Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Pelakor


__ADS_3

" Al...." Ucap Zain pada Al yang cukup ngawur


" Hehehe Canda Bah" ucap Al cengengesan


" Walau kalian Abang Adek, kalau udah dewasa gak boleh tidur bareng, apa lagi sebelumnya kalian saling suka" jawab Zain memberitahu


" Denger tuh jangan mesum" ucap Zula pada pedua abangnya


" Jadi Kamu gak suka warna pink Nak?" tanya Zain pada Zula yang menjawab dengan mengangguk


" Okey nanti Abah ganti ya, mau warna apa?" tanya Zain lagi


" Nanti Zula sendiri aja yang milih deh, " jawab Zula pasrah


" Ya udah sekarang kamu bisa bobok, di kamar situ aja, masih banyak kamar yang lain kok" ucap Zain menuntun Zula ke kamar yang berada di sebelalh kamar El,


Zula mengikuti arah di mana Abahnya menunjukkan, dan.


Ceklek, ...


Zain membuka kamar tidur untuk buah hati cantiknya, ya walau bukan kamar itu yang sebenarnya untuk Zula, yang mana kamar itu biasanya di tempati tamu yang berkunjung


Kini pintu terbuka lebar terlihat suasana aestetik dan minimalis kamar tersebut, dengan warna cat abu ke ungu unguan, rekomendasi dari Jihan dulu saat ga ti cat


Dan ada tempat tidurnya yang bukan king ataupun quin size, tapi ukuran sedang yang hanya matras saja, yang sudah di cover dengan seprai dan bed cover yang senada dan cocok dengan warna kamarnya,


" Wow.." gumam Zula takjub dengan warna favoridnya, yang gak terlalu cewek banget


Di sana memang belum lengkap, belum ada lemari ataupun meja makan, hanya ada nakas kecil di sebelah tempat tidur, tapi tetap ada toilet atau kamar mandi dalam juga


Zula berjalan masuk kedalam, tak lupa mengucalkan salam juga saat masuk


Mata Zula mengelilingi ruangan tersebut yang sudah cocok di hatinya, dan berjalan ke arah gorden yang menutupi jendela yang menghubung ke balkon kamarnya


Perlahan Zula menyibakkan, dan ..


" Wow....." gumam Zula lagi yang dari jauh sana dia melihat lemandangan malam di kota SRG, dengan view yang menakjubkan menurutnya, gimana tidak dari kamar Zula terlihat luasnya halaman belakang rumahnya, dengan kolam renang yang sangat luas, dan juga gazebo serta sofa aesthetik yang membuatnya ingin segera ke bawah dan menikmati indahnya halaman belakang rumahnya,

__ADS_1


Di tambah di sebrang sana ada pemandangan perkebunan dan bukit hujau yang tidak begitu kelihatan, karena sudah malam dan hanya terlihat sebuah lampu pijar yang cukup indah


Terlihat katrok memang karena Zula yang biasanya tinggal di KDS di pesantren, baru sampai di suguhi tempat yang begitu indah,


Biasanya kalau lihat begituan karena nginep di hotel, dan sekarang akan jadi tempatnya terus


Zula membalikkan badannya, dan menghampiri abahnya


" Gimana bobok sementara di sini dulu mau ya, biar besok Abah ubah kamar kamu, mau warna apa?" ucap Zain pada Zula dan mengelus lbit pundak putrinya


" Enggak bah, ini cukup, Zula di sini aja, biar ini jadi kamar Zula" jawab Zula justru suka dengan kamarnya


" Tapi ini kurang besar sayang, kasurnya aja cuman mantras di bawah" jawab Zain yang selalu ingin memberi yang terbaik


" Cukup bah, paling cuman lemari sama meja belajar Zula aja, " jawab Zula sopan


" Untuk kasur biar begini aja, Zula tidurnya lasak, nanti kalau tinggi jatuh takut" jawab Zula santai yang mamang super aktif


" Hemm.... Umi dua ini" jawab sambil mengelus pundak Zula


" Ya sudah kalau kayam gitu sekarang istirahat dulu ya, Abah mau turun nemenin Umi, " pamit Zain kembali mengecup kening Zula


" Sayang kamu juga nak.." jawab Zain lembut dan membalas pelukan putrinya


Kini Zain sudah kembali ke kamarnya, karena Jihan saat ini memang belum sembuh total, masih ada bekas bekas rasa trauma yang menyelimuti hatinya,


Zain yang tau kondisinya juga harus sering sering menemani dan mendampinginya,


Dan Zula sekarang sedang mandi dan berganti baju yang barusan dia pake tadi,


Setelah mandi, Kini Zula kembali menghidupkan data di ponselnya yang sempet mati karena peristiwa tadi, yang membuatnya melupakan sejenak kehidupannya di sosial media


Zula ingim segera bercerita kepada teman teman nongkrongnya, teman haeling dan juga teman muncak dan lain lain , siapa lagi kalau bukam ucup in the geng


Tapi karena sudah malam Zula hanya akan cerita dengan ucup saja, kakak pertamanya sebelum berjumpa dengan kedua abang kandungnya


Saat data di hidupkan, buanyak banget pesan yang masuk, dari teman temannya yang tadi sempat di hubunginya saat galau galaunya

__ADS_1


Dan lebih banyak lagi si ucup yang sangat khawatir banget padanya


Zula tersenyum dan ingin segera menelfon Ucup dan bercerita kabar bahagianya hari ini


Panggilan sudah terhubung, dan seketika wajah Ucup nemplok dilayar ponselnya


" Hallo Assalamualaikum... Loe gak apa ala kan, loe baik baik saja kan? loe galau kenapa? sorry dari lagi paket gue habis, gue baru beli magrib tadi, dan gue sibuk lanjut ngejarkan sekripsi, gue minta maaf banget, gue gak tau kalau elo galau seperti itu, sekarang elo paati di rumah kan? gue keterminal sekarang ya, gue kerumah elo sekarang" cerocos Ucup yang sangat khawatir


Zula terharu mendengar kakhawatirannya terhadap Zula, Di tengah tengah teman temannya yang justru selalu mengabaikannha dan memandang sebelah matanya


" Gue baik bestie.. Gue ada kabar gembira banget, " jawab Zula penuh haru


" Maksud loe?" kaget Ucup menghentikan cerocosannya


" Kamu jadi menerima kakaknya?" tambah Ucup yang tau perihal perebutan dan el kemaren


" Adeknya mau ngalah gitu?" tambahnya menebak


" Bukan, karena dua duanya gak jadi" jawab Zula menjelaskan


" Maksud loe, loe menolak semuanya? tapi kata loe gak enak sama Abahnya?" jawab Ucup belum faham


" Ih.. Ucup... Iya, gak jadi semuanya dan gue milih abahnya aja sebagai cinta peetama gue" jawab Zula makin membuat ucup bingung


" Dedek Zula cantik, kamu masih muda ya bestie, jangan jadi pelakor deh, Abang Ucup gak rela" ucap Ucup lembut luarnya saja


" Enak aja, gue bukan pelakor ucup..." bantah Zula cepat


" Lha itu, kenapa loe pilih abahnya, dia kan jug pasti punya Umi, " jawab Ucup masih belum faham


" Itu bukan kabar bahagia ya La, " tambah Ucup kesal


" Ck... Loe tuh cup... Maksud gue, Abah mereka adalah abahku juga, jadi keduanya yang suka sama gue, adalah abang kandung gue, jadi kabar bahagia gue kali ini adalah berjumpa dengan abah gue ya.. cinta pertama gue" jawab Zula menjelaskan


" Haa... Alhamdulillah ya Allah.... Akhirnya loe bertrmu dengan abah loe La, walaupun harus drama " ucap Ucup bersyukur banget dengan kesedihan keluhan Zula selama bertahun tahun padanya


" Terus ceriranya gimana? apa alasannya kok elo bisa tersisihkan jauh? gimana Umi loe, ?" kepo Ucup yang pasti sebelumnya suudzon pada Umi Jihan

__ADS_1


" Ceritanya panjang, dan Umi gue gak bisa di salahkan, " jawab Zula apa adanya


" Jadi gimana? Loe sekarang jadi makin kaya dong La, Elo masih mau main gak sama gue, loe masih anggep gue sebagai abang loe lagi gak? kan yang loe ceritain kemaren Yang mau melamar loe adalah sultan, pemilik Sekolah, " ucap Ucup yang merendah dan sejujurnya takut kehilangan Zula


__ADS_2