Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Pengakuan


__ADS_3

Bahkan hal itu pada El atau Azmi yang kawannya sebut itu hal yang paling di inginkan oleh semua orang yang ada di sana


Ya berdekatan dengan Zain, seorang ulama' kondang sejak muda hingga saat ini, di usia yang sudah kepala 5


Banyak di antara mereka yang iri denga El, yang bisa naik ke atas pentas dan di rangkul oleh Zain, lebih dekat dengan Zain saat ini


" Subhanallah.... Kamu Imam di sini nak?" tanya Zain dengan menggunakan Mic dan El hanya merunduk kebawah tanpa menjawab


" Sudah berapa lama pak Ustadz ini anak jadi imam di sini?" tanya Zain pada ketua takmir masjid tempat El menjadi imam


Masjid An Nur, di daerah Jakarta, dekat dengan kamous dan juga apartemant El


" Kurang lebih hampir 2 atau enggak jalan 3 bulan pak kyai" jawab pak Takmir masjid


" Subahanallah.... Kok diem aja.." ucap Zain lain dan yang lain masih belum curiga dan penasaran siapa El sebenarnya


Mereka masih mengira kalau ini adalah kebetulan dan keberuntungan saja bagi El


El masih diam merunduk dan tidak menjawab, secara di hadapan banyak orang, kalau sudah di rumah, pasti udah saling bantah dan cerewet lagi


" Bangga saya pak buk, saudara semuanya" ucap Zain terharu pada El yang sedari tadi di rangkulnya


" Beliu ini Muhammad Azmi Alfi syahr El Musthofa, " ucap Zain terhenti dan mengusap air matanya


Sontak membuat semuanya kaget dengan pernyataan Zain yang tau nama lengkap El, kecuali Imam yang justru ikut terharu melihat pemandangan itu dan sudah menbagikan link live video pada istrinya sedari Zain menanyakan Soal live tadi


Di sisi lain, Jihan dan Della yang sama sama sedang ngobrol kini masih menyaksikan dan Jihan yang mulai terharu, dan sudah ber DERAI AIR MATA


Gimana tidak, pikiran Jihan langsung kembali pada sosok bayi mungil yang terlahir prematur, bayi mungil yang gak di akui sebagai anak oleh bapaknya sendiri


Bayi mungil yanh sejak dalam kandungan tanpa perhatian dari seorang abah, bayi kecil yang ikut uminya pontang panting sebelum lahir,

__ADS_1


Bayi kecil yang selalu di fitnah sejak dalam kandungan, di rendahkan bahkan di lempar lempar siapa abahnya,


Kini sudah dewasa, sudah tumbuh menjadi seorang imam masjid yang cukup membanggakan,


Imam muda yang tanpa mau di ketahui identitasnya oleh siapapun, dengan kerendahan hati yang dia miliki selama ini, kerendahan dan kesederhanaan dalam hidupnya walau menjadi anak seorang sultan


" Mbak Della... " ucap Jihan sambil menitikkan air mata yang tak pernah surut


" Bayi mungil yang dulu tak di akui dulu di fitnah dan dulu ingin di buang, sekarang menjadi imam muda mbak, Abahnya ikut bangga" tambah Jihan tanpa mengalihkan pandangannya pada layar laptop yang ada di hadapannya


Della menoleh dan merangkul serta mengelus pundak Jihan lembut


" Bayi mungil yang selalu Della gendong dari bayi, yang selalu kuat saat terapi, kini udah menjadi orang hebat mbak, bayi kecil yang selalu mengerti kesibukan Uminya mbak, bayi kecil yang gak mau lepas dari abangnya juga" jawab Della ikut terharu, karena sedari bayi dia yang menjaga El hingga sekarang El kuliah masih bisa di dekatnya


Keduanya sama sama bangga pada El, anak yang hampir hilang, anak yang menjadikan Jihan trauma dan takut akan kelakuan Zain waktu itu


Kembali keacara Zain


" El, kalau di sini di panggil Azmi, dia putra saya, putra ke 3 saya, yang sekarang tanpa sepengetahuan saya, ternyata sudah menjadi imam di masjid yang besar ini" ucap Zain bangga pada El


Apa lagi teman teman El, yang selama ini mengira kalau El adalah orang biasa bahkan orang yang tak mampu, yang kekurangan harta benda dan hanya punya kelebihan dalam bidang ilmu saja


" Beneran tuh?" ucap Miftah masih gak percaya


" Yang bener aja pak Kyai" sanbung As'ad juga bingung


" Gue aja tiap hari kumpul gak tau sama sekali sih" ucap Dani menggaruk kepalanya gatal


" Kaget semuanya ya, ...?" tanya Zain dan tidak ada yang menjawab


Bahkan dari mereka merasa Zain ngeprank mereka semua, karena ini gak lazim dan tanpa ada brifing juga

__ADS_1


" Sudah kagetnya cukup saja di sini, dan kembali saja jelaskan dan saya perkenalkan, ini jagoan saya, Muhammad Azmi Alfi Syahr El Musthofa, jangan kaget, lagi, usah dua kali saya ucapkan... ya...." ucap Zain memperkenalkan El


Semua hadirin masih tidak percaya dan tidak ada yang nyaut sama sekali


" Pak Buk...." panggil Zain


" Dalem pak Kyai" jawab mereka sebagian


" Sudah percaya sama saya, kita imbas, kalian kaget tadi saya juga kaget" ucap Zain lagi dan mereka akhirnya tertawa


" Saya kaget, sebelum saya naik panggung tadi, saya melihat ada segerombolan anak muda dari belakang panggung, sontak perhatian saya pada satu satunya dari mereka yanga oake masker, dari matanya dan jalannya saya cukup kenal, ya namanya anak sendiri ya, " ucap Zain bercerita


" Apa lagi seharian ini, nomernya tidak bisa di hubungi, di tambah sampai bekakang saja, saya tidak sengaja melihat dia menarik tangan mas Imam, yang tadi bareng sama saya" tambah Zain lanjut cerita


" Nah...Bener ini, El itu, tapi saya pikir, dia cuman datang menghadiri pengajian, kan kebetulan dia ini (sambil menepuk pundak El) kuliah di UI, deket sini ya...?" tanya Zain


" Iya pak kyai belakang sini" jawab salah satu hadirin yang ikut di belakang Zain


" Nah... malah deket banget kan, dulu tempatnya di Apartemant green melati, dan gak jauh juga dari sini, saya kira, ada pengajian dia masih bisa istiqomah dalam pengajian, seneng saya, bangga, walau sibuk dengan tugas tetap sempat ngaji" ucap Zain masih kanjut bercerita


" Tapi perhatian saya masih tertunu pada sosok pengguna masker di saat saya sudah menaiki panggung" tambah Zain lagi


" Ternyata dari pihak panitia menanggilnya untuk mengantar minuman tadi, makin dekat makin saya cegat, dan saya tanyakan siapa dia di sini?? "


" Eh.... Subhanallah... Jadi imam ente di sini kang?" tanya Zain pada El


" Diem diem aja bang... " tanbah Zai dan El masih istiqomah menundukkan kepalanya


" Bang.... Gaya.. kalem bang... " goda Zain dan El tersenyum masih merunduk


" Eh.. Bang.. Pak Imam dong.. iya kan pak imam?" tambah Zain lagi dan membuat tawa oleh para hadirin yang ada

__ADS_1


" Anak abah anak abah..." ucap Zain hingga membuat para hadirin bertepuk tangan, di tambah pelukan hangat penuh kebanggaan yang Zain berikan pada El saat ini


" Semangat istiqomah menjalankan tugas dan amanah " bisik Zain dalam pelukan hangat keduanya


__ADS_2