Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Wejangan


__ADS_3

2 hari berlalu.......


Kini Jihan dan Zain serta El sudah berada di apartemant milik Zain yang dulu di tempati oleh Jihan dan AL EL, sejam yang lalu mereka sampai di sana, dan kini Zain sedang pertemuan dengan clayennya, sedangkan Jihan sedangb membantu El merapikan barang barangnya 


“ Mi....”panggil El 


“ Iya  nak...” jawab Jihan masih sibuk sendiri dengan barang barang El


“ Umi dulu tinggal disini?” tanya El lagi dan Jihan mengangguk 


“ Kenapa sejauh ini? Kan Rumah abah di sana” tanya El lagi menaruh ciruga 


“ Belum saatnya kamu tau El, pokoknya dulu kamu dan Bang Al sama Umi kita tingal di sini” jawab Jihan hampir keceplosan 


Tapi tidak El namanya kalau tidak peka dengan ucapann Uminya, dan masih menjadi tanda tanya besar dalam pikiran El 


“ Terus Abah gak ikut tinggal di sini? Abah kemana?” kepo El lagi 


“ Kalau pulang abah kesini, kan Abah kala itu masih sibuk tausiyah di luar negri, kerjaan dan bisnis di luar negri dulu juga masih merintis, Umi yang jalanin kerjaan bisnis abah yang di sini” jawab Jihan memberi alesan yang bisa dikatakan memang benar adanya tapi intinya tidak di sana 


“ Oh..... Abah sama Umi tidak semoet pisah kan?” tanya El sengaja memancing karena sangat kepo


“ Hus..... kamu ngomong apa sih El, “ elak Jihan cepat 


“ Ya habisnya kalau lihat abah saat ini gak pernah mau pisah dari umi, itu tandanya kalian dulu pernah ada hal yang membuat Abah trauma dong, takut kehilangan Umi” jawab El yang layaknya seperti psikopat 


“ Alah kamu kayak spikopat aja “ jawab Jihan nyeleneh 


“ Lho bener mi, menurut buku nyan pernah El baca dari 100% rumah tangga di usia 25  tahun itu akan tetap harmonis itu cuman 5%, sedangkan yang 95% itu sudah hilang keharmonisan, dan yang 5% tadi itu bisa jadi adanya rasa trauma tkut kehilangan dan lain sebainya” jawab El seolah tau kunci keharmonisan rumah tangga 


“ Eleh kayak pernah baca buku aja” Elak Jihan gak percaya pada anaknya yang ada yturunan ke Toha Tohan, tapi terlalu cerdas mungkin ada centelan ilmu laduni paling 

__ADS_1


“ Ck Umi ini gak percaya, kalau masalah rumah tangga El udah faham betul mi, bahkan cara menyelesaiannya El juga tau,” jawab El songong 


“ Okey... dan sepertinya kamu kuliah salah ambil jurusan, seharusnya di jurusan hukum aja, apa mau kursur di KUA sekalian, jadi penghulu” jawab Jihan ngasal soalny anaknya juga ngasal sok tau 


“ Orang El aja belum pernah daftar nikah ke KUA mau jadi penghulu, yang ada ngences terus setiap hari, gara gara nikahin orang” jawab El sambil rebahan dan Jihan masih sibuk beesin koper koper El 


Jihan tak menjawab dan males juga siang siang gini debat sama El, apa lagi debat  yang gak penting, dengan kesok tauan El


Dan setelah selesai Jihan mendekat pada El, dan membaringkan tubuhnya di sebelah El, serta mengelus kepala anak ke 3 nya itu 


“ Mi,boleh kan...?” tanya El tiba tiba


“ Boleh apa?” 


“ Tahun depan nikahi Heny” jawab El sok Yes dan seperti orang kebelet nikah 


“ Emang kamu udah punya modal nikah?” 


“  Terus orang tuanya?”


“ Ya bebas tanggungan lah, abah Umi juga gitu, gak bisa ngasih kamu transferan, gak bisa ngasih kamu kartu dan fasilitas lainnya”


“ Masak semua di sita?” 


“ Kan kamu udah mau menikah, berarti kamu juga siap hidup sendiri lah” 


“ Jadi semua fasilitas juga di minta dan di tarik mi?” tanya El khawatir dan was was sendiri 


“ Iya lah, abah sama umi juga gitu, abah udah lulus sekolah, udah ada kerjaan, dan ada usaha sendiri baru nikahi Umi, kalau kamu cewek gak masalah El , kamu cowok yang harus memberi tanggung jawab pada istrimu” ucap Jihan memberi masukan pada El


“ Ya tapi kalau kami saling menjaga kan lebih enak kalau serumah Mi” jawab Al masih kekeh 

__ADS_1


“ Terus kamu kerja apa kalau punya istri?”


“ Kerja kantor Abah lah, boleh kan?” 


“ Boleh terus kuliahmu gimana?” 


 “ Ya tetep lanjut lah” 


” Bisa bagi waktu?” 


“ Ya lihat nanti, dan lagian umi sama abah kan banyak perusahaan kenapa gak bagi El aja sebagian, biar El bisa kasih nafkah istri El nanti” 


Jihan tersenyum dan duduk, begitu juga dengan El yang ikut duduk dan bersandar di sandaran tempat tidur


Jihan masih mengelus kepala anaknya lembut, dan sambil menampilkan senyumnya pada El, dan menggenggam tangan El lembut 


“ Emang anak Umi mau, hidup tanpa usaha?” tanya Jihan lembut 


“ Ya gimana ya Mi, memang apa apa lebih nikmat dan terasa dengan di dasari Usaha doa dan ikhtiar” jawab El faham maksud Uminya 


“ Itu lah nak maksud abah dan Umi, kalau abah mungkin dengan mudah berkata Iya, dan silahkan pilih yang mana, tapi tidak untuk Umi, Umi hanya ningin anak anak Umi semua belajar mandiri, kita tidak tau gimana kehidupan kita nantinya, roda kehidupan selalu berputar, kita gak tau kapan kita berada di bawah, kita juga gak tau kapan kembali ke atas, “ ucap Jihan mulai memberi wejangan lagi 


“ Abah sama Umi dulu juga pernah berada di posisi bawah paling bawah malah, dan kita berusaha bangkit, untuk kembali, bangkit untuk masa depan kalian, bangkit untuk kuat menghadapi kenyataan hidup, mencoba untuk tetap bertahan, berusaha karena ada kalian di antara Umi dan abah, ada kalian yang menjadi penyemangat kalian yang membuat kami kuat,” tambah Jihan memberi motifasi pada El 


“ Jadi jalani aja dulu, kedepannya kita hanya bisa ikuti sekenario dari Allah, Umi sama Abah bukannya tidak merestui kalian, tapi Umi sama abah mau anak anak umi sama abah belajar masalah hidup, belajar masalah kehidupan yang  sebenarnya” tambah Jihan menjelaskan apa arti kehidupan 


“ Dulu Umi sama Abah kan udah ada usaha, umi tinggal kuliah saja kan, ngapain repot kan abah udah kerja” bantah El yang bsengaja oengen tau karena dia merasa ada sesuatu dan itu bukan menyangkut harta tentunya  


Soalnya Entah kenapa El itu bisa menerawang kata perkata yang Jihan katakan kepadanya


Apa lagi yang merasa di titik terendah, dan El juga selama ini gak pernah merasakan kehidupan orang tuanya berada di titik terndah, apa lagi masalah harta,

__ADS_1


Dan El merasa saat ini apa yang selalu dia kepoin selalu menjadi misteri apa lagi kalau abah Uminya bilang itu urusan orang tua


__ADS_2