
" Bang Al... Abah..." teriak El lagi makin kenceng
Al yang sedang di kamar langsung jumbul, dan Zain yang sedang olah raga langsung keluar dari tempat fitnesnya
" Ada apa?" teriak balik mereka kompak
" Turun" teriak El makin kesetanan
Mata El sudah merah, dan mukanya sudah merah padam karena ingin rasanya dia menarung abang dan Abahnya
Al dan Zain sama sama Heran, karena El yang datang tiba tiba murka seperti itu
Keduanya langsung mendeket semua pada El yang sudah menatap keduanya dengan tatapan iblis
" Ada apa?" tanya Al masih bingung
El langsung mendekat dan mencekeram kaos Al dengan penuh amarah
" Eh.... Eh... Ada apa El, baik baik dong" lerai Zain yang kaget lihat tingkah kedua anaknya apa lagi El yang gak pernah seperti itu
" Diam Bah" ujar El tajam
" Loe suka sama Zula?" tanya El menatap Al tajam tanpa melepas cengkeramannya
" Loe apaan sih? Loe kenal sama Zula?" jawab Al sambil berusaha melepas cengkeraman El
" El El coba duduk" ucap Zain masih berusaha melerai
El tidak mengubris ucapan Abahnya dan masih menatap tajam pada Al yang masih di cengkeram kuat
" Jawab Bang, Loe suka sama Zula?" ucap El yang ingin tau langsung dari mulut Al
" Iya, kenapa? loe suka juga sama Zula, kenapa loe marah marah gini sama gue?" jawab Al dan balik bertanya seolah menantang El
Zain langsung faham dengan pembahasan mereka, dan langsung peka kalau kedua anaknya itu mencintai wanita yang sama
" Loe tau bang, Cewek yang setiap hari gue ceritakan ke Elo, itu Zula, cewek yang gue kagumi itu Zula, gue kenal Zula lebih dulu, kenapa Elo malah deketin Juga" ucap El sambil marah marah gak jelas dan melepas cengkeraman pada kerah baju Al
" Ya mana Gue tau, cewek yang elo maksud adalah Zula, cewek yang gue ceritain sama Elo adalah wanita yang sama" jawab Al yang cukup kaget dengan ungkapan adeknya
" Repot repot" ucap Zain sambil menepuk Jidatnya pusing
" Kalau Gue gak bisa dapetin Zula, Elo juga gak boleh nikah dengan Zula" ucap El mengancam tajam
" Lho gak bisa dong, susah El perjuangan gue dapat nakhlukin Zula" bantah Al dengan percaya diri, padahal dirinya belum tau gimana jawaban Zula nanti
__ADS_1
Apakan Zula akan menerimanya apa justru sebaliknya Zula akan menolaknya
" El El, sekarang abah tanya, kamu tau kalau Bang Al suka sama Zula dari siapa?" tanya Zain masih belum nyambung dengan ucapan El yang tiba tiba marah
" Dari Zula Bah, Zula milih bang Al dati pada Gue " jawab El apa adanya
Al sudah berbunga bunga, tapi tidak dengan Zain yang makin pusing dengan pikirannya,
" Alhamdulillah...." puji Syukur El panjatkan
" Tapi Elo gak boleh dapat Zula kalau Gue huga gak dapat" ucap El lagi
" Gak bisa dong" bantah Al cepat
" Harus bisa, loe gak mikir perasaan gue bang, Loe gak mikir gimana hati gue saat cewek yang gue cinta gue sayang jadi kakak ipar gue" bantah El sudah ingin kembali mengamuk
" Abah juga, kenapa Abah lamarkan Zula untuk Bang Al, El ini juga anak Abah lho, El dari kecil gak pernah Abah deketin, jarang abah gendong, sekarang El sudah besar bang al sudah besar kenapa Abah hanya lamarkan Bang Al saja, El kenapa Enggak ? Di mana sikap Adil Abah?" ucap El menatap kecewa pada Zain yang ada di sebelahnya
Zain sontak gak bisa menjawab apa apa, walaupun dia juga bisa membantah kalau Zain gak tau El juga suka sama Zula
Mengingat ucapan El yang merasa tidak pernah di perhatikan Abahnya sejak kecil cukup membuat tamparan Zain di kala mengingat saat El lahir dulu
" Abah pusing Al El, kalau Zula laki laki dan kalian perempuan, aikhlas abah kalian berdua jadi bini Zula" jawab Zain saking pusingnya
" Pokonya gue gak ikhlas ya bang, Elo nikah Sama Zula, kalau Gue di tolak elo harus di tolak" ucap El memandang tajam pada Al
Hingga keduanya saling bantah membantah dan bertikaian hingga saling mencengkeram kerang baju keduanya
" Astagfirullah Hal adzim Umi......" teriak Zain gak tau harus bagai mana
Jihan yang sedang berasa di taman belakang hampir saja copot jantungnya karena mendengar teriakan Zain yang gak seperti biasanya
" Umiiiiii...... " Teriak Zain lagi makin kenceng
" Ya udah sayang ya, kamu sehat sehat ya, Umi besok kesana" ucap Jihan mengakhiri panggilannya pada anak perempuannya Il
" Astagfirullahaladzim... ada apa lagi itu?" heran Jihan yang berlari menghampiri anak dan suaminya
Di ruang tengah El dan Al masih saling bergelut dan terus terusan berebut Zula
" Astagfirullahal adzim...." teriak Jihan melihat kedua anaknya yang bergelut
Seketikan kalau Jihan sudah berteriak keduanya langsung terdiam dan berhenti dengan perebutannya
" Kayak anak kecil Aja, gelut" ucap Jiha kesal dengan menjewer kedua tetingam anak bujangnya itu
__ADS_1
" Ada apa ini? kenapa gelut seperti ini?" tanya Jihan tanpa melepas jewerannya
" Lepas mi lepas" ucap El dan Al kompak karena kesakitan
" Jawab dulu ada apa?" tanya Jihan lagi makin kesal
" lepas dulu" ucap El yang masih tersukut emosi
Jihqn akhirnya melepas jeweran di telingan keduanya, karena dua duanya tinggi dan sebenarnya Jihan harus jinjit jinjit untuk menjangkau telinga anaknya
" Ada apa Bah?" tanya Jihan pada Zain
Semuanya masih terdiam tanpa menjawab takut akan omelan dan amukan Jihan nantinya
Jihan yang gak pernah akhlas anak anaknya punya mantan, dan punya masa lalu sama seperti suaminya
" Bah" ucap Jihan dengan nada agak tinggi
" Iya Mi..." jawab Zain sudah gugup
" Kenapa mereka?" tanya Jihan tajam
" Rebutan cewek" jawab Zain terus terang sambil menahan telinga dan hatinya akan teriakan dan amukan istrinya
Jihan langsung menatap pada Al dan el secara tajam, kok bisa mereka berebut cewek, sedangkan setau Jihan mereka punya pasangan masing masing
" Bukannya kalian punya pasangan masing masing?" tanya Jihan menyelidik
Keduanya seketika merundukkan kepalanya dan takut dengan amarah Jihan
" Jawab" keras Jihan lagi
" Kami semua udah putus sama pasangan masing masing Mi, " jawab Al apa adanya dan Jihan sudah syok dan menggelangkan kepalanya
Tapi dia mencoba tegar dengan menekan dadanya yang sudah mulai teringat masa lalunya
" Kami sama sama menemukan wanita yang cantik dan berkarakter sama seperti Umi, kami suka satu cewek yang sama ternyata Mi" jawab El terus terang
Zain sudah mendekat pada Jihan dan mengekus lembut pundak Jihan, dan membawanya untuk duduk
Jihan gak tau harus gimana lagi, ini suatu cobaan dan tantangan bagi kehidupannya lagi, dan Jihan berusaha menenangkan kalau cewek tidak seperti Rani semua
" Coba Lihat siapa cewek itu?" tanya Jihan lagi penasaran
Dengan segera El memberikan ponselnya yang terlihat jelas wajah cantik Zula yang menjadi wallpaper di ponselnya
__ADS_1