Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Ungkapan Al


__ADS_3

Setelah menuai perdebatan antara El dan Jihan, yang sebenarnya watak dan tingkah mereka sama, dan Zain ngalah untuk turun dan menurunkan semua bawaan oleh oleh untuk anak lanangnya


El dan Jihan hanya tersenyum kikik menunggu dan melihat seorang Zain Musthofa pendakwah kondang, mendadak jadi tukang bongkar belanjaan di pesantren anaknya


" Terus..... Tertawa aja terus..." sindir Zain yang sedari tadi di tertawakan Jihan dan El


" Pinjem ponselnya Mi, tak kirim ke Bang Zain" Jahil El pada Abahnya


Dan Jihan memberikan ponselnya pada El, dan langsung merekam aksi Abahnya yang alih profesi


" Viral Viral Viral Al Mukarrom, Romo KH Zain Mushofa, mendadak menjadi tukang bongkar barang belanjaan..." Heboh El sengaja


Dan Zain gak bereaksi apa apa, paling cuman kesal dan sebal ringan saja, karena itu udah menjadi kebiasaan keluarganya apa lagi saat semuanya berkumpul, keisengan El dan Uminya, kompak menjadi hiburan dalam rumah tangga mereka


Video sudah di kirim pada Al yang ada di arab, dan sesaat kemudian Al langsung menghubungi melalui sambungan Video call di ponsel Uminya


Dan El langsung memencet tombol warna hijau di sana


" Assalamualaikum mahasiswa tua..? Kuliah gak lulus lulus, sekolah apa mungutin Uban" ucap El ngoceh aja


" Waalaikumsalam.... Gue udah mau lulus ya, besok sidang gue, " jawab Al gak terima


" Cie... S1, jurusan tafsir Al -Qur'an 3 tahun, dulu loe ngaji apa tidur bang?" ejek El lagi dan Jihan hanya menggelengkan kepalanya


" Orang ngulang aja sampai 3 tahun" tambah El merasa Zain terlalu lama kuliah, padahal dulu di pesantren udah ada bekalnya


" Beda lah... Enak ya ngomongnya" bantah Al masih gak terima


" Enak lah... Apa lagi cuman ngejek dan nyinyir.." jawab El makin menjadi perdebaran mereka


" Ya loe SMA juga 3 tahun belum lulus" bantah Al gak mau kalah


" Bang... Nanti kalau gue jadi presiden atau mentri pendidikan, SMA tak bikin 1 tahun lulus, puas loe" tambah El makin nyinyir


" Gini nih.... Kalau lagi ketemu, gak di rumah gak di Video call masih aja cek cok.." ucap Jihan mendengar percekcokan kedua anaknya


" Padahal juga semua cowok, " saut Zain yang baru masuk


" Tapi mulutnya kayak cewek semua" sambung Jihan


" Kan keturunan Umi..." Jawab Al dan El kompak membuat Jihan langsung melotot tajam


" Betul..... " tambah Zain mendekat pada Jihan

__ADS_1


" Iya kan Mi?" goda Zain


" Iya Abah.... Nanti malam tidur sam kang santri aja ya.." jawab Jihan lembut tapi menusuk dalam telinga Zain membuat Al dan El kompak tertawa


" Bah.... Kasian, habis jadi tukang bongkar belanjaan tambah tidur luar lagi,.. ngeri Ah.." Sindir Al pada Abahnya


Membuat El dan Jihan semakin meledak tawanya, dan Zain terdiam


" Enggak enggak..... Uluh uluh... Abah kan sayang sama anakndan Istrinya, makanya abah yang turun tangan sendiri" ucap Jihan bersandar pada pundak Zain yang gak jauh darinya


Menjadikan dirinya tetap harmonis dan romantis walau di hadapan kedua anaknya....


" Heny... Mana Heny...... huuuuhh.... Uwwu....." heboh El sendiri


Membuat Jihan langsung duduk tegak siap mengintrogasi El tentang nama yang barusan El sebut


" Apa sih Mi.... Lihatnya samoe Gitu" ucap El melihat tatapan Uminya


" Hahahaha.... Kapok loe, udah ah... Gue gak ikut ikutan ya .. Assalamualaikum..." ucap Al langsung mematikan sambungan Video callnya


" Siapa Heny El..?" tanya Jihan serius


" Pacar lah... siapa lagi?" jawab El sudah pasrah, jadi di buat santai no ribet dan no gugup


" Aeets....... Uminya dulu gitu juga kan ya... Dan jangan protes.. " cegah Zain lembut


" Haha Boleh kan Bah?" tanya El santai


" Boleh.... Anak Abah kan normal, asal gak kelewat batas" jawab Zain makin santai


Jihan masih merengut, dan gak nyangka aja sih, anaknya udah kenal yang namanya pacaran,


" Abah Boleh lho Mi.." ucap El pada Jihan


" Umi juga boleh" jawab Jihan pasrah, dan percaya kalau anaknya bisa jaga diri, dan selalu mejaga jarak, dan tau mana yang buruk dan mana yang baik


" Yes...... " girang El


" Tapi.... " ucap Jihan


" Tapi apa lagi sih Mi....." ambyar El yang tadinya girang


" Tapi gak boleh lebih cantik dari pada Umi" jawab Jihan penuh percaya diri membuat El dan Zain kompak tepuk Jidat

__ADS_1


" Kenapa ada yang salah?" tanya Jihan mereka kompak menggeleng


" Terus gimana? sama Umi cantikan mana El?" tanya Jihan kepo


" Cantikan Umi lah.... " jawab El memuji Uminya,


" Siip.... Kalau memang cantikan Umi, nih..... Kebetulan, ada Hijab, Umi nitip untuk siapa tadi? Calon mantu si Heny ya, nitip salam juga dari Abah Umi" ucap Jihan paling seneng ketemu yang namanya santri, dan seneng kalau berbagi kebaikan lada mereka, seperti saat ini


Kenal belum justru Jihan yang memberi hadiah duluan, untuk salam saling kenal


Di Mesir, Al merasa Iri dan kalah dari Adeknya, yang mana sudah mempunyai pacar, sedangkan dia? sudah bertahun tahun jomblo dan tidak punya pacar sama sekali seperti saat ini


Bahkan Al belum pernah mencintai 1 wanita sekalipun, tapi semenjak dia kenal dengan Yasmin dan sering bertemu dan berkomunikasi dengan Yasmin, Al merasa ada hal yang berbeda dalam hatinya


Selama ini Al selalu cuek dan biasa saja saat di dekati oleh kaum hawa, yang tiba tiba chat dia, DM dia, dan cari perhatiannya , bahkan pernah ada yang menembaknya juga


Secara, cowok tampan, kalem, pintar, dan kaya, siapa sih yang gak mau, gak banyak tingkah lagi, kalau tidak dapat tembakan, si cewek langsung menembak saja, walau akhirnya malu sendiri karena penolakan dari Al


Tapi kali ini, Al sendiri masih bingung dengan isi hatinya, yang merasa nyaman berada di dekat Yasmin, yang merasa ada ke asyikan pada diri Yasmin, dan mungkin ini yang di namakan tumbuhnya benih benih cinta yang belum pernah ada


Bahkan dia sendiri yang baru selesai sidang nanti, kalau lulus dia akan langsung daftar S2 di sini, rencananya biar tidak jauh dari Yasmin lagi, dan bisa melindungi Yasmin yang masih di semester awal


Ini Al sedang menunggu Yasmin, karena Al tadi menghubungi Yasmin untuk di ajak ketemu, karena ada sesuatu yang perlu di bicarakan olehnya


" Assalamualaikum...." ucap Yasmin saat jumpa


" Hay... Waalaikumsalam... " jawab Al menoleh pada Yasmin yang berdiri di dekatnya


" Duduk..." ucap Al ramah, dan menepuk pangku di dekatnya


Yasmin pun tersnyum dan akhirnya duduk di bangku dengan jaga jarak pada Al


Al dan Yasmin saling ngobrol seperti biasa, dengan perasaan Al yang luar biasa gugupnya


Hingga pada akhirnya Al mengeluarkan Al Qur'an Cantik dari tas yang selalu di bawanya


" Bismillahirrohmanirrohim.... " Ucap Al dengan menghayati perasaannya


" Yasmin.... 3 Bulan mungkin waktu yang cepat bagiku untuk mengenalmu, tapi ada hal yang lebih dari lubuk hatiku, saat diriku mengenalmu, dan.. Kuharap akan ada sesuatu juga dalam hatimu untukku, " ucap Al merangkai kata kata


Yasmin sendiri sudah merasa gugup mendengar rangkaian kata kata Al


" Saya Muhammad Haidar Al Musthofa, ingin menjalin hubungan setingkat lebih lanjut ke jenjang taaruf, apakah kamu mau Yasmin? menjadi satu satunya wanita yang mengisi hatinya?" tambah Al menembak Yasmin dengan menyodorkan Al Qur'an cantik tadi

__ADS_1


__ADS_2