Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Lebay


__ADS_3

Zain langsung terus memandang Jihan lekat, ya walau udah tua anak udah 4 Zain gak bisa di pungkiri, rasa cemburu selalu ada pada dirinya di kala Jihan membahas cowok lain


" Ya siapa lagi, Umi kan primadona di sini dulu" jawab Zain cepat dan Jihan justru tertawa ngakak mendengarnya


" Alah... Apa iya ah?" ucap El gak percaya


" Iya lah.... Sampe udah jadi istri Abah masih aja di deketin waktu ada acara seperti ini" jawab Zain makin kompor dan sengit, dan membuat Jihan sekarang yang menatap lekat wajah Zain


" Jadi El... Kamu jangan bangga dulu punya pacar, kalau kamu belum bisa menaklukkan primadona seperti abahmu ini" ucap Zain membanggakan dirinya sendiri


El hanya memencepkan bibirnya, ya El juga tau dan juga sadar kalau Uminya tidak ada duanya, kalaupun ada wanita lagi yang seperti Uminya, dia juga mau dan bahkan rela melepas Heny mungkin


" Ya Udah kalau Gitu, udah sore Abah pulang ya Mi...." ucap Zain yang sudah mau pamit


" Kok Mi, Emang Umi gak ikut pulang sekalian?" tanya El heran


" Kan mau nyimak pacar kamu El, ngapain pulang, tante juga kok" ucap Ismi menjawab ucapan El


" Jadi beneran?" tanya El memastikan


" Kenapa? takut? Insecure, takut gak lulus seleksi Umi?" tanya Jihan balik pada El


" Ya Enggak gitu, nanti Umi tidur di mana?" tanya El gak masuk akal


" Di Ndalem lah.... Di mana lagi?" jawab Jihan santai justru El malah tersenyum dan keluar sikap jahilnya


" Bah.... Hati hati jangan tinggal Umi sendirian, nanti Umi nostalgia sama Abah Tasim dan Om Fahri" jahil El mengkompori Zain agar panas


Memang dasar anak apalah si El itu, bisa bisanya jadi tukang kompor bagi orang tuanya sendiri


Hingga membuat Irfan dan Ismi sontak tertawa ngakak, tapi tidak dengan Jihan dan Zain yang justru saling pandang memandang


" Slow.... Bah..., Jangan esmosi" ucap El sudah melihat raut kepanasan dari wajah Abahnya


Zain tersenyum dan membawa Jihan mendekat dengannya, walau harus menyebrangi benteng tubuh El yang berada di tengah mereka


" Abah percaya sama Umi...cup...." ucap Zain sambil mencium kening Jihan

__ADS_1


Dan El langsung mengumpat kesal karena selain gagal jadi tukang ko.por dia justru malah melihat pemandangan romantis kedua orang tuanya


" Ya udah kalau gitu, Abah pulang dulu ya bareng Irfan, biar bawa mobil Irfan aja, nanti ini biar diamankan sama El" ucap Zain siap pamit


" Amankan di mana? di sini gak ada tempat gini kok" jawab El kesal sendiri yang akhirnya dia yang harus ngurus mobil Abahnya yang parkit di pelataran orang lain


" Ya terserah lah, mau di taruh mana, sekiranya nanti 2 hari gak kenapa napa" jawab Zain santai


" Ck.... Lagian Abah kenapa sih? parkir jauh gini?" tanya El kesal


" Ya mau gimana lagi? Kamu gak lihat parkiran udah di tempati acara dan tenda kayak gitu?" tanya Jihan balik dan El nyengir


" Ya udah ya udah..... Nanti biar El carikan tempat parkir yang dekat" jawab El akhirnya pasrah


Setelah itu Jihan dan Zain saling berpamitan dengan cukup romantis, hingga membuat El justru terasa mual dang pengen muntah


" Okey.... Hati hati di jalan ya...." ucap Jihan pada Zain


" Siap.... Nanti Kalau abah sampai rumah tak kabari" jawab Zain santai dan lagi lagi mencium kening Jihan yang entah sudah berapa kali


" Ck.... Rasaku, cuman semalam juga, nyiumnya berkali kali, lagi bah lagi" ucap El makin geram dengan Abahnya yang sok romantis


Zain yang mendengar ucapan El justru makin mengucap dan menambah kecupannya pada Jihan, hingga berulang kali


" Muuuaacch....... Abah keluar dulu ya, hati hati El bawa mobilnya di parkir yang bener" ucap Zain setelah memberi kecupan Jihan yang cukup lama


" Nanti langsung tap parkirkan di tepi sungai Lusi belakang pondok bah" jawab El kesal dan membuat Ismi terus tertawa


Zain pun ikut tertawa melihat wajah emosi El pada Abahnya sendiri


" Assalamualaikum...." ucap Zain sebelum pergi dan tak lupa mengelus serta mencium kepala El juga


" Waalaikumsalam..." jawab semuanya yang ada di sana


" Papa pulang dulu ya Ma, besok nyusul sini lagi" sekarang giliran pamit Irfan pada Ismi


" Okey hati hati ya Pa, " jawab Ismi santai dan tak lupa bersalaman pada Irfan

__ADS_1


" Om Irfan gak sekalian di cium berkali kali?" tanya El pada Irfan


' Om gak selebay dan sebucin Abahmu El" jawab Irfan santai dan lanjut menyusul Zain yang sudah menuju mobilnya


Kini Tinggal Jihan Ismi dan Juga El yang sudah pindah tempat di depan, dengan Ismi yang masih di tempat semula dan Jihan di belakang


" Ternyata Pak Zain udah tua masih sangat bucin banget ya Say ke Elo" ucap Ismi gak nyangka gurunya yang penuh wibawa gak ada harganya lagi kalau di hadapan istrinya


" Bukan bucin Tan, tapi lebay..." saut El makin kesal dengan Abahnya


Jihan hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya saja, El paling ilfil kalau Abahnya bersikap seperti itu pada Uminya


Malam harinya sehabis sholat magrib Jihan dan Ismi serta saudara dan juga putra putri cucu serta menantu Alm. Abah Hadi sudah berkumpul di Aula pesantren atas,


Abah Hadi serta Umi Izah sudah meninggal beberapa tahun lalu, dengan Abah Hadi terlebih dahulu, dan Sekarang AL-JQ di pimpin langsung oleh Tasim dan juga Ilma


Sesudah hadhoroh mereka lanjut ngaji dan di mulai dengan para kaum adam yang juga ada di sana


Jihan masih menyimak dan bahkan sambil pindah haluan ngobrol dengan para kakak dari Tasim yang tentu mengenalnya juga


Karena Jihan gak pernah absen untuk datang menghadiri undangan untuk Alumni AL-JQ, kecuali waktu dulu ada masalah dengan Zain


Apa lagi saat ini malah El yang ikut wisuda di acara besok malam nanti


" Katanya mau jadi pengintai say ...." tanya Ilma yang ada di sana juga


" Pengintai siapa mbak?" saut Nilly adek dari Tasim


" Suutt.... Apaan sih say..." ucap Jihan gak enak


" Calon mantu mbak..." ceplos Ismi yang ikut nimbrung


" Ha.....??" kaget beberapa orang yang ada di sana


" Enggak deng mbak.... Cuman pengen kenalan aja, ngintai emang apaan di intai iya kan neng" jawab Jihan meminta pembelaan Ulfi


" Oalah.... Calon mantunya di sini toh neng?" tanya balik Ulfi dan Jihan hanya tersenyum sebagai jawaba

__ADS_1


" Nanti saya temani neng... saya paling seneng besok habis sibuh jalan jalan, apa nanti habis isya'?" jawab Ulfi yang paling semangat..


__ADS_2