Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Toha vs Alif


__ADS_3

El Mulai salah tingkah sendiri, karena dia tau kalau Al sengaja menggodanya, untuk bales dendam dirinya yang suka nyinyirin Al selama ini


" Buru buru lah telat nanti.." ujar El cepat, dan Al hanya senyam senyum sendiri melihat El yang makin nyolot karena salah tingkah


"Udah yuk... berangkat dulu, keburu di tutup gerbangnya" ajak El dan Heny serta teman temannya mengangguk


' Berangkat dulu bang..." ucap Heny pamit pada Al


Al hanya mengangguk dan tersenyum pada Heny dan teman temannya


Seperginya mereka, yang sudah jalan duluan, Al menarik El kembali padanya...


" Apaan...?" kesal El pada Al yang menariknya


" Ternyata orang ahli gombal, belum tentu Ahli dalam memilih pacar.. Hahahahahaha" ucap Al langsung membuat El kena Mental


" Bodo Amat..." jawab El langsung pergi dari hadapan Al


Al justru makin menjadi tawanya, karena melihat tingkah El yang tiba tiba salah tingkah karena dirinya


Setelah El pergi, Al kembali ke mobil untuk bersiap siap karena mau sowan temapat Abah Tasim


Seorang santri seperti Al yang notabenya sebagai penerus perjuangan dakwah abahnya, gak perlu di temani lagi saat sowan


Al sama seperti Zain, kalau lagi silaturrahmi betah banget, kalau ngobrol ala lagi masalah ilmu agama, perkembangan di daerah luar daerah mereka, kadang sampai gak ingat waktu


Tapi sebelum Al ke ndalem, Al meminta bantuan para santri lainnya, untuknmembawa barang bawaan El ke kamarnya, dan lanjut ke ndalem sowan pada Abah Tasim


Setelah sowan, ngobrol lama banget, hingga sarapan bareng dengan Abah Tasim Al, mulai pamit undur diri,


" Kuliah udah selesai nih... Ngomong ngomong mau cari jodoh gak?" tanya Tasim pada Al yang terlupa cerita jodohnya


" Hehehe...... Abah Bisa saja, belum masih lanjut S2 insyaallah, doanya ya Abah" jawab Al sambil berjalan keluar


" Amin Amin....Mau Abah kenalkan sama santri putri Abah itu" gurau Tasim sambil melihat asrama putri yang tepat di hadapan beliau


" Abah Ih, Gus Al udah punya sendiri kali Bah, gak polos polos Amat, anak gantengnya kayak gini siapa sih yang mau nolak? kedipkan mata doang, waktu di buka udah pasti langsung banyak cewek yang dekat" Elak Ilma tentang Al yang menurutnya begitu sempurna


" Oh.... Iya iya, Dang buruan minta lamar sama Abah Umimu, " jawab Tasim kembali bergurau


Al hanya senyam senyum saja gak jelas, ya gimana lagi orang masih kuliah, masih lanjut lagi S2, kok di omong nikah aja,

__ADS_1


Setelah pamit pulang pada Tasim, Al langsung mengendarai mobilnya kembali, karena dirinya juga mau mampir kerumah mbah Uyutnya, mumpung libur dan masih di Indonesia


3 Menit berlalu, Kini mobil Al masuk ke kampung Mbah uyutnya, dan parkir di tempat biasa mereka parkir,


Dan kebetulan saat ini ada beberapa orang yang sedang pulang dari sawah dan melewatinya dengan terus memandangnya


Al hanya biasa karena sering kali hal itu terjadi, bahkan kata Uminya saat Uminya masih kecil dulu, dan semua itu karena sifat iri para tetangga Charir dan Toha, yang oro pada keberhasilan dan ke suksesan mereka


Toha yang barusan dari arah lain melihat ada mobil yang parkir di sebelah musholla miliknya mendekat, dan melihat siapa yang tadang


" Masyaallah.... Ternyata bule Mesir.." ucap Toha dari arah belakang


" Eh mbah... Assalamualaikum.." ucap Al bersalaman pada Toha,


Sesaat kemudian Alif juga menyusulnya, dan berjalan ke arah bapaknya


" Siapa pak?" tanya Alif dengan Al yang masih membelakanginya


Al segera balik badan dan..


" Ya Allah.... Bule Mesir, kapan sampai?" ucap Alif kaget dengan keberadaan Al di sana


" Ngomong ngomong ini sepertinya mobilnya baru lagi" ucap Alif yang tanggap akan perubahan mobil Al


" Bukan punya Al Om, ini punya El, punya Al masih sama" jawab Al apa adanya


" Wih.... Keren, boleh di coba gak?" tanya Alif penasaran


" Coba aja lah, Nih kuncinya, " jawab Al santai dan Alif langsung menerimanya


" Gue coba dulu ya Al, loe kalau mau masuk, masuk aja dulu sama kakung" ucap Alif yang seenaknya sendiri


" Eh... Emang kamu aja yang mau coba, Ayah juga mau ikut Lif" elak Toha gak mau ngalah


" Oh ayah mau ikut?? Boleh tapi duduk sebelah Alif aja ya, kalau bawa takutnya boyoknya kumat, nanti gak bisa ketekuk " jawab Alif yang walaupun sudah tua, masih suka bantah bantahan dengan bapaknya


" Udah bawa aja Om, Kung... Al mau kedalam dulu temuin mbah Uyut, " jawab Al paling males dengar perdebatan Toha dan juga Alif anaknya


Setelah itu Al langsung masuk kerumah mbah buyutnya, yang mana itu rumah neneknya, yang dulu di berikan pada Jihan,


Tapi Jihan tentu gak bertempat di sana, karena kurang apanya coba rumah dan istana dari Zain itu

__ADS_1


" Assalamualaikum...." ucap Al saat akan masuk


" Waalaikum salam.." jawab Charir dari arah dalam,


Charir usianya juga sudah gan muda lagi, dia juga udah tua dan udah kepala 6,


Tapi Umur tak menjamin ke lapuhan seseorang, Charir dan ibunya masih sama sama kuat, masih sehat dan bugar


" Lho lho lho...... Orang Mesir toh ini" ucap Charir kaget dan Al langsung mencium tangan Charir


" Kapan sampai?" tanya Charir menepuk pundak Al


" Barusan sampai mbah, udah jumpa sama mbah kakung dan Om Alif juga" jawab Al apa adanya


" Terus mereka mana sekarang?" tanya Charir yang belum melihat suami dan juga anaknya


" Ada... Masih nyobain mobil El dulu" jawab Al sambil duduk di shofa terdekarnya


" Nyoba mobil? " aget Charir dan Al mengangguk


" Tuekan kakean tingkah,..... Tadi ikut juga kakung Al?" tanya charir menyelidik


" Iya malah rebutan mau bawa sendiri mbah Toha"


" Eh..... Mbah tuek, boyoen kapok nanti, " kesal Charir pada suaminya


" Biar makin ketekuk nanti boyoknya, gerang pongkrang masih aja rebutan" tambah Charir kesal sendiri pada anak dan suaminya


Karena entah bawaan apa gimana, setua Toha dan Alif mereka masih sering ribut, padahal seperti Toha yang sudah punya cucu dari Alif dab Atif,


Tapi Toha masih sering tebutan bahkan eker dengan Alif yang selalu terlihat kocah


" Lho... Ada siapa ini? Uyutnya Uti?" ucap nenek Jihan ikut keluar


" Uyut.... " jawan Al langsung berdiri menghampiri buyutnya


Al membantu dan menuntun buyutnya yang semakin terlihat tua saat ini


Al membantu juga untuk duduk di sebelahnya, dan juga merangkul pundaknya


" Uyut sehat kan Uyut..." tanya Al yang begitu perhatian sama mbah buyutnya,

__ADS_1


__ADS_2