
Setelah pergi dari Al, Zula langsung kembalo ke kelasnya, dan langsung kebangku paking ujung dan paking pojok sendiri
Baru beberapa bulan ini Zula merasa ada orang yang bisa di ajak bicara, orang yang tidak mencari perkara, tapi ternyata Zula salah menilainya
" Okey Zula, Elo bukan sekali dua kali di beginiin sama Orang, Elo sudah berulang kali dan sudah seperti angin yang cuman lewat saja" batin Zula yang seperti sudah menjadi makanan ringan baginya
Hari Besok, Adalah hari Senin, di mana sekolah akan libur karena ada ujian akhir untuk anak kelas 11 dan 12,
Zula sudah melihat pengumuman itu di papan pengumuman tadi, Zula melirik sebentar untuk berfikir sejenak
" Gue Pulang aja lah, gak asyik di pondok, enakan di rumah main dengan teman onlin aja" batin Zula yang ingin mencari kebebasa
" Ah... Apa gue haeling aja ya, biar seru" batinnya lagi mencari hiburan yang makin seru
" Ah... Mantai enak deh kayaknya" tambahnya langsung membuka laptopnya dan menghubungi teman temannya
Ya Hobi Zula kalau sedang gabut di masa liburan, mencara jati diri kesenangan dengan teman online
Tepat Jam setengah 2 siang saatnya Zula pulang sekolah,
Seperti biasa menggendong tas ranselnya berjalan sendiri dengan gaya angkuh dan cueknya
Tiba di lantai paling bawah, Al sudah menunggunya,
Al merasa sangat bersalah padanya, pasalnya Al hanya ingin berteman dengannya, dan menemaninya tanpa menyakiti hatinya
Tapi naas, Al salah ucap Al salah berucap dalam menyampaikan maksud dan Niat baiknya hingga membuat Zula tersinggung dan salah faham
" Tunggu Zula," ucap Al tanpa di gubris oleh Zula yang terus berjalan melewati Al yang sudah menunggu lama
Seorang Al Musthofa, Pemilik yayasan di cueki dan di diamkan oleh anak murid teraneh di sekolah
Kurang kerjaan sih kesannya, tapi entah.. Hati Al mengajaknua untuk terus mengejar Zula dan meminta maaf
Al sendiri gak tau apa yang ada dalam hatinya saat ini, gak tau perasaan apa ini, intinya dia masih baik baik saja dengan Yasmin, dan belum ada tanda tanda keretakan hubungan mereka
Tapi Al justru memberi simpati lebih pada Zula, hatinya merasa nyaman dan dekat dengan Zula, rasa ingin tau dan ingin dekat terus mendorongnya untuk lebih pada Zula
" Nazula tunggu.." ucap Al terus mengejar Zula
Zula masih berjalan santai dan sedikit mempercepat langkahnya untuk menghindar pada Al
__ADS_1
" Nazula.." ucap Al berhasil meraih tangan Zula dan menggenggamnya kuat
Zula masih terdiam tanpa menoleh dan menjawab panggilan dari Al tersebut
" Gue minta maaf, gue salah ucap, dan elo salah faham, sekali lagi gue minta maaf" ucap Al pada Zula dengan genggaman tangan yang masih terikat
Di sisi lain tak jauh dari mereka Nada and the geng melihat aksi Al yang terlihat merendahkan dirinya sendiri hanya demi seorang Zula
" Gila ya tuh banh El, orang ner 1 di BNT rela lari lari demi anak sampah itu" ucap Nada kesal
" Mereka apa udah jadian? kok Pak Al sampai segitunya sih sama Zula" ucap Cila ikut curiga
" Iya mungkin, Pak Al bucin sama Zula" sambung Fitri teman geng Nada
Banyak murid BNT yang memerhatikan mereka, bahkan bertanya tanya ada apa dengan keduanya
Tapi Al tidak peduli pandangan dari murid muridnya, karena Al tau Zula juga gak peduli hal itu, dan gak peduli juga menjadi perbincangan mereka
" Elo bisa lepas tangan gue gak?" ucap Zula sadis
" Enggak... Maafin gue dulu" jawab Al cepat
Seperti seorang cowok yang mengejar cintanya dan mengemis maaf dari ceweknya
Namun Al terus menggengam erat tangan Zula tanpa mau melepas, padahak El juga tau Zula bukan mukhrimnya, tapi entah mengapa saat ini Al melupakan hal itu dan terus mencegah Zula untuk pergi sebelum memaafkan dirinya
" Lepas Pak..." ucap Zula dangan tatapan tajam
" Gue minta maaf" ucap Al terus berusaha
" Gak usah maksa" jawab Zula lagi makin sadis tatapannya
" Gue..." ucap Al terpotong
" Pemaksaan itu gak baik" ucap Zula sambil mlepas paksa tangannya dari Al
Setelah tangan terlepas, Zula langsung berlari meninggalkan Al yang masih mematung di depan gerbang sekolah
Kali Ini tentunya Al akan menjadi bahan perbincangan di seluruh siswi sekolah BNT, Bukan hanya mereka saja, tentunya banyak guru yang melihat di sana, dan di mastikan semua yayasan juga bakalan tau kalau Al sedang mengejar ngejar Zula
Sekolah Zula tak jauh dari pondoknya, cuman nyebrang saja dan sampai pondok di mana tempat Zula tinggal, dan Al melihat itu kalau Zula masuk ke gerbang sebelah kafe depan BNT tempat di mana dulu Jihan sering nongki di sana
__ADS_1
Sesampainya di pondok Zula langsung masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya sebelumnikut kajian kitab kuning di aula pesantren
" Ah... Gue izin aja lah, pulang sekarang" batin Zula kembali duduk dan bangun dari tidurnya
Zula bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan juga kakinya, tak lupa Zula juga ganti baju dan bersiap ke ruangan pengurus pesantren yang rata rata mereka adalah bawahannya dalam arti lebih lama dari zula di pondoknya, tapi usianya tentu seatas Zula
" Assalamualaikum..." ucap Zula langsung keruang pengurus
" Waalaikumsalam... ada apa dek? gak makan dulu, " jawab sang lurah pesantren melihat kedatangan Zula yang seharusnya ini waktunya makan siang untuk anak pesantren
" Anak sultan buk.. udah kenyang di kantin sekolah" sindir sesama pengurus yang tidak di gubris oleh Zula
Sudah menjadi hal biasa bagi Zula mendapat celaan seperti itu
" Anda kelaperan ? ambil jatah gue, dengan senang hati" jawab Zula tumben meladeni
" Apaan sih judes amat" jawabnya merasa gimana gitu
" Baru sadar?" jawab Zula santai dan sang lurah seketika menghentikan mereka
" Ada apa dek?" tanya bu lurah pondok sopan
" Mau izin pulang mbak" jawab Zula santai
" Ngapain pulang? di sini semua tercukupi kamar pribadi, kurang apanya lagi?" saut pengurus tadi
" Kurang piknik... Mau ikut gak?" tanya Zula makin santai
Sontak pengurus tersebut tidak bisa menjawab dan nyinyir lagi
" Mau ada keperluan apa dek?" tanya lurah lembut
" Mau piknik mbak" jawab Zula santai
" Emang sekolahnya libur ya dek?" tanyanya lagi
" Iya 5 hari kedepan libur" jawab Zula singkat
" Mbak gak bisa kasih keputusan ya, mbak minta maaf, soalnya ini udah mau akhir sanah, dan bentar lagi ada istimaul Qur'an, untuk menghatamkan sesuai priode haflah nanti, " jawab sang lurah lembut
Dia sangat mengerti karakter Zula seperti apa, dia sebagai pimpinan juga harus mengertj dan tau gimana cara menanggapi Zula
__ADS_1
" Ke Ndalem aja ya, sama abah Umi, " tambahnya lembut sambil mengelus punggung Zula