
Di perjalanan mengantar Abahnya El kembali banyak ngomong, dan ngobrol ngalor ngidul bersama Abahnya
Zain hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, dan Faham kalau anaknya ternyata ngambek,
Bisa aja Zain tidak menanggapi ambekan anaknya, tapi Zain tidak tega karena rasa bersalahnya dulu pada El hingga sekarang dia belum bisa lupa, belum bisa move on, walau El sendiri tidak tau kalau Abahnya dulu banyak salah dengannya
" Terus Abah nanti pulang sama Umi bawa mobil siapa?" tanya El sambil fokus pada jalanan yang mulai padet dengan pegawai yang sedang berangkat bekerja
" Gampang mobil kantor juga ada" jawab Zain santai
" Okey kalau gitu" jawab El sambil fokus ke Antrian mobil yang sekarang sudah masuk ke gerbang kantor Abahnya
" Kayaknya Bang Ryan masih kerja di sini juga ya Bah?" ucap El saat melihat mobil Ryan yang sudah parkir di parkiran VIP kantor Zain
" Iya sengaja Abah suruh pindah, dan sekarang menjabat jadi wakil Abah, " jawab Zain yang masih anteng dalam kursinya
" Kok bisa?" tanya El kaget
" Ya gimana? Anak abah gak ada yang mau gantiin" jawab Zain menyindir El,
" Ya kan bidang kita masing masing bah" jawab El yang faham arah bicara abahnya
" Iya ya, memang Abah ini jatahnya ngantor sampe tua, anak laki laki Abah gak pada peka" ucap Zain sudah menegakkan badannya
" Hahahahaha..." jawab El tertawa ngakak
" Terus yang di pusat gimana?" tambah El karena setahu dia di Pusat karyawan jauh lebih banyak
" Masih ada Mas Imam, sambil ngawasin kamu kalau macam macam" jawab Zain santai dan El makin ngakak tertawanya
" Abah ada aja..." jawab El santai
" Bang Al jomblo sekarang El" ucap Zain santai
" Abah Udah tau?" tanya El kaget
" Udah dong.. Kamu masih baik baik saja kan sama Henny?" tanya Balik Zain dan El terdiam sejenak sebelum menjawab
" El sudah lama kandas Bah, jauh sebelum bang Al" jawab El teduh
" Alasannya Kandas?" tanya Zain yang cukup syok dengan pengakuan El yang sekarang bersetatus jomblo
" Salah gak sih bah? kalau El berpaling saat El menemukan wanita yang lebih baik lagi?" tanya El meminta pendapat abahnya
" Ya Enggak sih, cuman kalau bisa istiqomah kenapa enggak gitu lho El, " jawab Zain yang cukup geram sebenarnya, gak tau nanti istrinya gimana kalau tau semua anaknya pada jomblo dan malah berpaling pada wanita lain
__ADS_1
Melihat posisi dan kondisi Jihan yang sikist nya masih belum stabil kalau mengetahui yang namanya mantan, di tambah ini anak anak laki lakinya semua malah sudah menciptakan mantan
Kalau Jihan mantan semua jadi teman, walau bukan mantan pacar senggaknya mantan penggemarnya yang justru sekarang semua jadi saudara
Zain menggaruk dan mengacak kepalanya yang sama sekali tidak gatal, karena gak tau apa jadinya istrinya nanti kalau sudah mengetahui semuanya
" Terserah lah El Abah juga gak tau gimana pilihan hatimu.. " jawab Zain pasrah
" Abah santai aja kali, mantan dalam sebuah kehidupan itu normal" jawab El santai tanpa beban
" Udah sampai bah, " ucap El yang menghentikan mobilnya tepat di depan pintu lobinya
Sesaat kemudian skurity yang bertugas langsung membuka pintu untuk Zain dan Zain masih menoleh pada El
" Apa lagi?" tanya Zain dengan tatapan El yang nyengir
" Ongkos dong" jawab El sambil menadahkan tangannya
" Apaan ongkos, kamu aja bawa mobil Abah, masih beresiko omelan Umimu juga nanti" jawab Zain cukup emosi memang kalau berhadapan dengan anak bandel kebanggaannya nanti
" Ya Elah Bah, sama anak sendiri juga, gak ada nih cepek cepek gk masalah" ucap El masih menadahkan tangannya
Zain yang paling loyal dan gak tegaan sama Anaknya membuka hasboart mobilnya yang di sana selalu tersedia uang cash di saat ada kepentingan mendadak
" Wih.... Banyak Gaes.. Semuanya Bah?" tanya El dengan mata berbinar saat melihat banyaknnya bilangan uang pada dasboart tersebut
" Emang iya" jawab el santai
" Bilang iya sekali lagi, tak pentung kamu" jawab Zain kesal
" Hahaha Bercanda Bah, Makasih ya" jawab El saat menerima uabg dari abahnya
" Ya udah Abah keluar nanti hati hati, jangan ngabut" ucap Zain dan El meraih tangan Abahnya untuk bersalaman
" Assalamualaikum" ucap El sopan sebelum pintu di tutup kembali oleh scurity yang berjaga
" Waalaikumsalam..." jawab Zain sambil menaikkan telapak tangannya
El kemudian melajukan mobilnya untuk keluar dari kantor Abahnya dan lanjut go to BNT menemui kekasih idaman hatinya
Zain tersenyum dan menganggukkan kepalanya saat meberima sapaan dari karyawan karyawannya
Dan berjalan ke Lif menuju ruangan paling atas di gedung kantornya
Sebenarnya Zain ada rencana untuk memindah dan mengatas namakan kantor pusat yang ada di Jakarta ke Kantor pusat yang ada di semarang
__ADS_1
Karena semakin berusia dia merasa semangatnya juga semakin melemah, dan enggan untuk pergi jauh
Tapi ada kendala besar dengan keadaan gedung yang belum memadahi, dan mungkin suatu saat nanti karena ini baru dalam proses
" Assalamualaikum pak.." Sapa Ryan saat berjumpa dengan Zain di depan ruangannya
" Waalaikumsalam.. Eh Iya Yan... Gimana Pusat okey?" tanya Zain basa basi
" Aman pak,..." jawab Rian sopan
" Irfan belum datang?" tanya Zain lagi
"Sudah pak, beliau sedang di ruangan bapak menyiapkan berkas berkas bapak" jawab Ryan lagi dan Zain mengangguk
" Okey kalau gitu saya keruangan saya dulu ya, " jawab Zain dan Ryan mengangguk sopan
" Baik pak,..." jawab Ryan sopan
Ryan sekarang berposisi sebagai wakil Zain, karena Irfan sendiri merasa tidak mampu dengan posisi Zain
Walau dulu dia yang menghandel, tapi ada Jihan yang mengarahkan, dan posisi dia sebagai tangan kanan dan asusten Zain, juga Zain tidak pernah mau menggantikan Irfan dengan orang lain, karena cuman Irfan yang tau siapa dia, dan semuanya
Walau posisi Ryan lebih tingga sola Gaji, Irfan juga gak usah di tanya tentu jauh lebih tinggi dari Ryan
Setengah Jam berlalu, Jihan yang sedarj tadi menunggu kedatangan El tak kunjung datang, karena El yang sudah pindah haluan dari rumah sakit ke BNT
Jihan mencoba menghubungi El berkali kali tapi tidak di angkat dan sekarang langsung menghubungi Zain
" Assalamualaikum Bah..." ucap Jihan saat sambungan telfon terhubung
" Waalaikumsalam Umi.." jawab Zain yang sedang memeriksa berkas yang Irfan berikan barusan
" Bah... El kemana? kok belum balik Juga ke Rumah sakit, Umi tunggu lho udah setengah jam juga" ucap Jihan mulai ngomel
Zain tidak langsung menjawab tapi menarik nafas lebih dalam dulu, sebelum kena semprot Umi Jihan
.
.
.
Maaf ya Lur, lama gak up, maklum lebaran gaes jadi repit dengan sanak saudara yang ada
Biasanya di kampung perantauan, karena sudah 6 tahun tidak lebaran di kampung halaman jadi kali ini lumayan fokus sama sanak saudara dulu
__ADS_1
Dan mohon maaf selanjutnya bisa besok besok juga jarg up ya, karena kebetulan si adek mau nikahan, jadi sibuk juga persiapan pesta 🙏🙏🙏