Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Pertimbangan


__ADS_3

Jihan Ulfa dan yang lainnya saling pandang setelah mendengar ucapan Helmi yang mencari donatur untuk skin care buat Atifa


" Iya aja kali beli skincare harus cati donatur, yang ada nih usaha gue aja yang di donaturin untuk tambah modal" Elak Alif pada Helmi


" Kalau Usaha bukan donatur namanya, tapi Insfestor" elak Jihan membenarkan


" Kalau Infestor kan nanti bagi hasil, kalau donatur kan nyumbang, hasilnya buat gue sendiri" bantah balik Alif tipe orang yang gak mau berbagi


" Oh... Raimu kui, ." bantah Toha menongor kepala Alif


" Oh begitu.. Dulu loe minta gue jadi insfestor di usaha loe, udah gue taruh tuh dana lebih dari 80%, sekarang mana selama 10 tahun lebih, 1 rupiah pun gak loe kasih buat gue" tagih Jihan,


Karena Alif mendirikan usahanya juga di modali oleh Jihan dan Zain, yang sekarang sudah menjadi usaha yang cukup dalam perkembangannya di dunia online shop


" Nah betul tuh... Hayo mana keuntungan buat gue.." sambung Zain yang sama sama menagih,


Karena selama ini dia memang tidak pernah menagih sama sekali, orang apa sih arti bagi sultan seperti Zain uang yang sama jajan anak anaknya di pesantren aja masih banyakan jatah El


" Wah gak pernah loe kasihkan Mas? parah di tilep sendiri" kompor Helmi bercanda


" Tega loe ya Lif, ngasih makan anak istri loe pake uang haram" tambah Jihan memojokkan Alif


" Horoh yah.... Di tagih tuh..." tambah Fani yang justru ikut ikutan


" Dang mana, gue latihan jadi dekolektor ini" tambah Zain lagi


" Apaan sih..... Emang loe masih kurang mbak mas?? hasil sama jatah jajan El aja masih banyakan jatah El, apa arti uang segitu bagi kalian?" jawab Alif kesal sendiri karena di gropyok banyak orang

__ADS_1


" Ya kan yang penting laporan, " bantah Atifa ikut menyalahkan juga


" Iya mas, nanti di hisab lho di akhirat " sambung Helmi


" Besok kalau loe mati gimana Lif, gak ada hitungannya juga sama Jihan, " tambah Toha membalikkan ucapan Alif sebelumnya


" Yuk kita mati bareng bareng pak, biar gak ada yang jadi kompor juga" kesal Alif pasrah membuat mereka tertawa semua


Orang Jihan dan Zain memang dari awal gak pernah minta sama sekali uang mereka atau jatah mereka, karena itu pyur untuk membantu perekonomian keluarga Toha dan Charir


Awalnya mau di kasih cabang butik, tapi Alif menolak gak berani jual brandad, paling untuk selingan online shopnya saja, mereka memilih yang sederhana dan bisa di jangkau masyarakat pedesaan lainnya


Setelah bercengkrama dan ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulon, dan bercanda serta debat asyik, mereka lanjut sholat magrib berjamaah di musholla depan rumah mereka


Karena kebetulan ini sedang hujan lebat, dan cuman sebagian saja para jamaah yang datang di sana, jadi sekarang jamaah laki perempuan bareng di sana, terutama anak cucu dari kakek Jihan


Setelah jamaah magrib seperti biasa Jihan dan yang lain lanjut mengaji bareng Zain, dan yang lain pun mengikut apa lagi dengan anak anak Atifa dan Alif yang di gerek sama Ulfa untuk ngaji bareng Jihan dan Zain


" Mau cari makanan dulu bude, kata mbak Jihan suruh nyari ini tadi" jawab Alif yang memang Jihan yang nyuruh untuk cari makan malam buat mereka semua


Karena Jihan kasian sama Fina dan Atifa yang harus masak dan belanja banyak dulu


" Oh... Ya wes dang cari kalau gitu" jawab Ulfa pasrah


Alif dan Fani terus pamit dan mereka memggunakan mobil Jihan untuk pergi berburu kuliner


Setelah jamaah sholat isya' merekapun kembali kerumah neneknya, dan kembali berkumpul di ruang tengah untuk menunggu makanan yang di beli Alif, karena Alif belum juga kembali

__ADS_1


Mereka sedang membicarakan tentang permintaan nenek Jihan kala itu, nenek Jihan ingin segera nyusul Al ke Mesir


" lagi mana nanti Mbah boleh nggak tinggal sama Al" ucap nenek Jihan pada anak-anaknya


" gambar nanti di sana mau sama Al saja?" tanya Atifa


" Ya enggaklah nanti sama siapa yang mau nemenin Mbah" jawab neneknya lagi


" mbok ya di rumah aja Toh mak, anak-anak udah pada tua, mak di rumah aja Al juga di sana lagi sekolah nggak mungkin kan nanti emak di sana ngerepotin Al terus" pinta Charir masih keberatan


" Iya Mah di sini aja, Ulfa sekarang juga udah pulang ke sini udah mau nemenin mamak, udah mau nemenin Masa tua Emak " sambung Ulfa yang ikut keberatan


" Emak juga udah tua doang tahu mak udah sadar, tapi Mak mau kalau nanti meninggal itu dimakamkan dekat makam bapakmu" jawab nenek Jihan masih gak mau berubah pikiran


" ya nanti kalau makan Mak di Mekah, kita jadinya jauh jarang ziarah, belum tentu setahun sekali, belum tentu badan kita juga sehat, kita bisa pergi kesana" ucap Ulfa dengan linangan air mata


" mak enggak masalah kok Nak, Emak hanya minta doa dari kalian yang datang, yang sampai untuk emak sama bapak" jawab nenek Jihan masih kekeh


Ulfa dan Charir sebagai anak gak bisa lagi menolak permintaan ibunya, orang tua yang cuman tinggal satu karena bapaknya sudah tidak ada


Bapak yang sudah pergi puluhan tahun yang lalu, yang makamnya jauh disana yang jarang mereka Zarahi dan hanya setahun sekali itu juga belum pasti, karena kondisi sikon yang kadang tidak memungkinkan bagi mereka


apalagi di usia mereka yang semakin hari semakin tua, kadang kondisi fisik kondisi kesehatan yang harus mereka Jaga dan tidak bisa berpergian lebih jauh lagi


" Ya udah.... sekarang gini mbah.., mbah bener mau tinggal di Mesir mau tinggal sama Al?" tanya Jihan yang tau kondisi orang tuanya dan juga tantenya


" Iya ndok... Mbah mau tinggal di sana, yang deket sama bapakmu yang deket sama makam Kakekmu, yang jauh disana, Walaupun jauh disana Mbah ingin selalu dekat dengan beliau, selama ini bertahun-tahun ini Mbah sudah lama tidak berziarah ke sana, Mbah mau di saat Mbah sudah tiada makanya berdampingan dengan makam kakung" jawab nenek Jihan dengan berpegangan Teguh keinginannya

__ADS_1


" Ya udah sekarang gini mbah, mbah coba dulu aja bulan depan Al Wisuda, kalau Mbah mau Mbah ingin segera kesana besok kami antar sekalian nunggu waktu wisuda Al kalau masih kerasan, berarti Mbah tinggal di sana untuk selanjutnya, " jawab Jihan yang begitu mudah


" bukan hanya di Mesir, bahkan Zain urus di mekkah sekalian, nanti kalau mbah nggak bisa tinggal di Mekah, nanti biar Jihan urus Maksudnya, kita coba dulu Tahan enggak? kalau emang tahan nanti kita kami pulang Kami urus sekalian surat-suratnya Visanya dan juga pasportnya, kalau Mbah mau menjadi warga Mekah, tapi kalau nggak kerasan berarti mbah harus pulang" sambung Zain membeti pertimbahan bagi neneknya


__ADS_2