Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Hampir gagal


__ADS_3

Di hari yang fitri ini, keluarga Zain semua terpisah, gak etis memang, tidak ada kumpulan dari keluarganya,


Dengan Zain dan Jihan masih berada di Mekkah, dan El yang masih di Jakarta, Il yang memilih liburan di puncak, dan Al yang ikut pulang ke Aceh sama Ryan


Entah lah, mungkin mau cari warna dan pengalaman yang berbeda untuk hari raya ini


Kalau author thun ini bereng keluarga, tapi tidak dengan Zain dan Jihan serta anak anaknya yang masih di seberang sana


Setelah 2 tahun ada larangan Mudik, Alhamdulillah sekarang kita bisa berkumpul kembali dengan keluarga besarnya


___________


Sebulan sudah hari raya terlewatkan, Jihan dan Zain juga sudah kembali ke Indonesia dengan aktifitas mereka masing masing


El tadi sore sudah sampai di rumah, dia sudah masuk semester 3, dan sebentar lagi akan praktek di Rumah sakit Uminya,


Dia ngambil cuti dari Masjid selama dia praktek,


Sebenarnya ada juga dan banyak rumah sakit di Jakarta yang menerima praktek anak sekolah, Cuman Biasa Al sengaja milih rumah sakit tempat Uminya biar ada keringanan aja untuk tugasnya sekalian bisa pilih jadwal sesuai yang di inginkan


Karena Al mau sekalian temuin Zula yang sudah berada Di BNT, dan dia menjadikan ini kesempatan agar bisa kenal Zula lebih jauh dan menyatakan cinta pada Zula


" El Di rumah Jakarta kan banyak rumah sakit, kanapa jauh jauh ke sini, ninggal kerjaan lagi, tanggung jawab itu El" ucap Al saat mereka berkumpul di halaman belakang kolam renang


" Kalau Uminya punya kenapa harus yang lain" jawab El santai


" Betul gak Mi" tambahnya meminta pembelaan


" Umi tau, kamu cuman males ngerjain tugas, dan lagi lagu Umi nanti yang ngerjakan, laporan kamu" jawab Jihan sudah faham tipe anaknya


El tidak menjawab dan hanya cengar di tambah cengir, alias cengar cengir


" Huu.... Otak bulus, suka ngibulin" jawab Al Sambil menonyor kepala El


" Eh Elo jangan tonyor tonyor pala gue bang, gue sekalian mau bantuin elo di BNT, ngajar, kasian elo kerepotan" jawab El yang padahal bermaksud lain


" Ah yang bener aja" ucap Zain yang baru menyamperi dirinya


" Bener lah, kasian El bah sama Abang tuh, pegawainya sudah tua tua, kalau cuman ngajar kitab kuning hadist, El juga masih bisa kali Bah" jawab El asal nyeplos


" Lha terus praktekmu gimana? Pulang untuk praktek kan? Bukan untuk ngajar?" tanya Jihan yang gak heran dengan anaknya


" Malam lah, setelah pulang dari BNT" jawab El enteng


" Nanti bilang capek penat gak jadi praktek El, " Sindir Jihan


" Umi lah yang praktek, Nilainya kasih ke El, gitu aja kok repot" jawab El tanpa rasa dosa


" Udelmu kui, Yang kuliah kamu El, yang ada saat jadi dokter mati semua pasiennya" kesal Jihan sampai mengumpat


Zain dan Al langsung tertawa ngakak kau El ken semprot Uminya


" Ya Enggak lah, nanti El bacain Yasin biar hidup lagi" ngasal El yang tanpa rasa bersalah


" Oh... Makin ngaco nih anak" ucap Al ikut kesal


" Hahaha... Apa Satu hataman Al Qur'an sekalian, kan Al Qur'an obat segala penyakit" tambah El makin ngaco

__ADS_1


" Gak jelas gak jelas" ucap Zain menggelengkan kepalanya


" Ini nih anakmu Bah,... Masyaallah ini turunan siapa ini?" ucap Jihan gemes pada El


" Turunan Mas Baha' kalau enggak Om Toha ini, ngaconya kelewat batas" jawab Zain sambil mengelus kepala El


Keesokan Harinya El bukannya kerumah sakit justru malah Ikut mobil Al yang berangkar ke BNT


" El praktek" ucap Zain mengingatkan


" Praktek ngajar Bah" jawab El dablek


" Kamu jurusan apa?"


" Jurusan JODOH DUNIA AKHIRAT" jawab El makin nyeleneh


" Mi nih lho Mi..." teriak Zain yang sudah rapi dan memanasi mobilnya


Al sendiri juga belum keluar karena masih menyiapkan perlengkapan mengajarnya


" Apaan sih Bah, orang El mau ke BNT, Pelit amat" jawab El sambil cemberut


Jihan mulai keluar dari pintu rumahnya, dengan membawa tas dan jas putih yang di sampirkan di lengannya


" Apa apa?" tanya Jihan yang tadi mendengar teriakan Zain


" Heboh sendiri" ucap Jihan lagi


" nih Anak tuh gimana? Pulang mau praktek kok jadinya praktek ke BNT" Jawab Zain yang gak tau apa maunya anaknya itu


" Enggak lah enak aja, ngejain tugas siang malam selama setahun suruh ngulang PAI" Bantah El yang tentu keberatan


" Lha terus? turun ayo pindah mobil Abah kerumah sakit" jawab Zain meminta El


" Nanti malam bisa lho Bah, plis deh, El mau cuci mata" jawab El akhirnya memelas


" Oh gitu cuci mata lihat cewek cantik?" ucap Jihan sambil mendekat pada El dan langsung menjewer telinga El


" Aduh aduh Mi..... Sakit" ucap El kesakitan


" Mbok jadi orang yang istiqomah kenapa soh El, anteng gak usah lirak lirik" kesal Jihan yang belum tau kalau El sudah putus lama dengan Henny


" Iya mi Iya" jawab El gak mau panjang panjang, takut ketahuan


" Ayo turun ke Rumah sakit" ucap Jihan mengajak El turun


" Malem aja ya Mi ya, plis, El mau ikut Abang" jawab El masih memelas


" Malam Umi gak dinas" jawab Jihan cepat


" Mi..." ucap El merayu


" Enggak !.. Turun sekarang" ucap Jihan tajam dan akhirnya El mengalah untuk turun


" Hahahaha.... Kapok kapok, gagal modus," Cibir Al ya baru keluar dari rumahnya


" Bangga loe" kesal El sambil menutup pintu mobil Al keras hingga berbunyi

__ADS_1


Brak.....


Masih di tambah dengan tendangan kuat ke mobil Al dari kaki El


" Ancur Woy Ancur mobil gue" Teriak Al berlari ke arahnya


" Nanti di belikan baru lagi, loe kan anak kesayangan" jawab El langsung masuk ke mobil abahnya


Ada rasa dongkol juga dalam hati El, memang sih dia salah, karena seharusnya dia memang kerumah sakit, dan malah mau belok ke sekolah


El masih ngambek dan menutup pintu mobil Zain dengan cukup kuat, dan kasar


" Apa Bah? Orang kaya bisa beli lagi" ucap El sewot


Rencananya mau bertemu dengan Zula gagal total, gara gara ketahuan sama Abah dan Uminya


Dengan ucapan El seperti itu, Zain cukup merasa tersentil hatinya, seolah El bukan lah anak kesayang Zain juga, dan Zain kembali teringat waktu kelahiran El dulu, dia yang mengabaikan El


Jihan dan Zain langsung menyusul El yang sudah berada di mobil mereka dan mereka pergi sama sama begitu dengan Al yang sudah meluncurkan mobilnya keluar


Wajah El masih cemberut dan Zain malah meminta El untuk menyetir mobilnya,


El menanggapi dengan diam tapi menerima apa yang abahnya perintahkan,


Zain merasa makin bersalah, tau entah mengapa Zain merasa begitu tersentil hatinya, gak tega melihatnya dan tau kalau Uminya itu sangat garang tapi Zain akan membantu El nantinya


Sesampainya mengantar Jihan, Zain tidak langsung menggantikan El, dan malah meminta El untuk mengantarnya sekalian


" Antar abah dulu El" ucap Zain pada El


" Mau praktek tapi Bah, " jawab Jihan mewakili


" Biar anter abah dulu, nanti El balik lagi ke sini" jawab Zain dan El masih tetap diam tidak ikut menjawab sama sekali, entah dia masih dongkol rasanya


" Ya Udah anter Abah nanti balik lagi kesini" jawab Jihan langsung menyalami tangan Zain, dan langsung salam masuk ke Rumah sakit


El melajukan mobilnya tanpa berkata sama sekali, dan tidak mengajak ngobrol abahnya, selain dongkol dia masih bingung nanti mau ngomong sama Zula apa soalnya dia juga sudah janjian sama Zula


" Kamu pengen ke BNT?" Tanya Zain pelan


El masih diam tanpa menjawab dan hanya melirik abahnya lewat kaca spion,


" El" panggil Zain yang merasa gak enak hati


" Dalem" jawab El datar


" Kalau mau ke BNT, ya Ke BNT, bawa mobil abah ini gak apa apa, nanti masalah praktek dan Umi biar jadi urusan Abah" ucap Zain langsung membuat El berbinar binar matanya


" Beneran Bah?" tanya El lagi


" Iya nak" jawab Zain sambil tersenyum


" Yes... Makasih bah" Jawab El sambil tersenyum lebar, karena bahagia acaranya yang hampir gagal akhirnya akan segera terlaksana


" Anter Abah dulu, jangan buru buru, pelan pelan aja kalau bawa mobil" ucap Zain memberi petuah pada El


" Akhirnya senjata ala cewek mempan juga" batin El yang tadi ngambek seperti cewek

__ADS_1


__ADS_2