Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Mati Gaya


__ADS_3

Jihan sempat mendengar kata El yang bilang memilih untuk pindah dan terhenti sejenak


" Pindah kemana?" tanya Zain seketika


El mematung dan seketika bisa melemparkan alasan yang tepat


" Tempat mbak Della lah, Ngekos di sana, di Apartemant sendiri ngapain," jawab El mengalihkan


" Minta makan di sana, londri di sana, nyuruh nyapuin alpart, cuci piring dan lain lain, betul gak?" tanya El nyerocos biar gak ketahuan


Sikap El yang sering kali berbohong untuk menutupi siapa dia, menjadikan dirinya sudah tidak ragu maupun tidak gugup lagi saat hampir ketahuan


" Oalah... Kirain di kolong jembatan" jawab Al santai dan membuat Zain melotot


" Enak aja... Gak ada anak abah tinggal di kolong jembatan" jawab Zain cepat dan gak terima


" Kalau Hampir pernah" jawab Jihan kemudian masuk ke kamar


Zain kaget dan segera menyusul Jihan di ke kamar,


" Di mana kamar gue Bang" ucap El cepat


" Loe mau sekamar ama gue apa sendiri El?" tanya Al santai


" Ogah.... Sendiri lah, enak aja" jawab El cepat


" Noh di sana...." jawab Al sambil menunjuk kamar untuk El


El menyeret kopernya dan langsung ke kamar yang barusan Al tunjukkan untuknya


" Masuk semua dah... Padahal 9 jam di pesawat juga molor " Gerutu Al kembali ikut masuk juga ke kamarnya


Di kamar Zain dan Jihan masih saling pandang, tapi Jihan lanjut beres beres bajunya dan memilih mengalihkan pandangannya dengan kesibukan


Jihan tadi nyeplos kalau dia dan anak anaknya hampir saja hidup di kolong jembatan


Karena sikap dan tingkah Zain yang sangat keterlaluan masa itu, membiarkan istrinya bahkan sengaja memblokir kartu kartu yang dia berikan


" Sayang....." Panggil Zain lirih


" Hm....." jawab Jihan lirih sambil menoleh ke Zain

__ADS_1


" Umi kenapa tadi sengaja jawab kalau hampir tinggal di Kolong jembatan sih? kapan Umi hampir tinggal di kolong jembatan?" tanya Zain lembut takut salah ucap


Mungkin Zain sudah terlupa kalau pernah menelantarkan anak dan istrinya untuk bisa bangkit dan hidup sendiri


" Abang Lupa?" tanya Balik Jihan sambil menahan rasa perih dalam hatinya


" Maksud Umi?"


" Dengan mudah dulu Abah memblokir kartu yang abah berikan, Kalau Umi dulu bukan lulusan S1, dan bahkan belum lulus apa Umi bisa kerja? Apa Umi bisa memberi fasilitas pada anak anakmu?? di tambah kalau Umi orangnya plola plolo gak pengalaman?? Tinggal di mana Umi dan anak anak Waktu itu? apa jadinya Anak dan istrimu sekarang?" jawab Jihan panjang kembali membahas deritanya kala itu


Zain tidak berani menjawab atas hal itu, Jihan berhak mengungkit semuanya, itu karena kesalahannya,


Jihan berhak sakit hati, dan sulit memang untuk melupakan semua itu, dan enggan menjawab dan bertanya lagi yang ada urusan makin panjang dan bisa jadi malam ini tidur sama Al maupun El


Malam harinya setelah menjakankan ibadah mereka berkumpul makan malam, dengan Yasmin yang di jemput Al untuk sekalian ikut makan malam dan menemui Jihan dan Zain serta El


Mereka kini semua sudah berada di meja makan, dengan El yang gak lepas dari ponselnya, karena El sedang asyik Chatingan dengan Zula


Jelas, di sana sudah sangat malam tapi nomer Dan Zulanya tetap aktif karena kebetulan Zula saat ini tidak sedang di pesantren dan sedang di rumah,


" Kok belum tidur, udah malem lho di Indonesia saat ini " Pesan Wa El terkirim pada Zula


Pesan El pada Zula, yang masih membalas pesannya walau tidak sering, tapi semakin malam ini semakin sepi temannya dan tinggal beberapa saja,


" Iya belum ngantuk sih, emang loe sekarang di mana kok bedain Jam dengan Indo, emang loe bukan orang Indo asli ya? " Balas Zula bertanya


El tersenyum melihat balasan Zula,


" Gue lagi di luar aja, Loe belum ngantuk?" kirim balik El.pada Zula


" Belum... Kenapa? mau VC?" bales Zula yang ratu Gombal pada semua followersnya


" Gila Nih bocah malah nantang... siapa takut" gerutu El langsung siap siap untuk VC Zula


Bukan siap siap masalah tampangnya ya, El udah tampan, apa lagi siap siap masalah pakaian, El cuman pake sarung dan kaos pendek aja udah rapi, dan gagah walau cungkring 🤣


El kini menempatkan posisinya di sandaran tempat tidurnya,


Dia gak sekamar dengan Al, dan Al sedang ngobrol dengan Jihan Zain dan juga Yasmin di ruang tangah


" Bismillahirrohmanirrohim..." El membaca bismillah terlebih dahulu sebelum memencet tombel telfon pada layar ponselnya

__ADS_1


Guling sudah dipangkuannya, dan merilekkan suasan hingga ...


Tut.... tut.... tut.....


Panggilan mulai tersambung dan


Mulai terlihat jelas wajah Zula memenui layar ponsel El,


Wajah cantik, putih bersih, dan pipi gembul dan hidung mancung , dengan memakai mukena cantik warna coklat



"


" Subhanallah ... Bidadari..." ucap El dalam hati


" Assalamualaikum...." ucap Zula santai tanpa grogi sama sekali


Berbeda dengan El yang justru malah terpana melihat kecantikan Zula dan kesantaian Zula, menghadapi panggilan video call darinya


Beda dengan cewek cewek di luaran sana yang justru, malu malu kucing dan sok munafik tapi sering curi curi pandang di luaran sana


" Waalaikumsalam..." jawab El santai untuk menertalkan suasana


Ya bukan El namanya kalau tidak santai menanggapi cewek cewek cantik seperti Zula


" Belum ngantuk?" tanya El sambil tersenyum manis


" Belum... Kan baru ngangkat panggilan Video dari loe, tak tinggal tidur gak ada teman nanti" ucap Zula makin santai


" Iya juga sih.... Ngomong ngomong, lagi dirumah? Ini masih malem mingguan lho" tanya El balik


" Maksud gue, loe gak di pondok saat ini" ucap El lagi


" Enggak gue baru pulang juga kok, biasa nya malem jum'at ya,... Sesekali gak apa apa sih, malem mingguan juga, masak malam jum'at terus, nanti nemenin kunti dong" jawab Zula dengan gaya gombal lelucon dan cerewetnya


" Iya juga sih.... Gak di marahin nyokap malam malam masih melekndan telfonan?" tanya El belum berani gombalin Zula sama sekali


" Nyokap gue gak ada di rumah, Gue sendiri di rumah gak ada teman juga, jadi slow," jawab Zula menjelaskan


" Gak takut??"

__ADS_1


" Emang ada apa? kunti demit setan dan segrombolannya?? Itu semua takut sama gue, karena gue ketua grubnya saat live tiap malam jum'at" jawab Zula makin nyipris


" Ampun gila, gue jadi kehilangan bahan untuk gombalin cewek, dan malah mati kutu seperti ini" Batin El menggerutuki dirinya sendiri yang tiba tiba mati gaya dengan gayanya yang biasanya sok cool dan suka gombal


__ADS_2