Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Nemu Om


__ADS_3

Tiba di acara puncak Haflah di mana Zula menuntut ilmu,


Para wisudawan wisuda wati sudah penaiki panggung, dan sudah membacakan nadzom sesuai wisuda masing masing,


Hingga 3 jam sudah mereka di atas panggung, dan Zula mendampingi Ibu Nyai untuk membagikan syahadah, dan itu permintaan ibu nyai langsung


Setelah usai membagikan syahada Zula turun dan di lanjut untuk para santri yang ikut wisuda meninggalkan panggung kehormaran


Sejak tadi dari bawah, Al yang juga di undang dalam acara tersebut terus memerhatikan Zula, yang tentunya sikapnya beda dengan saat di sekolah


Secara Zula tidak secuek dan sejudes saat bersama teman temannya bila dia bersama ibu Nyai, ramah tawaduk sopan menjadi sikapnya


Bukan bermuka dua, tapi Zula hanya mau orang lain tau kalau kita semua sama tanpa ada perbandingan apapun


Dan Zula bisa mempunyai sikap seperti itu kalau orang lain menghargai dirinya, intinya dia punya prinsip anda sopan saya segan, kalau mereka aja gak ada sopan sopannya ngapain di sopani juga


Sampai Zula turun dan mengikuti ibu Nyai pandangan Al tetap pada Zula


Ibu Nyai kembali ke Ndalem menemui tamu tamunya


Sedangkan acara di panggung di luar di lanjutkan untuk acara rebana hadroh oleh santri putra


Dan Para santri malam ini di beri kebebasan membawa ponsel asal tidak keliar dari area pesantren dan ketemuan dengan santri putra,


Dan Zula kini duduk di salah satu bangku dengan mengotak ngatik ponselnya, membalas DM dari para followesnya kalau dia mau bales sih, soalnya kalau di bales semuanya akan pasti tidak sampai


Di sela sela kesibukan Zula, ada Rizqi yang mendekat padanya,


Ya Rizqi adek dari Jihan itu juga hadir di sana, untuk menemani Tari yang menghadiri acara Nada yang ikut wisuda tapi telat alias sudah tidak waktunya


Jihan dan Zain juga mendapat undangan sebagai orang terhormat di sana, tapi mereka tidak hadir dan di wakili oleh Al yang sekarang menggantikan posisi Zain di BNT


" Lho ada nak Zula juga di sini" ucap Rizqi yang kenal dengan Zula

__ADS_1


Zula mengangkat kepalanya dan menoleh ke asal arah suara


" Om Rizqi.... Ya Allah.. silahkan duduk om.." ucap Zula sopan dan menggeser salah satu bangku kosong di sebelahnya


" Duduk sini Om... Om Apa kabar?" tanya Zula antusias dan mematikan ponselnya untuk menyambut Rizqi


Mereka saling kenal yang awal mulanya Rizqi yang selalu hadir di acara haflah di setiap tahunnya,


Dan Rizqi yang selalu melihat Zula sendirian, Rizqi merasa kasian dan menghampirinya


Rizqi mempunyai sikap ramah seperti Jihan, dan tidak pernah oandang bulu itu siapa dan anak siapa


Hingga setia tahun mereka berjumpa dan ngobrol saling kenalan


Tapi Zula tidak tau kalau Rizqi adalah ayah tiri dari musuh bebuyutannya si nada, karena Zula juga gak tanya Dan Rizqi yang tidak memberi tahu juga


" Alhamdulillah... Om baik, kamu apa kabar nak?" tanya Rizqi yang sudah merasa dekat dengan Zula


Zula merasa walau mereka gak saling kenal sebelumnya dan bukan saudara juga tapi mereka merasa saling dekat dan nyaman aja kalau di ajak ngobor layaknya om dan keponakan


" Zula udah makan nak?" tanya Rizqi perhatian


" Udah dong Om, Masak di acara besar seperti ini gak makan, sayang dong.. Om sendiri gimana? Udah makan belum apa Zula ambilkan Om?" jawab Zula kembali perhatian pada Rizqi


" Om sudah nak, sudah kenyang juga" jawab Rizqi santai


" Oh ya... Om sama siapa kesini?" tanya Zula ramah


" Biasa sama istri, anak om ikut wisuda " jawab Rizqi bercerita, dan Zula mengangguk


" Oh... Iya, selamat ya Om, semoga Ilmunya manfaat barokah" jawab Zula dan Rizqi hanya tersenyum


Sebenarnya Rizqi juga sudah malu, apa lagi kakaknya Jihan juga tau kalau Si Nada juga baru ikut wisuda jurumiyyah, dan Jihan serta Zain hanya tersenyum dan tidak respon apa apa, pasrah lah kalau di tanggapi nanti takutnya menyinggung

__ADS_1


Secara keluarga Zain dan Jihan bukan keluarga sembarangan yang kalau di bilang pelajaran jurumiyyah anak anak Zain dan Jihan sudah nglotok dan hatam sejak di bangku MI atau SD


" Zula udah pernah ikut wisuda nak?? Udah hatam apa aja?" tanya Rizqi membuka obrolan


" Alhamdulillah... Zula sudah selesai om, sudah gak ada hataman berikutnya, tinggal memperbanyak murojaahnya saja, doakan Zula ya Om semoga ilmu yang Zula dapat manfaat barokah, dan Zula selalu di beri ke istiqomahan dalam murojaah" jawab Zula dengan penuh kerendahan hatinya


Ya begitu Zula punya dua sisi yang berbeda, dia tidak pernah merendahkan orang lain, kalau dirinya tidak di rendahkan duluan


Intinya Elo senggol gue ba cok, sadis memang, dan makanya semua orang memilih diam tanpa mau adu adu sama Zula, kecuali Nada yang gak pernah lelah cari perkara dengannya


" Amin amin ya Allah... Semangat ya ndok, Zula hebat, Zula hampir sama dengan kakak Om dulu, begitu juga dengan keponakan keponakan Om, mereka selalu cepat dan tanggap saat belajar di pesantren, hampir setiap tahun ikut wisuda, membanggakan, Eh ini malah Om bertemu dengan kamu yang sama seperti mereka, Om Ikut bangga" ucap Rizqi bangga dan mengelus kepala Zula


" Subanallah... Luar biasa, amin amin ya Allah.. Pasti anak om juga luar biasa seperti sepupu dan budenya" ucap Zula ikut bangga


Namun Rizqi hanya terdiam, karena kenyataan itu justru sebaliknya karena Nada jauh dari Jihan dan anak anaknya


Dari Jauh mata Al terus memandangi Zula, yang sedang ngobrol dengan Rizqi tapi Al tidak tau kalau laki laki di dekat Zula adalah Rizqi pamannya, karena Zula dan Rizqi menghadap ke belakang


Al pengen mendekati Zula lagi, tapi dia tidak mau mengganggu Zula dengan laki laki itu


" Ih ya Zula, om permisi dulu ya, ini anak Om telfon untuk foto shot" ucap Rizqi pamit


" Oh Iya Om silahkan salam ya buat istrinya" jawab Zula sopan


Seperginya Rizqi Zula yang setia tahun mau menanyakan siapa anaknya selalu terlupa, dan tidak sempat


" Ah.. Lajn kali lah, gak penting juga" Gumam Zula kembali menghadap ke ponselnya


Dan Al yang sedari tadi memerhatikan Zula kini beranjak dari bangkunya dan berjalan mendekat pada Zula


Al gak peduli dengan pandangan orang lain, dan dia juga merasa bukan santri sana jadi tetap aman, dan gak ada yang bakal melaporkan


" Assalamualaikum...." ucap Al langsung duduk di kursi yang tadinya di tempati oleh Rizqi dan memandang Zula yang masih serius

__ADS_1


__ADS_2