Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Gak peduli


__ADS_3

Abah Yai dan Umi Nyai tentu kaget dan syok mendengar pernyataan Zain kali ini


" Maksudnya? Nak Nazula Gus Zain dan Neng Jihan jadikan anak angkat?" tanya Abah Yai yang cukup kaget tadi


Jihan dan Zain saling pandang dan akhirnya Jihan memakai penyamaran yang selama ini dia pakai


" Subhanallah...." ucap Abah Yai dan umi Nyai kompak, dan langsung faham maksud Zain dan Jihan


" Ya Allah.... Masyaallah... " ucap Umi Nyai terharu


Ya gimana tidak, Nazula yang selama ini dia kenal dan sering mengeluh sakit hati akibat ejekan teman temannya dan di pandang sebelah mata oleh teman temannya , yang selalu merindukan sosok ayah, yang selalu bertanya siapa ayahnya dari dia masih kecil hingga beranjak dewasa


" Jadi selama ini yang sowan kemari Umi Jihan?" tanya Umi Nyai dan Jihan mengangguk sambil kembali melepas penyamarannya


" Maaf kan saya ya Abah, Umi, saya bersembunyi di balik penyamaran saya ini" ucap Jihan lembut dan Umi Nyai mengangguk


Umi Nyai mendekat pada Zula, dan mengelus pundak Zula lembut


" Nak Zula sekarang bahagia kan? sudah berjumpa dengan Abah, " Ucap Umi Nyai dan Zula tersenyum sambil menahan tetesan air matanya


" Dan Apa yang Abah Bilang benar kan nak, kalau Kamu itu bukan anaknya orang sembarangan, orang tua Zula pasti orang orang hebat" tambah Abah Yai dan Zula tersenyum


Mereka berdua sama sekali gak mengungkit dan bertanya kenapa di umpetkan, karena bukan urusan mereka, dan mungkin itu suatu aib dan prifasi yang gak perlu di umbar apa lagi di kepoin


" Zula ini dulu sering nangis gus Zain kalau di ejek kawannya, dia sering menanyakan siapa abahnya, dan saya selalu bilang kalau Abah Zula adalah orang hebat, dan bener, Masyaallah.. Dunia sempit banget, tapi saling petak Umpet" jawab Abah Yai dan Semuanya tersenyum


Mereka lanjut ngobrol dan tentunya membahas juga tentang perizinan Zula untuk boyong dari pesantren


Hingga Zula juga di izinkan, karena abah dan Umi tau gimana kehidupan Zula selama di pesantren dulu,


" Tapi sebelum pulang, Nak Zula mau pamit sama teman teman dulu?" tanya abah Yai lembut dan Zula menjawab dengan menggelengkan kepalanya


" Enggak Bah, Mereka juga tidak peduli sama Zula" jawab Zula yang enggan kalau berjumpa apa lagi pamitan sama Zula


" Nanti siapa tau mereka juga minta maaf saat mengetahui kalau kamu putri Gus Zain dan Neng Jihan" tambah Umi Nyai lembut


" Enggak Umi, Zula hanya mau berteman dengan teman yang benar venar tulus sama Zula, yang gak pernah memandang latar belakang dan siapa Zula" jawab Zula kekeh dan akhirnya Umi dan Abah mengerti


Zain dan Jihan sebenarnya cukup kaget dengan sikap Zula, karena tiba tiba datsr begitu apa lago dengan abah dan Umi Nyai


Tapi tidak sekarang Zain bertanya, karena dia juga gak enak sama Abah dan Umi pengasuh ponpes


" Ya sudah Abah sama Umi tau nak, tapi mulai sekarang Zula harus kembali ceria dong, kan sudah kumpul sama keluarga lagi" ucap Umi Nyai, dan Zula tersenyum dan memeluk Umi Jihan


Setelah perbincamgan selesai Zain dan Jihan juga meminta maaf yang sebesar besarnya pada mereka, atas apa yang Zula lakukan terhadapnya kalau memang salah, dan berucap terimakasih karena sudah menjaga dan menyayangi Zula dari kecil sampai sekarang

__ADS_1


Dan sebelum pamit Zain juga memberikan hadiah pada Abah dan Umi Yai untuk pergi haji tahun depan dan juga memberikan wakof tanah yang tepat di sebelah pondok, beserta bangunannya


Karena Zain merasa berterimakasih banget pada Abah dan Umi nyai, yang sudah bersedia menggantikannya sebelum Zula mengetahui tentangnya


Kini Zula sudah berjalan dan di gandeng Jihan serta Umi Nyai, yang mana akan mengantarkannya ke kamar Zula, untuk mengambil barang barang Zula, setelah itu kembali ke parkiran mobil karena sudah di tunggu oleh kedua abangnya dan kedua abahnya juga


Seperti yang Zula katakan, Zula sama sekali gak mau pamitan dengan teman temannya,


Tapi Si ketua pengurus, atau lurah pondok, segera menyusul Zula saat mengetahui kalau Zula boyong


" dek dek... Dek Zula" panggil bu lurah sambil mengejar Zula


Zula masih di mode yang sama sekaki gak peduli panggilan dari santri di sana


Kalau kemaren readers ada yang tanya, apa kah di pesantren ada yang namanya permusuhan? menghina dan bisa berkata kasar jawabnya ADA


Tentu ada, kehidupan di pesantren, semua itu dengan kehidupan kita di masyarakat,


Terus apa gunanya di pondok kalau masih sama?


Oh now.. Tentu beda, sangat berbeda, mereka bisa saja saling mengejek, saling membenci, dan ada juga yang mananya iri dengki,


Yah santri juga manusia biasa, punya salah dan dosa, tapi...


Mereka jauh lebih beradab, dan jauh lebih sopan, kalaupun ada masalah biasanya cepet segera di selesaikan, tanpa membawa ke rana umum dan menghasut orang lain untuk membenci yang dia benci


Dan kalau Masalah Zula ini, itu ilusi Author, dan gimana perasaan dan rasa kecewa seseorang yang selalu di bully, karena bullyan itu menyakitkan


Jadi para sahabat dan readers tercinta, stop membuly ya kalau memang kalian ada membully orang lain, karena sakit bestie..


Kini Jihan menahan Zula untuk lanjut berjalan, dan Zula akhirnya berhenti dan tanpa menoleh kebelakang, tapi justru Jihan yang menoleh


" Assalamualaikum Umi Jihan" ucap sang lurah ramah


" Waalaikumsalam mbak.." jawab Jihan lembut


" Dek Zula, " ucap Lurah lagi dan langsung memeluk Zula


" Maafkan mbak kalau selama ini mbak punya banyak salah, dari perilaku dan perkataan" ucap Lurah dan Zula masih terdiam,


Dia tentu masih sakit hati karena si lirah juga pernah dari golongan pembully sewaktu belum jadi pengurus pondok


Jihan tau, dan Jihan langsung menjawab


" Zula juga sebaliknya ya mbak, maafkan kalau punya banyak salah, dari semua sikapnya" jawab Jihan dan justru menjadi pertanyaan besar bagi Lurang tentang hubungan Zula dan Jihan

__ADS_1


Belum sempat di jawab Zula sudah berjalan duluan, dan menarik tangan Jihan, tanpa peduli lagi dengan Lurah


Sesampainya di parkiran, Zula sudah di cegat oleh salah satu santri yang selalu di beri makanan olehnya, bahkan jatah makannya sering kali di berikan kepadanya


" Mbak Zula kok bouong sih" ucapnya sambil menangis dari jarak yang gak cukup jauh darinya


Zula menoleh ke arah asal suara, dan terlihat salah satu adek kelasnya yang kehidupannya jauh dari dia


Dia orang yang kurang mampu, dan bahkan ngirit adalah jalan satu satunya untuk tetap bisa sekolahndan mondok


Zula mendekat pada anak tersebut dan memeluknya,


Dari teman teman Zula lainnya mereka justru berbahagia di saat Zula boyong, dan tentunya berperasangka buruk juga kepada Zula dengan keputusan yang Zula ambil untuk boyong, di tambah adanya keluarga Zain makin membuat mereka penasaran habis


" Kamu jangan nangi dong" ucap Zula mengusap air mata anak tersebut


" Nanti gak ada yang kasih aku makan siang lagi mbak" jawabnya sedih karen jatah makannya cuman sore saja


" Gue tetal sekolah di BNT, Nanti gie traktir di kantin aja ya " jawab Zula menghibur


Dan Zain serta Jihan tertarik kedekatan Zula dengan anak yang sangat sederhana itu


" Hm.... Ini kenang kenangan gue buat loe, ," ucap Zula sambil memberikan sekoper pakaian yang akan dia bawa pulang


" Beneran" ucap anak tersebut dengan mata berbinar dan Zula mengangguk, dan mereka berpelukan


______________


Tak terasa sudah sebulan lebih Zula berkumpul dengan keluarganya, abah Uminya dan juga kedua abangnya


Hari yang bahagia ini, hari di mana hari raya idul adha tiba, pagi ini Zula dan yang lain berada di Jakarta,


Mereka sengaja idul adha di Jakarta, karena kebetulan Abah Zain ada acara dan Zula yang belum pernah ngerti Jakarta ikut juga, ada undangan lagi sekalian


Pagi ini, Zula dan keluarga sholat id di masjid negara, ya Masjid Istiqlal ,


Namanya juga seleb, gak ada yang terlewatkan dari story nya seperti saat ini Zula malah justru selfa selfi sendiri sambil dengerin khotib berceramah



Begitu kiranya postinga di Ig Storynya di pagi yang berkah ini


Selamat hari raya idhul adha, semoga yang sedang berada di tanah suci dari keluarga readers maupun readers sendiri, dan ibadah qurbannya bagi yang kurban di terima Oleh Allah SWT


amin..

__ADS_1


__ADS_2