
" Rasa ketakutan buk Jihan sekarang sedang ada di puncak katakutan pak, rasa trauma dan kecemasan sekarang juga ada di puncaknya, " ucap Gira mulai menjelaskan
" Melihat orang yang dia takuti, melihat wajah orang yang dia cemaskan, seolah sudah tidak mampu lagi, karena rasa takut yang menyerang perasaannya " tambah dokter gita lagi
Zain semakin frustasi, ternyata sikapnya dulu hingga berdampak berat seperti ini pada istrinya,
Sosok wanita yang gak pernah salah tapi selalu di salahkan selalu dia jadikan kambing hitam selalu dia marahi bentak dan maki maki
Hati Zain serasa ingin di buang jauh jauh, dia merasakan sakit karena dia gagal menjadi seorang suami dan gagal menjadi seorang ayah juga
Hartanya melimpah tapi ternyata anak dan istrinya tidak bahagia selama ini
" Apa bisa kembali seperti sedia kala dokter?" tanya Zain menahan tangis aur matanya
" Bisa pak, tapi saya butuh bantuan bapak" jawab Gita terus terang
" Bantu saya untuk menyembuhkan trauma buk Jihan, cari orang yang dulu pernah membuatnya sampe ketakutan seperti ini" tambah Bu Gita lagi yang tidak tau kalau Zain sendiri yang memuatnya seperti ini
" Terus orang itu harus apa dokter?" tanya Zain lagi karena tidak tau apa yang dia lakukan untuk mengembalikan Jihan lagi
" Orang tersebut harus meyakinkan kalau dia gak akan mengulang lagi Hal yang membuat buk Jihan trauma cemas dan ketakutan pak"
" Buk Jihan sudah terbangun saat ini, dia dengar apa saja yang orang di sekitarnya katakan, taoi dia takut untuk membuka matanya, dan rakut untuk berjumpa araupun melihat orang tersebut" tambah Gita lagi
" Sumbernya ada di situ, tolong bantu saya biar kita sama sama bisa menyembuhkan buk Jihan" tambah Gita lagi dan Zain langsung berdiri
" Terimakasih dok, saya permisi dulu" ucap Zain langsung keluar ingin segera menemui Jihan
Di situasi lagi, Kini Della dan Imam sudah mendarat di bandara SRG,
Dari perjalanan saat Jihan di bawa ke Rumah sakit Zain sudah menelfon Imam dan memintanya untuk segera ke SRG
__ADS_1
Setibanya di SRG mereka langsung di jemput oleh Irfan yang pastinya dapat utusan dari Zain
" Assalamualaikum pak Irfan" ucap Imam saat turun dari pesawat pribadi Zain
" Waalaikumsalam Pak Imam" jawab irfan berjabat tangan dengan imam
Irfan tak sendiri, Irfan di temani oleh Ismi kali ini, dan antara ismi dan Della juga sudha saling bersalaman dan cipika cipiki
" Gimana sebenarnya ada apa pak Irfan?" tanya Della sudah khawatir
" Saya kurang tau mbak Della, pokoknya pak Zain nyuruh saya untuk panggil mbak, dan langsung suruh ngantar ke Rumah sakit, ada yang mau di bicarakan" jawab Irfan yang belum tau kebenarannya
" Jihan jatuh pingsan tadi Mas, El tadi ngabari, " jawab Ismi yang ada di belakang Irfan
" Jatuh kenapa?" tanya Della kaget
" Gak faham saya mbak, sepertinya ada masalah, orang El bilang setelah terungkap entah apa yang terungkap saya juga gak faham juga" jawab jawab Ismi yang sempet mendengar ucapan El tadi
" Anter kami segera ya Pak" ucap Della terburu buru dan sangat panik banget
Kemudian mereka semua buru buru masuk ke mobil Irfan, dengan raut Wajah della yang sangat panik
" Udah tenang Mi, nanti jelaskan apa yang sebenarnya aja, gak usah panik gitu" ucap Imam sambil mengelus pundak Della lembut
Della tak menjawab dia sudah gemeteran sendiri, dia tau Jihan belum membuka masalah Il dulu, Della tau semua masih di rahasiakan, dan Della juga tau trauma Jihan yang sangat mendalam, tapi Della gak pernah tau gimana perkembangan Zula, karena setelah Jihan kembali sama Zain, Della sempet bareng dengan Zula sebentar, tapi habis itu ikut tugas Imam yang pindah ke kantor pusat hingga tidak pernah mengerti tentang Zula karena Jihan yang tidak pernah mau cerita, begitu juga dengan Della yang takut bertanya karena takut Jihan kumat traumanya
Sesampainya di Rumah sakit, Della langsung berlari di mana tempat Jihan di rawat, dan di sana sudah ada Zain dan anak anaknya yang ada di sebelah Jihan
" Assalamualaikum pak..." ucap Della pelan dan berjalan ke arah mereka
" Waalaikumsalam..." jawab Zain dan yang lain menoleh ke arahnya
__ADS_1
" Ya Allah mbak Jihan" ucap Della mendekat pada Jihan
Jihan yang masih terpejam dengan terus menggigit bibir bawahnya karena ketakutan, mendengar kedatangan Della
Hati Jihan sedikit lega, dan berharap semoga Della bisa menjelaskan semuanya, agar dia tidak mendapat amukan dari Zain lagi
Air mata Jihan kembali menetes, rapi dia masih tak sanggup untuk membuka matanya,
Badannya lemes, dan tidak bertenaga, karena spaneng menahan rada cemas dan takut terhadap anak dan suaminya
" Mbak Jihan kuat, mbak Jihan baik, mbak Jihan gak bersalah, mbak Jihan wanita hebat, Mbak Jangan takut, mereka semua sayang sama mbak, hal dulu gak akan terulang lagi mbak, semuanya sayang sama mbak, semuanya peduli sama mbak, sekarang mbak Jihan waktunya bahagia, waktunya tersenyum dan kumpul dengan keluarga" ucap Della yang tau semuanya, karena Jihan sering kali curhat dengannya saat berjumpa maupun di telfon
Semua anak anak Jihan heran dengan ungakapan Della barusan, dan masih bingung apa yang terjadi dulu? sehingga Uminya bisa trauma separah ini
Air mata Jihan terus menetes deras, menangis tanpa suara dan tanpa gerakan pada tangan maupun tubuhnya
Della menggenggam tangan Jihan lembut, Dengam Zula yang menyingkir sebentar ke arah Al dan El yang ada di belakangnya
Zain ada di seberang Della dengan terus menggenggam tangan Jihan dan menyesal dan sangat merasa bersalah dengan apa yang dulu pernah dia berikan pada Jihan, dengan akibat yang fatal seperti ini
" Sayang.... Abah gak akan pernah marah lagi, Abah gak akan pernah jahat seperti dulu lagi, Umi tau kan, Umi dengar kan apa yang abah janjikan dan abah sumpahkan dulu pada Bapak Ibuk, Abah masih ingat semuanya sayang, ayo bangun, buka mata untuk abah dan anak anak" pinta Zain sangat panik dengan istrinya yang masih mematung dan terus mengeluarkan air mata
Mendengar pernyataan Della dan Zain sekarang Irfan baru menyadari dan baru faham apa yang sebenarnya terjadi pada Jihan, dan ini ada kaitannya dengan masa lalu Jihan dan Zain, di novel season 2 DERAI AIR MATA
" Sayang.... Ayo bangun sayang, ayo buka matanya, Abah gak mau di tinggal Umi lagi, Abah gak mau Umi diem kayak gini lagi ,Abah gak bisa hidup tanpa Umi, ayo sayang..." tambah Zain gak peduli di anggap lebay oleh orang di sekitarnya
Zula yang sebelumnya mengenal Zain yang sangat berwibawa dan bijaksana, kini merasa konyol dan lucu aja kalau Zain sangat bucin dan Lebay seperti ini
" Pak Zain bucin dan lebay banget ya ternyata" ucap Zula sambil menyenggol Al yang ada di sebelahnya, dengan menahan tawa
" Abah" jawab Al cepat
__ADS_1