Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Cengeng


__ADS_3

Zain memeluk Jihan dari belakang, dan spontan langsung tertuju pada mainan seperti skusi empuk di tangan Zain, apa lagi kalau bukan kembaran di dada Jihan


" ehm..... Abah.." ucap Jihan menggeliat lembut


" Heem.... Bobok lagi yuk" jawab Zain makin mempererat pelukan dan makin memainkan skusi alami kesukaannya


" Udah pulang?" tanya Jihan lirih


" Iya sayang...." jawab Zain sambil mencium leher mulus Jihan


" El gimana?"


" El Abah biarin lanjut aja di sana, seperti saran Umi tadi" jawab Zain dengan nada lembut


Pasalnya setelah Zain turun Jihan tadi sempat menghubungi Zain agar tetap membiarkan El untuk di masjid sana dan berjuang di sana, karena biasanya Zain terlalu eman dan manjakan anaknya tidak memperbolehkan anaknya kerja dengan kuliah


Tapi akhirnya Zain nurut pada Jihan, agar Zain juga percaya sama anaknya kalau anaknya itu bisa


" Makasih Abah" jawab Jihan membalas pelukan Zain dengan mesra


Zain makin mempererat dan makin asyik tangannya menjulur kemana mana


" Bobok lagi yuk..." ajak Zain tanpa menghentikan tangannya yang mulai jahil


" Beneran bisa bobok?" tanya Jihan balik, kalau sudah seperti ini itu kode keras bagi Zain, walaupun dalam keadaan apapun


Zain tidak menjawab dan hanya tersenyum pada Jihan dan lanjut mencium lekukan Jihan


Jihan mulai menggeliat nikmat dan bersuara lembut yang cukup membuat Zain tak tahan lagi


Di tambah di tengah malam menjalang subuh seperti ini, kesemangatan seorang laki laki, bahkan kesuburan laki laki cukup kuat dan cukup akurat


" Abah Minta ya..." ucap Zain lembut dan Jihan mengangguk


Surga, pahala sudah di depan mata, siapa yang mau menolak kenikmatan dan surga dunia sih


Dan sebenarnya tiket menuju surga itu murah, tapi sayang di dunia ini jarang yang minat


Bahkan mereka lebih berminat tiker ke neraka yang cukup mahal harganya,


Contoh, masuk masjid gratis, tiket surga, sedangkan masuk Bar bayar, tiker neraka

__ADS_1


Lagi, berhubungan dengan istri gratis, pahala lagi, tiket surga, tapi tak jarang suami memilih pergi ke, tempat PSK yanh harus bayar dan bermakna Zina, tiket ke neraka,


Masih banyak contoh contoh yanv lainnya yang harus kita pertimbangkan lagi kalau mau beli tiket neraka ya bestie


Zain dan Jihan kini lanjut berolah raga pagi, dini hari menjelang Subuh, hingga akhirnya mereka sama sama capek dan sama sama tertidur hingga suara adzan subuh berkumandang membangunkan mereka


Di sisi lain Al juga baru bangun dan meraba ponselnya yang ada di sebelahnya,


Al membuka pesan yang Uminya bagikan dari semalam, cuma kebetulan Al sudah tertidur karena capek ngajar seharian di kamous dan juga sekolah


" Link apa sih? tumben Umi kirim link segala" gumam Al saat melihat link Video yang uminya kirim semalam


Al kemudian mengklik link tersebut dan terbuka sebuah video saat abahnya berceramah


" Oh abah..." batin Al santai


Al kamudian mempercepat durasinya dan terlihat ada El disebelah Abahnya Al mulai menyaksikan videoanya dengan seksama, adegan mengharukan tersebut


Sebagai abang Al juga bangga dengan persembunyian El yang terbongkar ternyata menjadi imam di masjid besar itu


Al tersenyum dan menyelesaikan sebentar, kemudian Al mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat subuh,


El kali ini tidur di rumah abah Hasan dan Umi Zahra, karena mengingat abah dan Uminya sedang tidak di rumah jadi Al menginap di sana saja yang jaraknya cukup dekat dengan tugas mengajarnya


Di posisi lain, El dan teman temannya saat ini kembali tidur setelah sholat subuh berjamaah, secara El semalam tidurnya juga malam, setelah acara


Tiba tiba ponselnya berbunyi keras dan membangunkan tidurnya


" Astahfirullahal adzim..." ucap El saat kebangun


El melihat sekilas nama Abangnya yang ada di layar ponselnya


" Assalamualaikum...." ucap El dengan suara lemah


" Waalaikumsalam pak Imam" jawab Al dengan tertawa bangga


" Gak usah ngejek loe bang.." kasal El tau di balik tawa abangnya


" Ngejek gimana orang bangga kok" jawab Al santai masih sambil senyam senyum gak jelas


" Tau ah... Gue ngantuk... Nanti lagi, Mikum..." ucap El memutuskan panggilan nya

__ADS_1


" Kumsalam...." jawab Al spontan dan menggerutu kesal


" Eh... Bocah..." kesal Al dan lanjut kembali tidur lagi


Pagi harinya, di jam 8 pagi Jihan dan Zain sudah sama sama rapi, bukan rapi mau dinas ya... tapi sudah selesai mandi dan bebersih, sekarang Jihan sedang mengeringkam rambutnya dan berdandan tipis


Zain datang memeluknya dari belakang, sambil melihat dan menikmati pemandangan indah dari wajah cantik sang istri dari pantulan kaca di depannya


" Makin tua makin cantik..." puji Zain pada Istrinya


" Mulai" jawab Jihan singkat, yang tau apa maksud tujuan Zain memujinya


" Beneran kok..." jawab Zain mencium leher Jihan lembut


" Hm... Abah mau ke kantor pagi ini?" tanya Jihan pada Zain


" Enggak ah..." Jawab Zain beralih memeluk Jihan kembali


" Ya barang kali mau ngecek atau nyambangi kantor kan sekalian mumpung di Jakarta" ucap Jihan lagi


" Enggak.... Abah cuman mau berduaan saja sama Umi, tanpa di ganggu pekerjaan " jawab Zain yang seolah sudah bosan bekerja,


Ya... mulai dari muda dia sudah bekerja dan tiada henti, niatnya di saat bersama Jihan, dan semuanya sudah dia punya ingin cuti maupun pensiun dini, tapi rencana Allah lebih indah, karena Jihan sendiri belum mau berhenti bekerja


" Kalau berduaan jangan di kamar hotel doang dong bah... " jawab Jihan menghadap ke Zain


" kenapa?" tanya Zain mengerutkan keningnya


" Yang ada rambut Umi gak kering kering nanti.." jawab Jihan sambil tersenyum genit


" Tau aja sih.... " jawab Zain sambil tersenyum dan kembali memeluk Jihan


" Umi maunya kemana? makan? kuliner liburan jalan jalan kemana? kita udah lama lho gak jalan jalan" ucap Zain lagi tadi hal itu malah membuat Jihan termenung


Dia pengen sekali jalan jalan, bahkan keliling dunia seperti waktu itu,


Tapi bukan untuk bisnis melainkan untuk liburan bersama keluarga, tapi hingga saat ini belum kesampaian sama sekali, mengingat anak anaknya yang masih di pesantren dan kuliah, tidak memungkinkan Jihan egois menghentikan sekolah mereka demi jalan jalan, secara jalan jalan keliling dunia membutuhkan waktu berbulan bulan lamanya


Jihan tersenyum tanpa menjawab, ada 1 beban dalam hidupnya yang sama sekali tidak di ketahui oleh orang lain dan siapun termasuk Zain sendiri sebagai suaminya


" Umi pengen menyambangi El bah, Umi pengen peluk anak Umi seperti abah semalam" jawab Jihan menatao wajah Zain sendu dengan mata yang sudah haru biru

__ADS_1


Ya... Jihan mudah cengeng kalau soal anak, sangat sensitif dan cepet menangis kalau ingat anak anaknya,


Semua itu berawal dari sebuah perjuangan yang dulunya selalu di dampingi anak anaknya


__ADS_2