Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Crewet IL


__ADS_3

Kedua santri tersebut melongo mendengar permintaan dari IL yang meminta untuk di rawat di hotel saja


" Kok di hotel sih sayang...." bantah Jihan


" Mana ada sejarahnya orang sakit di rawat di hotel" ucap Jihan lagi


" Gak apa apa rumah sakit rasa hotel, eh enggak hotel menjadi ruang perawatan sementara" jawab IL menja pada Uminya


Jihan yang tadinya sedih serasa hilang karena permintaan konyol dari anak Bungsuhnya itu,


Dan mau gak mau Jihan harus mengiyakan, untuk perawatan medis gampang, sebagai pemilik rumah sakit tidak ada batasan untuknya menggunakan bahkan memindahkan peralatan medisnya ke kamar hotel, sesuai keinginan anak bungsuhnya itu


" Okey...." jawab Jihan lembut sambil mengelus kepala IL yang masih panas karena demam tinggi


" Ya Allah panas banget nak..... " ucap Jihan sambil mencium kening IL


Setelah itu Jihan pun mengajukan perizinan untuk membawa IL keluar dari pesatren selama beberapa Hari, sampai IL benar benar sembuh dan bisa beraktifitas kembali


Setelah mendapat Izin kini Jihan membawa IL dengan menggunakan kursi Roda untuk sampai di parkiran mobilnya, karena jaraknya cukup jauh dan IL bel kuat jalan setelah pinsan


Dan setelah pamitan, Dan Il sudah di dalam mobil, Jihan pun ikut masuk dan mulai melajukan mobilnya keluar dari area pesantren, untuk mencari hotel strategis terdekat dari sana


Tak lupa sebelum Melakukan pengurusan perizinan Jihan juga mengirimkan pesan pada pihak rumah sakit miliknya untuk segera mengirim peralatan medis beserta obat obat yang Il butuhkan nantinya


Setibanya di lobi hotel, Ternyat pesanan Jihan sudah sampai, bahkan sudah di titipkan oleh pihak hotel,


" Maaf dengan dokter Jihan?" tanya petugas scurity


" Oh iya benar... Saya sendiri" jawab Jihan sopan


" Oh iya buk... Ini ada titipan dari orang untuk Ibuk" jawab scurity tersebut sambil menunjukkan box kontener besar


" Oh iya.... Makasih.. tapi mohon maaf, bisa di bantu untuk bawa dulu" pinta Jihan karena dia juga harus Chek in hotel dulu

__ADS_1


" Mari saya bantu Buk....." ucap petugas hotel yang menghampirinya


" Okey... Trimakasih.." jawab Jihan sopan dan lanjut mendorong kursi roda IL menuju resepsionis hotel


Setibanya di sana Jihan langsung mengeluarkan ponselnya yang ada di sakunya, dan memperlihatkan kode boking hotel yang sebelumnya dia proses


Karena untuk mencari fasilitas yang cukup nyaman dan memadai, Jihan sering kali mengecek dan membokingnya terlebih dahulu, agar tidak kecewa saat datang langsung dan tiba tiba udah di ambil orang


" Kamu masih tahan dan masih kuat kan sayang??" tanya Jihan pada Il yang langsung mengangguk dan tersenyum


Jihan kemudian menjelaskan kalau dia juga menggunakan kamar hotel tersebut untuk merawan anaknya, dan minta fasilitas tambahan untuk keduanya


Awalnya pihak hotel keberatan, tapi setelah Jihan menjelaskan dan berani bayar mahal, akhirnya pihak hotel menyetujui dan mempersilahkan Jihan dan Il


Kini keduanya sudah selesai melakukan transaksi, dan saat ini sesang berjalan menuju kamar mereka dan di dampingi serta di bantu oleh petugas hotel tentunya


Tiba di kamar yang mereka pesan, Jihan masih mendorong kursi roda Il untuk masuk ke kamar tersebut, dan Jihan membantu Il untuk pindah ke atas ranjang, untuk beristirahat


" Kuat sayang?? pelan pelan nak..." ucap Jihan saat membantu Il bangin, Jihan gak mungkin menggendong Il, karena Il jauh lebih besar dari Jihan, perawakannya tinggi dan berisi seperti Abahnya,


Kini Il sudah berbating, dan Jihan lanjut membuka semua alat medis yang fadi dibawakan oleh petugas hotel, untuk memberi penanganan pada Il


Il sudah terbiasa terpasang jarum infus, karena hampir setiap 2 minggu sekali Jihan datang untuk memberi vitamin pada buah hatinya melalui jarum infus


" Umi Infus ya, suhu tubuhmu panas banget, biar agak turun dan mendingan sayang ya" ucap Jihan mulai menaikkan jarumnya


" Iya lah... iya lah...... Resiko menjadi anak petugas medis, dikit dikit obat, dikit dikit suntik.... Coblos teruuuss....." jawab Il Mengeluh sambil ngomel


Jihan hanya tersenyum dan mulai memasangkan selang infus di tangan anaknya, dan menggantungnya dengan tiang penyangganya sekalian


" Coba anaknya orang orang itu, bawa pulang berobat di rumah, kalau gak dekem aja di pondok nanti sembuh sembuh sendiri" omel Il lagi karena dia merasa di perketat kesehatannya oleh Uminya


" Lha gimana ? kamu mau pulang??" goda Jihan menawarkan

__ADS_1


" Enggak..... Ngapain pulang di rumah sepi, " bantah Il cepat paling anti yang namanya pulang kerumah


Sama dengan abang abang mereka yang merasa kesepian di rumah yang super megah dan besar tapi kurang hunian itu


Setelah selesai memasangkan Infus, Jihan menghubungi pihak hotel untuk meminta bubur buat Il, karena sedari tadi Il memang belum makan, seperti yang Jihan lihat


" Kesehatan itu penting nak..... Mahal, makanya harus di jaga, Il bersyukur gak punya Umi yang bisa memantau kesehatan kamu?" ucap Jihan betanya pada Il


" Ya bahagia, tapi lama lama tangan Il bolong Mi, di coblos terus kayak pemilihan Anggota dewan tau gak..." jawab Il kembali ngomel gak jelas


" Tapi gak bolong kan?" jawab Jihan sambil tersenyum menggoda anak bungsuhnya itu


" Ya enggak sih...... " jawab Il apa adanya


" Terus kalau sakit seperti ini enak gak?" tanya Jihan sengaja


" Ya Enggak lah..... Gak bisa bebas" jawab Il cepat


" Ya makanya, Umi yang selalu memantau kesehatan kamu aja masih sakit, sampe pingsan lho, gimana kalau tidak di pantau dan di biarkan?? " ucap Jihan membalikkan ucapan Il


" Ya kan semua takdir dari Allah Mi, kita gak tau" bantah Il yang sama crewetnya dengan Jihan


" Makanya kita ikhtiar sayang, untuk menjaga kesehatan, Umi paling gak bisa anak Umi sakit, apa lagi sampe pingsan seperti tadi" ucap Jihan yang paling anti melihat keluarga nya sakit


" Tadi siapa yang ngabarin Umi?" tanya Il kepo


" Pengurus pondok lah, kamu tau Umi tadi lagi di bandara, dan langsung cuss.... Gak tau arah yang penting cepet sampai, udah kayak Rossi saat mengendarai mobil tadi " jawab Jihan bercerita yang memgendarai mobil seperti alap alap tadi


" Rossi bukannya pembalap motor ya Mi??" tanya Il polos


" Eh iya ya...." jawab Jihan cengo dan membuat Il tertawa


Jihan tersenyum dan memeluk buah hatinya yang sama sama seranjang dengannya

__ADS_1


" Jangan sakit lagi ya Anak Umi..... Sehat terus." ucap Jihan sambil mendekap Il


" Aku kan bukan raja Fir'aun Mi... Yang gak pernah sakit mi, Kalau gak ada orang sakit Umi gak laku dong, karena semua sehat, profesi Umi sebagai dokter gak berguna" jawab Il nyeleneh sangat nyeleneh..


__ADS_2