Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Receh


__ADS_3

" Assalamualaikum...." Ulang Al karen tak di jawab oleh Zula


Bukan gak di jawab sih, Zula sudah menjawab cuman dengan suara pelan yang hanya di dengar oleh dirinya saja, Karena Zula juga tau apa hukumnya menjawab salam


" Waalaikumsalam.." kembali Zula jawab dengan suara lirih dan jengkel


Zula masih jengkel dengan Al, karena hati Zula masih ada rasa kurang percaya pada Al, yang kemaren sempat menyinggung walau maksud Al bukan seperti itu


" Assalamualaikum...." Ucap Al lagi dengan terus menatap Zula


" Waalaikum salam..... Apaan sih?" jawab Zula makin kesal


Al tersenyum dan malah gemes melihat wajah Zula yang marah marah gak jelas itu


Dari jawaban Zula yang lumayan kenceng ada beberapa pengunjung dan tamu Undangan yang langsung menoleh padanya, dan cukup menjadi perhatian bagi orang lain


Tapi keduanya sama sama cuek dan gak peduli pandagan orang itu, begitu juga dengan Al yang sudah gak mikirin reputasi dirinya sebagai tamu special mendekati santri kecil dan yang cukup kasar bagi orang lain saat menjawab salah Al


" Boleh duduk?" tanya Al lagi yang tadinya sudah duduk sempat berdiri kembali


" Duduk aja, gak suruh bayar kok" jawab Zula santai kembali otak atik ponselnya


Al kemudian tersenyum dan duduk di hadapan Zula, dengan terus memandangi wajah Zula sehingga sang punya wajah cantik gembul dan jelita itu semakin lama semakin salah tingkah


Ya secuek cueknya Zula, sebagai cewek pasti merasa tidak nyaman kalau harus menjadi pusat perhatian satu cowok, yang gak pernah capek mendekati dirinya


" Kedip..... Gak pernah lihat cewek secantik gue" ucap Zula menyembunyikan salah tingkahnya dan kegugupannya


" Hehehe.. Iya, udah berapa hari gak jumpa di sekolah" jawab Al masih di posisi yang sama


" Libur" ketus Zula lagi


" Makanya itu, gue kangen sama Elo, kangen dengan sikap cuek elo, dan ketus kalau di ajak ngobrol" jawab Al terang terangan tentang sikap Zula


" Nyindir?" ucap Zula datar tanpa mau menatap dan menghadap pada Al dan maish fokus dengam ponselnya


" Bukan nyindir, kenyataannya gitu gak?" jawan Al kembali bertanya balik

__ADS_1


" Ya... Itu sifat gue, terus ngapain elo dekat dekat kalau gue cuek judes dan sadis" jawab Zula seketika menghadap pada Al dan menatapnya tajam


" karena gue suka gaya elo" jawab Al sambil tersenyum manis


Zula sama sekali tidak tertarik maupun terkesima dengan Al,


Kalau banyak anak BNT yang saat Al lewat selalu berteriak histeris, banyak juga yang saat melihat Al senyum salah tingkah sendiri, tapi tidak dengan Zula yang masih biasa biasa biasa aja


Bahka Zula bertahan dengan sikap cuek dan judesnya


" Apa yang menarik dari sikap judes dan cuek? bukannya menyeramkan dan tidak sopan?" tanya Zula mulai menanggapi Al


" Nah itu loe tau" jawab Al cepat


Zula mengerutkan keningnya makin gak maksud dengan ucapan Al yang terkesan mencla mencle


" Maksud elo apa?" tanya Zula kesal


" Elo tau cuek dan judes itu menyeramkan, kenapa sifat elo kayak gitu? sayang lho wajah cantiknya di hiasi sama sikap judes" jawab Al mulai terang terangan Dengan Zula


" Gak penting dan elo gak tau masalah itu" jawab Zula cepat kembali dengan ponselnya untuk membalas pesan dari El yang sedari tadi menemaninya chatingan


" Gak usah sok tau" jawab Zula datar


" Tau lah, dan kalau menurut elo itu gak penting, dan bukan urusan gue, semua itu salah" ucap Al terus berusaha


Zula kembali terdiam tanpa menjawab, baginya Al hanya sengaja mendekatinya, dan gak tau apa tujuannya


" Elo anak BNT, santri BNT, dan gue pemilik serta guru BNT, itu artinya Elo tanggung jawab gue, elo urusan gue, gue mau elo kembali ceria seperti dulu, elo tidak kehilangan kepercayaan pada siapapun" ucap Al akhirnya bisa menyampaikan apa tujuannya selama ini


" Gak usah sok akrab dan sok tau siapa gue" jawab Zula masih gak peduli


" Tau dong.... Sebelum gue deket dengan elo, sebelum gue mendekati elo, gue udah cari tau siapa elo sebenarnya kenapa elo jadi seperti ini" jawab Al dengan lenih percaya diri


Zula terdiam semua yang di katakan Al benar dia kehilangan kepercayaan kepada siapapun, dia terlalu berfikir negatif pada semua orang


Padahal dia selalu di pesan uminya, kalau ada orang seperti itu, biarin saja asal dirinya sendiri enggak seperti itu, diriny selalu dalam hal positif

__ADS_1


Cuman karena kelamaan di bully Zula semakin sakit hati, Zula dan semakin mendalam hingga dirinya berfikir kalau semua orang jijik melihatnya


Padahal salah, banyak sebagian tenan Zula yang melupakan hal itu, melupakan siapa Zula yang tidak tau identitas ayahnya,


Tapi Zula sudah terlanjut cuek terlanjur berubah sikapnya hingga membuat mereka minder dengan Zula


Apa lagi Sekarang Zula yang memilih menyendiri dan hidup sendiri, membuat dirinya makin segan dan makin insecure


" Mereka semua peduli sama elo, mereka mau berteman sama elo, cuman mereka minder dengan elo, minder dengan sikap elo yang cuek ini, " Tambah Al lagi dan cukup menyentil hati Zula yang sudah ditutup


" Ayo lah, Elo kembali seperti dulu lagi lho, Elo kembali ceria, elo banyak kok yang peduli yang sayang sama elo" tambah Al membujuk Zula


Al berani ngomong seperti itu karena Al merasa sudah dekat dengan Zula cukup lama, hampir setengah tahun, sekitar 4 bulanan Al mencoba terus mendekati Zula


Zula merenungi semua ucapan Al, dan Zula merasa tergugah cuman baru 0.0001 persen kalau di ibaratkan


" Elo ngapain disini? " ucap Zula mengalihkan pembicaraan


Al tersnyum dan tau kalau Zula enggan di ajak ngobrol masalah itu, Al faham dan gak mau memaksa Zula untuk terus membahas hal itu, hal yang membuat dirinya sesitif


" Ah elo Zul, emang elo gak tau ya siapa gue?" ucap Al membanggakan dirinya sendiri


" Emang elo siapa? " tanya Zula pura pura amsesia


" Gue memenuhi undangan kesini, mewakili abah gue, tetangga yayasan gak enak dong, kalau gak di undang dan gue gak datang" jawab Al memberi isyarat


" Oh iya deng.. Lupa gue, Tapi gue heran sama elo" ucap Zula sambil menatap Al dan wajah Al pekat


" Kenapa? Ada yang salah sama gue?" tanya Al lagi


" Enggak sih, cuman gue heran aja, kok bisa pak Zain se bijak itu, bisa mempercayakan yayasan sebesar ini sama Elo yang receh " jawab Zula sambil tersenyum bergurau


" Hahaha... Muka gue muka receh banget ya Zul?" tanya Balik Al sambil tertawa


" Bukan gitu sih, Elo receh banget cuman hanya mau deketin gue, dan ngarayu gue, elo tau gak? sikap loe sama gue tuh seperti cowok yang sedang mengejar cinta dan lagi di tinggal ceweknya ngambek" ucap Zula secara terang terangan


"Emang" jawab Al singkat

__ADS_1


" Maksud loe?" heran Zula kembali mengerutkan keningnya


" Gue ngejar cinta loe, mau gak elo jadi cewek gue?" ucap Al sambil mengenvangkan senyumnya kembali


__ADS_2