Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Bangga


__ADS_3

Acara masih berlanjut dengan kejutan keharuan kedua insang yang saling mencintai, insang yang saling membanggakan


Acara selesai di jam 1 malam, dan Zain masih ngobrol dengan bapak tokoh agama setempat yang mendapat undangan acara tersebut


El masih lanjut beres beres bersama teman temannya, dan di bantu para pemuda dan panitia acara penganjian


" Anak sultan nanti kotor lho" Ledek Dani pada El yang ikut buang sampah dan lain sebagainya


" Anak sultan gak takut kotor" jawab El santai tanpa sungkan dengan teman temannya


" Gue gak nyangka duriah (keluarga/ keturunan) loe habat banget ya Mi..." ucap As'ad ikut bangga


" Apaan sih, gue juga cucunya pengurus dan marbot mesjid juga kali" jawab El merendah


" Ya Ampun... anak yang selalu terlihat sederhana ternyata anak Sultan" sambung Miftah melihat wajah El lekat


" Ck... Apaan sih, apa coba bedanya anak sultan sama anak biasa, sama sama makan nasi, kalau cuman makan roti masih laper bestie" bantah El membuat mereka tertawa


Hingga akhirnya semua pekerjaan selesai dan mereka membersihkan diri dan ganti baju kemudian ikut gabung dengan Abahnya El yang masih asyik ngobrol


Ya biasa Zain paling betah ngobrol setelah tausyiah, bahkan merasa kurang panjang mungkin tausyiah yang di berikan tadi


Padahal pagi nanti dia juga harus ngantor lagi, tapi biasanya kalau malah habis ngaji pagi Zain libur olah raga, dan tidur habis subuhan


Zain melihat El dan teman temannya mendekat padanya


" Wah sini sini pak Imam,..." ucap Zain bergurau


" Apaan sih Bah... " Jawab El spontan dan tidak sadar ada orang di sebelahnya yang memperhatikannya


" Hahaha... Ya Allah.... Di sini rupanya" ucap Zain kembali menepuk pundak El lembut


" El ini sedari kecil gak mau memperlihatkan siapa orang tuanya bang, pak, bahkan sama pacar sendiri dia tidak ngaku, selalu menutupi identitasnya sendiri, " ucap Zain bercerita dan mereka mendengarkan dengan seksama


" selama ini kalau kami ke Jakarta Ek tuh selalu memberi alasan kalau kami mau ke apartemant, dan ternyata selama ini tinggal di sini dia pak?" tanya Zain pada semua yang ada di sana

__ADS_1


" Iya pak, jadi tuh kami awalnya berjumpa di salah satu kafe, di Azmi eh maaf di panggil siapa tadi El ya, ... Ya El menghampiri kami, ngobrol dan berkenalan, terus dan ikut main jamaah di masjid ini, pertama saya suruh adzan dulu, biasa kalau ada kawan baru selalu di training untuk adzan terlebih dahulu, hingga akhirnya dia mengajukan untuk ikut gabung di sini, dan dia mengaku kalau anak dari kampung yang hidup apa adanya, ya karena kami semua juga gaj tau kalau El adalah putra dari bapak Kyai" jawab Dani berberita


" Ya begitulah El bang, ingin selalu bergabung tanpa ada yang minder, jadi temani El, jangan anggap El anak sultan dan yang lain ya, kita semua sama, semua titipan, dan Sekarang saya juga nitip El ya pak, mas Dani, Biar El tetap bisa berjuang di sini, " jawab Zain tegas dan malah menitipkan dan tetap membiarkan El menjadi imam di sini


" Mbahnya El juga seorang marbot masjid, tukang sapu muadzin dan juga imam masjid, dan Abah bukan melarang El, Abah ikut bangga El bisa menurun bakat mbah kakung" ucap Zain pada El


Mereka kemudian mengobrol santai hingga Zain pamit undur diri


" Ya udah saya pamit dulu ya pak, semoga El bisa istiqomah di sini" ucap Zain pada takmir masjid


" Amin amin ya Allah..." jawab mereka mengaminkan doa Zain


" El, ajak temannya main, jangan cuman di masjid saja, liburan ajak main kerumah" ucap Zain pada El


" Iya bah..." jawab El sopan


" Mari pak Mas, Assalamualaikum.. " Ucap Zain pamit


" Waalaikum salam..." jawab semuanya kompak


Seperginya Zain El langsung dapat kroyokan dan julukan gus dari semua yang ada di sana


" Jangan gitu dong pak.... Gak enak saya" jawab El membuat yang lain tertawa


Di sisi lain, Zain masih dalam perjalanan dengan imam menuju hotel tempat Zain menginap, dan Zain yang menyetir kali ini


Karena Awalnya tadi juga Zain sendiri yang bawa mobilnya, awalnya Zain mau di antar sama orang kantor tapi Zain menolak karena lebih santai kalau bawa mobil sendiri,


Lagian kalau pengajian biasanya Zain lebih lama, ngobrolnya sedangkan supir kantor kasian kalau pulang pagi seperti ini


" Mas Imam tau kalau El pindah dari apartemant?" tanya Zain pada imam yang sudah mengantuk


" Tau Pak... Orang saya sama Della yang ngantar" jawab Imam akhirnya jujur


" Kok mas Imam diam saja gak bilang sama kami?" tanya Zain lagi

__ADS_1


" Ya gimana ya Pak, El gak mau kalau bapak sama mbak Jihan tau tentang hal ini, jadi saya merasa di amanahi juga gak mungkin bocor tentang hal ini" jawab Imam dan Zain mengangguk serra tersenyum


30 menit kemudian kini Zain sudah sampai di hotel tempat dia menginap, biasanya di apartemant, karena yang punya pelit jadi nginep saja di hotel berbintang


" Assalamualaikum..." ucap Zain saat masuk ke kamarnya


Di dalam Jihan sudah tidur dan Della masih melek karena gak bisa tidur, gak biasanya suaminya pulang labih dari jam 11 malam kalau sedang keluar dan sekarang sudah setengah 3


Kalau Jihan sudah sering di tinggal tausyiah dan pulang pagi, kalau pas ketepatan dia gak ikut dan masih sering LDR kalau Zain gak lagi manja pada dirinya


" Waalaikumsalam..." jawab Della yang masih terjaga


" Lho gak tidur sekalian mbak Della?" ucap Zain melihat Della yang masih melek


" Heheh Enggak pak Zain" jawab Della sambil cengengesan


" Jihan mana?" tanya Zain


" mbak Jihan sudah tertidur dari tadi pak, di kamar" jawab Della sopan


" okey... " jawab Zain sibgkat dan labgsung berjalan ke kamarnya


" Oh ya pak Zain kamu sekalian ya, udah malem" ucap Imam penghentikan langkah Zain


" Gak nginep sekalian mas? biar saya pesenkan kamar sebelah" jawab Zain


" Eh enggak lain waktu pak, besok lagi, jarang tidur di hotel takut masuk angin " jawab Imam ngasal


" Ada aja mas imam, ya udah maksih ya hati hari" jawab Zain akhirnya menyetujui


" Iya sama sama, kalau gitu kami permisi dulu ya " jawab Imam lagi


" Okey Assalamualaikum..." ucap Imam dan Della kompak


" Waalaikum salam wr wb.." jawab Zain mengantar sampai depan

__ADS_1


Seperginya Della dan imam, Zain membersihkan diri dulu dari pada kena , sang istri yang sangat stairil, ya secara petugas kesehatan


Setelahnya Zain kembali ke kamarnya dengan memakai sarung saja, dan siap menerkam Jihan yang cantik menawan dan menggoda di matanya


__ADS_2