
El terus memikirkan hal itu hingga akhirnya tertidur pulas dalam kursi pesawat yang El duduki
5 Jam sudah berlalu penerbangan telah berlalu, Jihan dan Zain terbangun karena hendak melaksanakan sholat asar di jamak takhir dengan sholat dhuhur,
Zain membuka penutup atau pembatas kursinya, Terlihat jelas putranya yang tertidur tanpa menggunakan selimut bantal maupun memposisikan kursinya senyaman mungkin
" Lihat anakmu Mi.." ujar Zain pada Jihan yang sedang merapikan selimut suaminya dan juga yang barusan ia kenakan
" Ya Allah.... Apa ya nyaman tidur seperti itu" ucap Jihan menggelangkan kepala
Zain akhirnya berdiri dan menghampiri anak ke 3 nya,
" El... Bangun nak... " ucap Zain mengusap lembut rambut El yang cukup panjang ala opa opa korea, eh salah.. korengan
El mulai mengerjap ngerjapkan matanya, dan mulai terbangun
" Udah mendarat Bah?" tanya El serasa tidur yang cukup lama
Padahal El sendiri tidur baru sebentar dan belum lama, tapi akibat beban pikiran penuh pertimbangan menbuat dirinya tertidur cukup lama
" Belum baru separo perjalanan, ayo bangun sholat dulu" ucap Zain pada El
" Allahu Robbi.... Kirain udah setahun tidurku bah..." jawab El ngaco
" Mana ada tidur setahun... Abahmu aja gak pernah tidur setahun, 7 bulan pernah..." saut Jihan yang ada di belakang Zain
" Masak?? Abah pernah koma?" tanya El langsung tanggap
Jihan tercengang dan langsung berjalan duluan tanpa menjawab pertanyaan El, yang ada nanti jadinya sakit hati kalau ingat hal itu, pengorbanan tanpa ada harganya sama sekali
" Bah... Beneran?" tanya El lagi pada Zain
" Abah Lupa..." jawab Zain singkat dan segera menyusul Jihan menuju toilet
" Orang tua gak jelas...." Kesal El spontan merubah sandaran kursinya pada pesawat untuk kembali merem
Baru beberapa menit dan belum merem sempurna Jihan datang kembali untuk menjewer telinga anaknya, selepas dari toilet
" Sholat.... Bangun.." ucap Jihan lagi pada El dan menarik telinga El
Jihan sudah melakukan tayamum, dan sholat untuk lihurmatil waktu, di pesawat, karena nanti kalau di tunda lagi jadinya kodhok,
Kita masih sehat masih ingat dan tidak ketiduran, selagi bisa bernafas sholat tepat waktu,
Dalam keadaan musafir maupun bepergian kita udah di beri kemurahan untun mengkosor sekalian menjamak sholat
Dan sebagai orang yang Faham Zain dan Jihan juga melaksanakan hal itu tanpa mau meninggalkan kewajibannya
__ADS_1
Qiblatnya gimana?? Di pesawat punya tanda tersendiri untuk menunjukkan fi mana kiblatnya, dan sudah tersedia ruangan yang bisa di gunakan untuk sholat juga,
Seperti saat ini Jihan dan Zain sedang berjamaah sholat asar yang di gabung dengan sholat dhuhur, dengan Zain sebagai imamnya
Setelah berjamaah tak lupa dzikir dan berdoa, keduanya kini kembali ke meja masing masing
Dan sesaat kemudian apa pramugara yang menyajikan makanan untuk mereka
Ya sajian makanan untuk para penumpang pesawat, yang di sediakan oleh pihak maskapai
" Okey... Thanks you.." jawab Zain setelah makanan tersaji
Setelah makan, mereka kembali untuk tidur lagi, Terutama Jihan, bisa dia lanjut bekerja dengan menggunakan Wifi pesawat, cuman hawa ngantuknya berbeda saat terbang di udara dan di daratan
Di tambah lagi Zain yang masih terus ngusel ngusel dirinya, membuat Jihan makin terasa berat membuka matanya hingga kembali tertidur
Begitu juga dengan El yang sudah di tutup semua tubuhnya dengan selimut, untuk penerbangan 4 jam kedepan
Siap menempuh mimpi yang indah dalam tidur yang cukup nyaman sampai landing nanti
Dan benar setelah kenyang makan, mereka tertidur pulas hingga pesawat landing di bandara Internasional Kairo Mesir
Jihan dan Zain masih tertidur lelap dengan berpelukan, berbeda dengan El yang sudah terbangun di kala pengumaman akan landing
" Ck.... Udah berhenti masih molor..." Icap El saat mengintip kedua orang tuanya yang masih tidur saling berpelukan
" Bah... Mi..... " panggil El untuk membangunkan Jihan dan juga Zain
El akhirnya mundur sejenak, karena sebagian penumpang lainnya mau lewat dan turun
El kembali duduk sambil memainkan ponselnya, untuk menghubungi Abangnya sudah sampai belum menjemputnya
Sesaat kemudian panggilan terhubung dan terdengar suara Al yang sudah menunggu mereka di pintu kedatangan,
" Assalamualaikum...." ucap El pada Al
" Waalaikumsalam.. Kalian di mana? udah turun dari pesawat belum?" jawab Al dan bertanya balik
" Kalau pesawatnya udah turun tapi kami belum turun dari pesawat... Abah sama Umi masih pada molor..." jawab El pada adanya
El kemudian mengalihkan panggilannya ke panggilan Video
" Tuh... Kelakuan orang tuamu kayak pesawat milik sendiri" ucap El sambil memperlihatkan kedua orang tuanya yang masih anteng
" Lho gak bawa jet Abah?" kaget Al
" Enggak lagi dinas sama Om Irfan" jawab El singkat
__ADS_1
" Ya bangunin lah..." ucap Al lagi
" Biar tertinggal sekalian" jawab El pasrah dan makin ngaco
Hingga akhirnya Tanpa di bangunkan oleh El Zain kini terbangun sendiri dan tersadar kalau pesawat sudah mendarat
El menahan tawa melihat abahnya yang lagi kesusahan membangunkan Uminya,
Ya Jihan masih belum ada perubahan, di perjalanan santai sepeeti saat ini, hingga susah di bangunkan
El masih melakukan panggilan Video pada Abangnya, dan tanpa mau menunggu Umi dan Abahnya El turun dulu sambil membawa tas dan kopernya sendiri
" El .... El...." panggil Jihan tanpa di pedulikan El yang terus berjalan
" Ck... Anake Wong...." kesal Jihan merasa di tinggal anaknya dan tidak di bangunkan lagi
Zain dan Jihan berdiri dengan membawa koper sendiri sendiri, untuk mengejar El yang gak mau membantunya
Biasanya kalau udah keenakan tidur di pesawat jet pribadinya mereka di bangunkan oleh pramugari pribadinya,
Lama udah tidak menggunakan pesawat umum membuat mereka terbiasa dan terlupa di mana keberadaannya
El sudah melalui scurity cek, di bagian Imigrasi dan sudah menyerahkan pasport serta Visanya juga, dan meninggalkan Abah Uminya yang masih di belakang berdua
Dari kejauhan Al sudah melambaikan tangannya, Dan El langsung menghampirinya
" Weh... Anak FK... Assalamualaikum.." ucap Al menyalami Adeknya
El menerima dan mencium serta memeluk gokil abangnya
" Waalaikumsalam.." jawab El santai
" Mana Abah Umi?" tanya Al lagi
" Masih di belakang pacaran" jawab El singkat
" Gimana Mumet jadi Anak FK? di suruh ke Bisnis aja nolak" ledek Al pada El yang menolak usulannya agar di bisnis bisa menggantikan Abahnya
" Gue anak sholeh nurut kata orang tua, apa lagi Umi... Emang Elo, Anak durhaka ngabisin uang aja, " jawab El tanpa mau kalah
" Gak apa apa, kalau bukan kita yang ngabisin untuk apa Uang Abah" jawab Al makin santai kalau sama El yang pastinya akan menjadi perdebatan panjang
" Gimana cewek aman?? LDR lho..." tanya Al pada El
El langsung celingak celinguk mekihat sekitar mana tau Uminya datang
" Gue anak FK gak mumet tentang materi, gue baru ini mumet masalah LDR, " Jawab El berniat untuk curhat
__ADS_1
" Maksud Loe...?? Gak nyaman? dan mau putus aja?" tanya Al bisa menebak..
" Wah... Gak setia loe El..." Tambah Al lagi langsung menyudutkan El