Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Pengalihan tugas


__ADS_3

Zain kembali masuk kemobilnya dan lanjut memutar setirnya meninggalkan pusat perbelanjaan dan juga karyawan barunya yang sok sokan itu


" Siapa tadi bah?" tanya Jihan


" orang kok.gak jelas gitu" tambahnya lagi


" Biasa karyawan baru di perusaan, merasa udah kerja dapat jabatan baru di sana" jawab Zain santai sambil fokus ke kemudinya


" Astagfirullah... Abah kok tau, ?" tanya Jihan bali


" Dia pake ID kantor sayang" jawab Zain sambil meraih tangan Jihan


Kurang afdol rasanya kalau pergi dan berdua di mobil tanpa bergandengan tangan


" Terus abah apain kok dia langsung diem?" tanya Jihan lagi


" Tak suruh balik ke Kantor untuk ambil SP, Habisnya jam kerja malah kelayapan" jawab Zain ikut kesal


Jihan hanya tersenyum dan mengangguk, karena perlu di beri pelajaran juga, dan Jihan juga ingat kalau kerja di perusahaan pysat udah pastu sangat ketat di jam kerja gak ada yang boleh ada yang diluar kantor kecuali sedang ada pertemuan, dan peraturan itu Jihan sendiri yang bikin pada saat dia menjadi wakil presedir kala itu


" Umi gak akan nyuruh abah buat kebebasan untuknya kan?" tanya Zain makin mengeratkan genggamannya


" Enggak abah, Kan dulu itu peraturan yang bikin Umi" jawab Jihan sambil membalas genggaman tangan Zain


Zain tersenyum dan maneruskan laju mobilnya ke arah masjid tempat El bertugas


40 Menit berlalu, Jihan berhenti di gang masjid tempat El bertugas,


Tak lupa sebelum turun Jihan dan Zain membawa oleh oleh dan juga makanan yang tadi di beli oleh Jihan saat berbelanja


Jihan tau kalau habis acara jam segini El masih tidur dan pastinya belum sarapan juga, apa lagi abahnya tadi cerita dan pulang sekitar jam 2 malam, sudah pasti El makin bangkong


Setibanya di masjid, Jihan dan Zain berjumpa dengan marbotnya atau tukang sapu masjid di sana yang sedang membersihkan halaman masjid selesai acara semalam


" Assalamualaikum pak..." salam Zain pada mereka


" Waalaikumsalam... Subhanallah pak Kyai yang semalam.." ucap mereka kaget dan langsung bersalaman


Zain menerima salam mereka dengan santun begitu juga dengan Jihan yang menangkupkan kedua tangannya sebagau salam takdim


" Gimana pak Kyai ada yang bisa kami bantu?" tanya petugas tersebut sopan,


Karena dia belum tau tentang El semalam, karena sibuk di dalam dan kurang memerhatikan


Biasa sebagai tuan rumah justru kita tidak bisa fokus dengan isi ceramah, karena tugas yang tak kunjung selesai

__ADS_1


" Oh iya pak, kami mau berjumpa dengan El" jawab Jihan sopan


Mereka tidak mengenal siapa El, karena El di sana di kenal dengan panggilan Azmi oleh semua warga dan juga teman temannya


" Maksudnya Azmi pak," saut Zain menjelaskan


" El di sini di panggil Azmi sayang" ucap Zain pada Jihan


" Oh mas Azmi? sebentar kami panggilkan dulu di dalam ya pak Kyai, silahkan masuk dulu, tunggu di dalam" ucap salah satu mereka mempersilahkan Jihan dan Zain masuk


" Baik pak Terimakasih" jawab Jihan dan mengikuti marbot tersebut untuk masuk ke Masjid


Jihan melihat dan menamati seisi masjid besar yang di tempati El selama ini, rasa haru kembali menghampiri hati Jihan pada anak gantengnya itu


Sesaat kamudian El datang dengan muka muka bantal yang masih ngantuk


" Masyaallah..." ucap Jihan melihatnya


Dari jauh El tersenyum dan berjalan menghampirinya,


" Assalamualaikum abah Umi..." ucap El bersalaman pada abahnya dan lanjut pada Uminya


Seperti biasa Jihan juga mencium dan memeluk anak gantengnya sesuai keinginannya semalam


Tangis haru kembali menghampirinya dalam pelukan Uminya, Entah Jihan sama sekali gak pernah bisa move on dari masa lalunya yang sangat pahit itu


" Istiqomah ya sayang..." ucap Jihan pada El


" Doain El ya Umi" jawab El mambalas pelukan Uminya dan mencium lembut kepala Uminya


Secara Jihan jauh lebih pendek dari El yang tubuhnya makin menjulan tinggi, sama Al saja masih tinggian El


" Umi bawa apa kesini?" tanya El karena sudah merasa lapar


" Sudah lapar?" tanya balik Jihan dan El tersenyum membenarkan


" Ya udah panggil semua temannya ajak makan bareng" jawab Jihan lembut dan El sigap kembali ke kamarnya


Jihan dan Zain menyusulnya dari belakang sambil membawa oleh olehnya tadi


Dan untungnya semua Teman El sudah pada bangun dan sudah pada cuci muka di kala El di bangunkan tadi


" Assalamualaikum..." ucap Jihan dan Zain kompak


" Waalaikumsalam Pak Kyai" jawab teman teman El dan bersalaman pada El

__ADS_1


" Ibu Nyai monggo silahkan masuk" jawab mereka makin sopan


" Terimakasih.... Jangan panggil Ibu Nyai, Umi saja" jawab Jihan lembut dan mengangguk


Teman teman El bahkan ingin memanggil embak sebenarnya, karena wajah Jihan terlihar masih sangat muda di umurnya yang sudah separuh baya itu


" Hehe.. Baik Umi" jawab mereka kompak


" Belum sarapan kan? Yuk sarapan bareng ini, Umi sama abah bawa banyak makanan" ucap Jihan sudah seperti kenal lama dengan teman teman El


Ya begitulah Jihan, masih sama soal ramah tamahnya, Jihan selalu menganggap teman teman anaknya adalah anaknya juga, biar mereka gak segan dan gak sungkan kepadanya


" Ini ayo dong bang... santai aja, kita sama kok" tambah Zain yang jauh lebih terbiasa karena sedari semalam sudah ketemu dengan mereka


Hingga akhirnya mereka semua sarapan bareng, dan tak lupa El juga membaginya pada para tukang sapu di depan,


" Kamu gak ada jam kuliah hari ini El? apa izin dulu?" tanya Jihan di sela sela makan El


" Astagfirullah... Ini jam berapa Mi?" tanya El mengagetkan Uminya


" Jam setengah sebelas" jawab Jihan apa adanya


" Ya Allah... Tugas El.." ucap El langsung melompat dan mencari tugasnya


" Kenapa sih? makan dulu Nak" ucap Zain ikutan kaget, begitu juga dengan para teman teman El


Jihan menggelengkan kepalanya dan heran melihat anaknya, yang mungkin belum mengerjakan tugas kuliahnya


El kembali dengan membawa laptopnya yang dengan sangat gelisah


Pasalnya dia punya tugas kuliah yang harus di kumpulkan siang ini, dia kuliah nanti masuk jam 12, ini udah jam setengah 11, dia baru bangun dan juga baru sarapan


Dan gak mungkin tugas itu rampung sebelum jam setengah 12 dia berangkat kuliah,


Karena dia juga belum mandi dan siap siap juga, mana sarapan juga baru beberapa suap saja yang masuk ke mulutnya


El makin sibuk sendiri, dan lupa akan sarapannya


" Kenapa sih El, udah itu nanti lagi, sarapan dulu, usah siang ini gak bagus untuk kesehatan, kosong lho perutnya" omel Jihan kembali loncing di kala melihat El yang sibuk sendiri


Seketika El melirik Uminya dan tersenyum sumringah, El terlupa kalau ada master atau dokter handal di hadapannya saat ini


" Senyam senyum lagi" ucap Jihan makin heran dengan El


El makin tersenyum dan menaik turunkan alisnya

__ADS_1


" Tolong dong Mi, kerjakan tugas El, kali ini saja, jam 12 nanti El ada kuliah" ucap El entenh sambil menyodorkan laptopnya pada Jihan


__ADS_2