
Seharian penuh El dan teman temannya pada kumpul di rumah El, mereka merasa di perlakukan sebagai raja, yang biasanya mereka hidup sendiri, cari makan sendiri dan di sini semua tersedia
Mereka semua heran sama El yang masih mau menjadi seorang Imam masjid, padahal di rumah dia aja di perlakukan seperti raja
Kalau di suruh milih mereka juga milih jadi El yang seharusnya di rumah saja tanpa mau susah susah kuliah dan kerja seperti ini
Tapi itu semua karena didikan orang tua Al dan El yang mengajarkan anaknya agar hidup sederhana walau semua tercukupi
Kini tiba waktunya mereka kembali lagi kehabitat masing masing, menjadi seorang santri yang mengabdi pada agama
" Padahal kami masih mau di sini lho Mi" ucap Miftah sambil menyomot buah anggur yang ada di hadapannya
" Iya kan, kayak raja" saut Hafidz
" Tapi anehnya Elo kenapa milih tidur di kamar masjid dengan kasur kempet sama gie sih Mi? Dari pada tidur di kasur empuk seperti ini" tanya Dani sambil menaik turunkan badannya di atas kasur empuk milik El
" Iya seperti ini kalian bareng barenh semuanya di sini, rame rame jadi seru, coba bayangkan kamar segede ini terus gue tidur sendirian di sini, gimana rasanya? sepi hampa gak, kalau gak berkawan sama laptop dan ponsel doang, buka lagi kembali ke menu, tutup lagi menu lagi galeri udah itu doang, apa enaknya?" jawab El panjang memberi contoh dan sebagai alasan
Mereka tidak menjawab dan masih membayangkan dengan bayangan masing masing bila dia ada di posisi El
" Iya juga sih, tapi masih enak kita gak payah cari makan saat kelaperan, saat tengah malam, gak payah bangun saat subuh " jawab Dani yang paling sulit kalau bangun subuh
" Tapi di balik kesusahan itu semua A' kita bisa merasakan gimana sulitnya dan payahnya orang tua kita saat cari nafkah, dan ada hikmahnya sebagai imam masjid kira bisa jamaah 5 waktu juga kan?" jawab El lagi dan mereka semua mengangguk
Setelah semuanya siap mereka lanjut turun dan akan pamitan pada Al dan juga Ismi serta Irfan yang kebetulan ada di sana
" Mau berangkat sekarang?" tanya Ismi yang menyiapkan bawaan untuk oleh oleh mereka
El mengangguk dan menoleh pada sosok laki laki yang ada si sebelah Irfan
" Ini siapa Om?" tanya El sambil mendekat ke arah Irfan
Laki laki tersebut tersenyum dan berdiri mengulurkan tangannya pada El
__ADS_1
" Ini Adek saya pak Ryan" ucap Al memperkenalkan tamunya
" Ryan.." ucap Ryan sambil bersalaman dengan El
" Azmi El Musthofa" jawab El sambil membalas jawabatan tangan dari Ryan
" Ini tuh orang kepercayaan Abah kalian di kantor pusat, kebetulan kemaren sebelum dia pulang dari Umroh, mas Ryan ini jumpa dengan abah kalian, suruh gantiin posisi Abah kalian sementara, karena Om sendiri udah tua El, jadi Om udah angkat tangan juga kalau suruh muter ngurusin kantor selama abah kalian di Mekkah" jawab Irfan menjelaskan, dan Al El menganggum mengerti, karena mereka sendiri kalau suruh ngurus kantor dan bisnis juga ogah bukan bidangnya
" Oh begitu, jadi bang Ryan asli Jakarta?" tanya Ismi yang sedari awal jumpa denga Ryan sangat terkesima, selain Ryan ganteng dia juga sopan dan katanya dia juga santri anak teman Zain saat kuliah di Turky dulu
Ryan juga lulusan Bisnis di Turky yang sama dengan ayahnya dan juga Zain, jangan salah juga, Ryan juga pernah mondok, walau bukan ahlul Qur'an atau penghafal Al Qur'an, tapi dia ahli Kitab, intinya ngitik dan nritik lah kalau suruh baca kitab
" Bukan sih, sebenarnya saya asli Aceh, cuman Kebetulan dinasnya di Jakarta, " jawab Ryan dengan nada sopan dan cukup berwibawa
" Oh... Selama ini tinggal di Jakarta berarti?" tanya Al yang tadi belum ngobrol lama
Ek merasa ada kenalan baru anak Ibu kota akhirnya memilih duduk, begitu juga dengan teman temannya yang ikut duduk di sana untuk menyimak para pembisnis handal itu
" Tangerangnya di mana? di perum apa apartemant mana?" tanya El makin penasaran
" Bukan saya ikut tinggal di pesantren, cuman kalau pagi pergi kerja, malam baru ngaji" jawab Ryan sopan dan ramah
" oh... Kang santri" ucap Al dan El kompak
" Tuh Bang, mana tau santrinya mantan calon mertua" ucap El menyenggol Al
Al mengerutkan keningnya dan kembali bertanya tanya
" Iya bang? Abang nyantri di pondok XX?" tanya Al kepo
" Bukan saya mondok di pesantren XZ, tempat Abah Fahri dan Umi Naifa" jawab Ryan yang ternyata santrinya Fahri dan Naifa
" Subhanallah...." ucap Ismi Irfan Al dan El kompak
__ADS_1
" Santrinya Om Fahri dan Tante Naifa?" tambah Al dan El mengangguk membuat Ryan heran, selama ini selama Ryan hampir 7 thun kerja di perusahaannya, Zain tidak pernah menanyakan di mana tempat tinggalnya cuman percaya saja, pada Ryan tentang perkembangan semua perusahaan, karena biasanya Zain menerima laporan langsung dari Ryan yang menghandel
" Kalian semua kenal?" tanya Ryan kaget
" Kenal beliau itu teman Umi waktu di pesantren" jawab Al menjelaskan
" Makdsudnya buk Jihan?" tanya Ryan tidak percaya
" Iya teman Umi, dan kami semua jadi sodara" jawab El yang cukup akrab dengan Fahri dan Naifa juga
" Jadi Pak Ryan selama Abah di Mekkah bapak yang akan menggantikan posisi Abah?" tanya Al dan Ryan mengangguk
" Terus di pesantren gimana? pasti jadi ustadz kan, udah kelihatan tuh" tanya Al lagi makin asyik , Dan Ryan hanya tersenyum menanggapi ucapan Al
" Udah ada santri lain, karena saya juga cuti dulu selama di sini" jawab Ryan sopan
" Ya udah kalau gitu selama Abah belum pulang, selama pak Ryan di sini tinggal sama saya aja, kesepian ini" ucap Al langsung percaya kalau santrinya Fahri
" Gak apa apa Memangnya Mas?" tanya Ryan memastikan
" Gak apa apa lah, Nih Si El aja mau balim Ke Jakarta, kuliah dia, jadi Imam juga, jadi lebaran gak pulang dia banyak job ngimamin sana sini" ucap Al sambil melirik El yang sudah tertawa kompak dengan teman temannya
Dan mereka lanjut sejenak hingga El dan teman temannya semua undur diri dan pamit untuk kembali ke Jakarta untuk beraktifitas kembali di bulan Romadhon
Seperti yang sudah kita lewati sebulan ini, hingga sampai puncak di hari Raya idul Fitri,
Semoga ibadah kita di bulan Romadhon kemaren di terima oleh Allah SWT, dan kita di pertemukan kembali dengan Romadhon selanjutnya
Alhamdulillah Lur.. tahun Ini author gak di perantauan, dan bisa lebaran bareng keluarga di kampung bahagia haru campur aduk, setelah beberapa lebaran tidak kumpul keluarga
Selamat hari Raya idul Fitri ya readers kesayangan Author, Mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏🙏 Apa bila author ada salah , author minta maaf,
Salam silaturrahim dari Author ya... Love you ❤❤
__ADS_1