ayah yang selalu siap menjadi sandaran dirinya di saat berat memikul beban hidup


Sosok ayah yang mensuportnya dan juga memuji kecantikan dan ke cerdasannya, tapi semua hanya angan belaka, sampai dia tau siapa ayah sebenarnya, dan itupun kalau ketemu dan jumpa


Zula menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan mata yang sudah menggenang air mata


Zain langsung bisa menangkap hal aneh dari Zula, dan


Deg.... Entah mengapa Zain merasa bersalah, dia peka akan keteduhan Zula, dan tau akan pandangan Zula padanya saat menepuk pundak Al tadi


Zain sendirj tidak bisa membayangkan bila dulu Jihan membawa pergi jauh anak anaknya pasti mereka juga akan merasakan hal yang sama seperti Zula


" Oh ya Al.. Katanya mau rapat, ayo lah" ucap Zain menyenggol Al


" Oh ya.. ya Udah Zula, Gue sama Abah ke kantor dulu ya" pamit Al yang ikut sendu melihat wajah Zula


Zula menjawab dengan anggukan saja tanpa berucap apapun itu


Seperginya Al dan Zain air mata Zula langsung lolos, apa lagi melihat Zain yang berjalan menepuk pundak Al, dan merangkulnya bangga


" Ayah... Akankah ayah akan melakukan hal itu bila ketemu dengan Zula?" batin Zula berlinang air mata


Dari Jauh Nada sudah melihat dan mengintai kedatangan Pakdenya itu,


Nada tidak berani dengan keluarga Jihan, karena tau keluarga Jihan orang berada dan tau juga kalau Rizqi bukan ayah kandungnya


Nada mendekat pada Zula dengan raut wajah menghina dan menertawakannya

__ADS_1


" Hahahahaha... Kasian" ucap Nada sambil tertawa


" Nangis lagi" imbuhnya lagi


" Seharusnya loe sadar diri, Elo gak pantes bersanding dengan Keluarga Al Musthofa orang elo anak sampah, tempatnya di sana peluruhan di tempat yang gak pentes di injek sama manusia alim seperti gue" tambah Nada makin merendahkan Zula


" Elo tadi di marah kan sama Pakde Gue, elo sih, sok sokan anak suci, pake ngedeketin Abang gue lagi" tambah Nada makin menjadi


Nada gak tau kalau Zain tadi memuji Zula, dan Nada berfikir kalau Zain tadi mengajak Al dan meminta Al untuk jauh dari Zula


" Elo Yakin ucapan Elo itu bener?" ucap Zala menghadap Nada langsung


" Yakin lah, orang se kaya dan sewibawa pakde Zain mana mau punya mantu anak sampah kayak elo" jawab Nada dengan mulut pedasnya


" Oh ya.... Tadi elo kurang dekat ngupingnya, makanya gak dengar, apa emang congek kuping loe yang penuh?" jawab Zula dengan tersenyum sinis


Nada gak menjawab dan meototkan matanya, karena dia memang gak nendengar apa yang mereka ucapkan


" Ha... Bener kan, waktunya elo datang ke dokter THT" ucap Zula sambil meninggalkan Nada yang mulai kesal sendiri


Di kantor semua guru sudah datang dan berkumpul siap untuk melaksanakan rapat


Al sudah membuka rapatnya, dan Al juga memint pendapat dan masukan dari para guru lainnya


Zain hanya memantau saja, dan sesekali memberi masukan pada anak lanjangnya itu


Hingga tengah hari pun berlalu, setelah 2.5 jam rapat sudah berlalu, dan keputusan Rapat sudah di sepakati


Dan kini jatah nasi kotak sudah di siapkan, awalnya tidak ada agenda makan siang untuk para guru, cuman tadi setelah mengantarkan Jihan,


Jihan bilang pada Zain untuk mendampingi Al rapat, dan sekalian Jihan juga menelfon rumah makan untuk menyiapkan makan siang untuk pihak sekolah, dan kebetulan Zain juga sedang tidak ada meeting


Keseruan kembali Zain nikmati, keseruan makan bareng dengan para dewan guru di sekolah miliknya


Gurauan dan candaan kembali tercipta hingga berakhir di jamaah sholat dhuhur di aula,


Anak anak sudah di pulangkan semua dan kini tinggal para dewan guru, Zain dan Al kini sudah berada di ruangan Al yang ada di BNT


" Al beneran mau lanjut sama Zula?" tanya Zain tiba tiba


Al tersenyum dan tidak langsunv menjawab

__ADS_1


" kalau iya, langsung saja, nanti Abah bantu ngomong sama anaknya, jangan lama lama pacaran kalau akhirnya kandas juga, " tambah Zain men suport banget


" Gak masalah dia masih sekolah, kalau memang iya, kamu lanjut berjuang aja, sampai dia berkata iya, dan menerimamu, nanti kalau Abah sudah pulang dari Mekah Abah lamarkan sekalian dan ijab sekalian " Tambah Zain yang langsung gercep sat set sat set


__ADS_2