
Setelah selesai sholat jamaah para penyimak yang lain sudah kembali kedepan, dan Kini tinggal Yasmin dan Tiara saja yang masih di dalam
" Ra.... Gimana ini??? Gue takut banget" ucap Heny ketakutan
" Kenapa?? Ada Umi Jihan sama Kak El di luar?" Tanya Tiara faham dan Heny mengangguk
" Ya gimana lagi udah terjadi, udah lah El juga besok udah boyong, enggak enggak kalau di takzir" jawab Tiara santai
" Iya gak di takzir El, lah gue.. Nanti kalau Umi Jihan bilang bilang gimana ke Ndalem" takut Heny sudah gak karuan
" Loe gak denger tadi kalau Umi Jihan bilang Umi Jihan pernah muda dan tau posisi seperti itu" jawab Heny mengingatkan
" Iya tau.... Tapi... Ah... Memang bang El ya, gak di kihat lihat dulu siapa yang ada di dalam asal masuk santai lagi" kesal Heny pada El
" Udah terlanjur basah.... Mandi sekalian Hen.... Berenang juga boleh" jawab Tiara santai dan lanjut jalan duluan
" Ra.... Ih... Tiara..." Teriak Heny makin kesal
Sesampainya di Luar El masih lanjut ngaji lagi setelah debat sama Uminya dan berkali kali dapat jeweran dari Uminya
Memang pikiran Jihan saat El kecil dulu El akan kalem, secara El yang dulu gak secrewet Al waktu kecil ternyata mereka saat besar malah sebaliknya
Kini Tiara sudah duduk dan berbincang dengan Umi Jihan dan juga Ismi masalah pondok AL-JQ
Dan Kini akhirnya Heny juga ikut gabung dengan mereka dan mulai berbicang juga
" Oh... Kalau mbak Heny ini asli mana??" tanya Jihan basa basi dan El yang ngaji sambil melirik kearah Uminya yang kepo menurutnya
" Saya dari KDS Umi..." jawab Heny lembut
" KDS?" tanya Jihan lagi dan Heny mengangguk hingga tersenyum
" Umi dulu juga kelahiran KDS, besar dan sekolahnya dari KDS juga, bahkan Abah Zain juga asli KDS, " jawab Jihan dan Heny mengangguk dar tersenyum
Sebenarnya Heny mau ikut menanggapi tapi malu dan takut banget rasanya, jadi memilih untuk tersenyum ramah saja dan ngempet
" Tapi setelah kami menikah, kami pindah ke SRG, karena Abah kantornya di SRG, Begitu juga Umi kuliah di SRG" sambung Jihan bercerita
" Iya Umi... Berarti Umi dulu setelah menikah masih lanjut kuliah?" tanya Tiara yang merasa asyik di ceritain sama Umi Jihan
__ADS_1
" Iya bahkan sampe Umi udah punya banyak anak Umi masih menikah di jenjang S2, " Jawab Jihan santai dan Tiara mengangguk
" Oh ya mbak Heny KDS nya mana?" tanya Jihan lagi dan begitu perhatian pada calon mantunya
" Saya di arah Ke CL Umi" jawab Heny sopan
" Oh iya ya..... Tau Umi, " Jawab Jihan mengangguk dan lanjut ngobrol dengan para santri santri cantik dan membiarkan El untuk ngaji sendiri
Mata El terus melirik pada Jihan yang asyik ngaji , dalam hati El sangat kesal dengan Uminya, tujuannya ke situ untuk apel dengan Heny tapi di gagalkan oleh Uminya sendiri
Ismi yang melihat menahan tawa dan mencolek Jihan agar melihat ekspresi El saat ini
Jihan faham dan menoleh serta melirik sejenak dan tersenyum kecut pada anaknya
Dan Ismi malah menjulurkan lidahnya dan bibirnya bergerak dengan berkata
" Emang enak di cuekin.." ucap Ismi dan terlihat oleh El, kemudian Ismi tersenyum kecut juga
El ingin rasanya ceplos dan menghentikan ngajinya tapi ah... tau lah itung itung bantu Heny
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 1 malam, itu artinya sudah sejam lebih El ngaji menggantikan Heny, dan El sudah mendapatkan 5 jus dalam satu dudukan
Cepet? Jelas, anak Zain, apa lagi kalau emosi hem.... Bacaan Al Qur'an yang sudah nempel di Lisan, langsung wes wes lancar kayak jalan tol
" Gimana kang, udah sampe Juz berapa?" tanya Jihan santai
" Sudah 5 Juz Umi... ini udah juz 22 Akhir dan mau masuk juz 23" jawab El sok manis pada Uminya tapi hatinya dongkol
" Alhamdulillah.... Ya udah kang... Udah malem sekarang balik ya kang, gak enak sama tuan rumah" ucap Jihan menyuruh El balik lagi
" Hah......" Kaget El karena gak jadi kencan
" Udah balik aja.... Udah malem.." ucap Heny dengan berbisik pada El dan memberi isyarat
Ismi masih menahan tawa meliha ekspresi El yang makin kesal
" Balik ya kang... Mbaknya biar Istirahat dulu, besok kalau liburan pondok dan Sekolah baru datang kerumahnya, Kangnya orang mana?" tanya Jihan pura pura gak tau
Ismi udah hampir ngakak mendengarnya dan memang Jihan masih sama dengan yang dulu yang ahli drama
__ADS_1
" Oh... Hehe... Iya Umi... Saya Asli SRG, Hehehe" jawab El dengan tawa pura pura
" Oh... SRG, deket kita kang... Nanti kalau pulang jangan lupa main ya tempat Umi, SRG nya mana?" tanya Jihan lagi
" Di perum Xyz" jawab El menahan rasa kesal dalam hatinya
" Oh dekat mah itu... Nanti main ya, ajak mbaknya sekalian main ya..." jawab Jihan lanjut bersekenario
" Oh ya udah... Ini udah malem kalian istirahat ya.. Umi mau balik ke Ndalem dulu, " pamit Jihan to the poin pada Heny dan yang lain
" Tapi sebelumnya Kita boleh ya mbak foto bareng, " ucap Jihan lagi dan mereka menyetujui
" Monggo Umi tengah..." ucap Heny lembut
" Okey Okey.... Siap..." jawab Jiha alih posisi
" Say Kamu ikut foto sekalian biar di fotokan sama kang santrinya" ucap Jihan sambil menyodorkan ponselnya pada El
" Nih kang Fotokan yang bagus ya kang..." ucap Jihan lagi dan Ismi ikut baris dengan para santri
El sudah mulai pasang kamera dan juga pasang wajah senyum bahagia tapi boong karena hatinya dongkol di kerjain habis habisan sama Uminya sendiri
" Eh bentar bentar kang.... " cegah Jihan makin membuat El emosi hati
Semua pun memandang pada Jihan yang tiba tiba menghentikan kemeramennya
El yang kesal asal di jepret aja dan emosi tanpa kata
" Gimana Say...." tanya Ismi
" Ini kalian mau ambil foto sekalian gak? kalau Iya biar kasihkan aja ponsel kalian sama Kang santri, biar sekalian di ambilkan fotonya" ucap Jihan pada santri
" Oh iya ya Umi... Sekalian..." jawab Mereka dan langsung mengambil ponsel masing masing
Kapan lagi bisa ngerjain idola pesantren seperti El saat ini kalau Bukan Uminya sendiri yang mulai
El rasanya sudah pengen banting satu persatu ponsel di tangannya
" Oh ya... Maaf gak sekalian ibu tuan rumah di ajak selfi ya Umi, Biar di bangunkan dulu" ucap El sengaja menyindir Uminya yang di malam ini cukup special baginya
__ADS_1
" Oh Iya Ide bagus... Bentar ya kang.. Biar saya bangunkan dulu.." jawab Jihan makin girang dan serasa dapat tambahan untuk membuat anak laki lakinya itu meledak emosinya
Jihan peling tau kalau El paling murka kalau di kerjai, tapi ya itu dia suka ngerjain orang lain