Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Menuruti semua


__ADS_3

Sesampainya di rumah Jihan dan Zain masih di ruang tamu, Jihan di rusuh istirahat masih enggan, dan Zain masih mau menunggu anak kesayangannya juga


El dan Zula kini sudah sampai di pekarang rumahnya, Zula yang tadinya hampir ngantuk kini matanya teebelalak melihat bangunan megah dan mewah bernuansa minimalis modern dengan tipe enrah berapa,


" Eh.... Ini rumah kita ya bang?" tanya Zula terbelalak matanya


" Bukan rumah hantu" jawab El sekenanya dan


Dug... sebuah kamplengan mengenai lengan El


" Kebiasaan" jawab Zula kemudian turun dari mobil El dan meninggalkan semua belanjaannya


" Woy... belajaanmu..." teriak El


" Abang yang sholeh, bawakan ya..." jawab Zula sambil nyengir dan melambaikan tangannya


" Asem.." umpat El kesal dan mau gak mau harus kembali ngangkut belanjaan adeknya


Ya kapan lagi, dari kecil juga gak tau kalau punya adek, tau tau udah besar gak apa lah ya, di repotkan sebentar, mumpung masih di rumah sebelum kembali ke Jakarta lagi


" Assalamualaikum...." ucap Zula saat masuk rumahnya


" Waalaikumsalam... Ya Allah putri Abah" ucap Zain menyambut kedatangan Zula


Zula terhenti dan berdiri mematung, dia merasa terharu, baru kali ini dia pergi di anter, dan datang di sambut oleh keluarga, apa lagi abahnya yany sekarang menyanbutnya ,


" Kok berhenti di situ sayang" ucap Zain mendekat pada Zula


" Zula terharu Bah, biasanya kedatangan Zula gak pernah di sambut seperti ini" jawab Zula terus terang,


Biasanya kedatangannya di sambut dengan sebuah tatapan kebencian dan tatapan aneh dari teman temannya


Kali ini sambutan hangat dari Abahnya yang membuatnya kini jatuh kepelukan Abahnya


" Sekarang kan Zula udah jumpa Abah, Zula putri kesayangan Abah, jadi Zula akan selalu Abah sambut , bahkan abah antar ke manapun Zula pergi" jawab Zain mengelus pundak putrinya lembut


" Udah besar bawa mobil sendiri" jawab Jihan yang mendekat


" Enggak... Abah yang mau ngantar" jawab Zain cepat sambil menggandeng Zula ke arahnya


" Iya lah, putri kesayangan Abah sekarang" ucap Jihan sambil melirik ke arah Zula, tentu dengan maksud bercanda

__ADS_1


Karena Jihan tau Zula dan Zain tentu saling kangen, secara dari bayi sampai dewasa saat ini mereka baru mengenal satu dan yang lainnya


" Umi jangan cemburu gitu dong" ucap Zain yang duduk dengan Zula di dekat Jihan


" Oh gak boleh? Dulu Abah juga sering rebutan Umi sama Al" bantah Jihan cepat mengingat masa kecil Al yang sering bertengkar dengan Zain


" Oh ya?? Masak dulu Abah cemburu sama Bang Al, dan berebut Umi?" tanya Zula penasaran


" Iya tiap hari berantem dan berebut" jawab Jihan bercerita


" Hahaha... Sekarang berebut Zula mereka" tambah Zula sambil melirik El yang baru masuk sambil bawa paperbag banyak


" Wow banyak banget Bang El, belanjanya, " sindir Zula melihat El kesusahan


" Punya Loe.." bantah Zula cepat


" Hahahahaha makasih Abang," jawab Zula menghampiri El dan membantu bawa belanjaannya


" Maaf ya Bah, Umi, Zula tadi ambil banyak belajaan di butik Abah sama Umi, Zula Khilaf, " ucap Zula pada Abah Uminya


" Kebiasaan kalap kalau belanja" jawab Jihan yang sudah faham Zula


Dan Zula menanggapinya hanya dengan cengiran kuda yang cukup manis


Zain memang gitu, gak pernah menolak apa keinginan anaknya dan ingin selalu menuruti apa kemauan anak anaknya,


Apa lagi dengan Zula putri satu satunya, bahkan baru berjumpa saat ini, dan itu semua karena tekat dan penyesalan Zain yang merasa gak pernah pecus menjadi seorang Abah


" Emang abah mau menuruti apa kemauan Zula?" tanya Zula balik


" Oh.. Tentu dong, putri kesayangan Abah Kok, apapun yang Putri Abah Minta Abah turuti" jawab Zain semangat


" Zula hanya mau 1 aja Bah, " ucap Zula teduh karena sedari dulu ke inginan dia cuman itu, tapi gak pernah di turuti oleh Uminya


" Apa sayang? bilang aja, jangankan satu banyakpun Abah turuti" jawab Zain sambil merangkul Zula lagi


" Zula hanya mau boyong dari pesantren, Zula mau di rumah aja, mau kumpul sama Abah Umi, dan Abang, Zula sudah lama di pesantren, sampe Zula nglotok semua hafalan Zula, Zula mau bersama kalian semua, " jawab Zula sambil menundukkan kepalanya


Sebenarnya Zula memang sudah gak betah di pondok sejak lama, apa lagi melihat sikap sikap teman teman Zula yabg sangat rese,


Padahal dia gak pernah ngejahatin mereka ,tapi tanggapan mereka terhadap Zula sangat jauh, dan memandang Zula sebelah mata

__ADS_1


" Lha kok boyong, belum lulus juga" saut Al yang baru turun dari lantai 2


" Gak apa apa, tanpa kamu minta Abah tetap akan lakukan itu, " saut Zain cepat


" Karena dulu Abah selalu bilang sama Umi, Kalau abah di karuniai anak lagi, apa lagi kalau cewek, Abah memilih untuk tetap di rumah, jaga putri abah, gak akan abah titipkan ke pesantren manapun" tambah Zain teringat kata katanya


" Denger kan Il, gimana kalau Abah tau dari dulu, kamu paling jadi anak manja, yang pastinya, Abah Umi Yakin, belum selesai hafalan Al Qur'annya, apa lagi sampai hafal alfiah, dan Sab'ah" saut Jihan yang membayangkan gimana Il kalau sampai dulu Zain tau sejak Il kecil


Zain makin menatap lekat wajah Zula, dan gak menyangka anaknya sudah hafal semuanya


" Kamu udah hafal semuanya nak?" tanya Zain makin terharu


Dan Zula mengangguk dan memeluk Abahnya lagi , begitu juga dengan Zain yang membalas pelukannya


" Bukan itu aja Bah, Si cewek tengil ini, " ucap Al terhenti


" Jaga mulutmu ya Bang, Zula bukan tengil" bantah Zula memotong ucapan Al


" Tengil lah, orang sombong dan jutek banget" jawab Al gak mau kalah


" Iya karena Elo guru rese, " jawab Zula membantah Al lagi


" Rese gimana?" tanya Al bingung


" Rese lah, Gue duduk anteng di belakang pojok ujung, tanpa pergerakan loe datangi langsung kasih pertanyaan, untung otak gue nih ya, sebanding sama Otak Umi, kalau enggak, udah melayang kursi gue" cerocos Zula sok jagoan


" Weeeh... Ngeri banget" ucap El yang belum tau


" Hem.... Bukan seberapa Itu mah El, " cibir Al mulai akan kembali bercerita saat pertama ngajar Zula


" Terus lah sana, bongkar semua" sindir Zula yang membuat Al tertawa


Zain pun ijut tersenyum juga dan terus merangkul pundak Zula


" Dan Al baru ngerti dan baru ketemu sekali ini lho bah, Ada murid yang nantangin gurunya, aneh kan?" tambah Al lanjut cerita


Zula sudah cemberut dan pengen nahan tawa, tapi biar lah, biar makin seru kumpulnya


" Dia sadis nih Mi, Bah, gue penasaran dong, guru cakep yang lain klepek klepek dia menatap sadis, Al pikir kesurupan, Al deketin lah, tatapannya masih sama, santai duduk jigang sambil menatap Al santai dan jutek tanpa senyum, " tambah Al sambil memeraktekkan apa yang Zula lakukan dulu saat pertama jumpa dengannya


" Al panggil, Kamu coba bacakan hadis ini hadisnya imam ini, sekalian ya kasih soal sulit, pikir Al karena dia bandel dan bangkang, paling gak bisa, eh sedetik kemudian hadisnya di hafalkan, " tambah Al lagi dan Zain langsung memberikan 1 hadiah kecupan di pipi Zula

__ADS_1


" Sehabis itu, Al langsung penasaran, tak suruh lah menemui Al di ruangan, jawabnya apa cobak? " tanbah Al bertanya dan


" Anda ada perlu apa?" saut Zula sambil menirukan dia dulu menantang Al sebagai gurunya


__ADS_2