Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Kurang yakin


__ADS_3

Tiba saatnya di jam setengah 7 pagi semua udah siap, begitu juga dengan Zula yang berfikir beberapa kali, kali ini dia memilih ikut kesekolah akhirnya


Dan semuanya berkumpul di ruang makan untuk menikmati sarapan setelah di teriaki oleh Umi kesayangan mereka, saat anak anaknya di rumah mulutnya berubah menjadi toa


" Kumpul semua akhirnya" ucap Jihan sambil menyiapkan sarapan yang sudah di masak oleh para orang resto


" Umi juga tuh, ngapa teriak teriak" kesal Zula yang belum pernah tau suara toa alami


" Loe baru tau kan La, kalau Umi kita itu toa alami kita " saut El yang sama jahil dan crewetnya kayak Jihan


" Toa toa" bantah Jihan sambil melototi Zula dan El


" Ya gak apa lah bang, dari pada setiap kamar kita di pasang toa beneran, kan mending umi aja biar hemat biaya" jawab Zula tanpa mikir


" Habisnya rumah segede gini kok anak cuman 3" tambah Zula yang masih berharap punya adek


" Besok gue yang bikin kesebelasan" saut Al santai dan mengambil piringnya


Semua yang ada di sana tertawa ngakak dan lanjut untuk sarapan


Di tengah sarapan tukang renov kamar Zula datang, dan menghampiri Zain


Untung Zula ada kamar impian, dan semua itu karena sigapnya Zain dan juga siapa lagi kalau bukan pak Irfan yang semalem lagi enak enak sama bunda Ismi di ganggu dengan suara telfon masuk


" Makanya cepet kawin sana bang, biar gue ada temen cewek" jawab Zula santai


Al Hampir saja menjawab, cuman Al teringat Uminya, dan enggan membahas mantan dulu


" Eh.. Bapak, mau renovasi kamar ?" ucap Al mengalihkan dan asal ucap


" Iya pak" jawab Sang tukang


" Tuh bah Mi, Zul sana Anter dulu ke kamar biar malam loe bisa tidur cantik" ucap Al salah tingkah


" Biar sama saya aja Pak Buk, " jawab Irfan yang menggagalkan pengalihan Al


Zula tersenyum kecut, dia tau kalau Al menghindar dan takut sama Uminya, dan memilih membahas yang lain


Dan benar efek usia Jihan dia gak peka dan lupa apa yang Zula tanyakan maupun Al ucapkan tadi


Setelah selesai sarapan kini Zula juga ambil ponsel dan juga dompetnya serta ikut Al yang mau berangkat ke BNT, tapi Zula tidak langsung bersragam karema masih tertinggal di rumahnya


" Mi Bah, Zula pergi dulu ya?" pamit Zula pada abah Uminya


" Kemana?" tanya Jihan balik

__ADS_1


" Sekolah, katanya suruh sekolah tadi" jawab Zula sambil mengatungkan tangannya


"Kok gak pake sragam?"


" Sragamnya ketinggalan di rumah, makanya ini berangkat pagi mau ambil sragam dulu"


" Ya udah hati hati sayang ya, siang nanti langsung pulang," ucap Zain dan Zula menyalaminya


" Al ada tugas Bah, nanti biar di jemput sama El aja kalau gitu, Al sore pulangnya" jawab Al yang bersalaman dengannya juga


" Ya udah hati hati, jaga adeknya Al, gak usah aneh aneh" tambah Zain makin posesif


Zula sampe cekikikan dengernya, ya selebay itu abahnya sampe anaknya gak mau ke napa napa, dan mereka lanjut keluar dan tak lupa mencium tangan Uminya


Saat Al sudah pergi El juga turun dari kamarnya karena dia juga mau praktek dulu sebelum nanti menemui Zula untuk melancarkan strategi


Di mobil Zula dan Al kini mereka melewati jalanan kota yang sudah mulai padat oleh pengendara lainnya


" Ini mobil Abang sendiri?" tanya Zula tiba tiba


" Bukan sih, Mobil Abang yang tinggi sama kayak punya El, pengen beli sport Umi gak boleh, ya karena trauma masa lalu itu" jawab Al sambil fokus ke setir dan jalanan


" Umi banyak traumanya ya bang, musah mudahan habis ini hilang semua trauma masa lalunya ya, masak selama nikah dengan Abah Umi belum sepenuhnya merasakan bahagia" jawab Zula dengan pandangan lurus ke depan


" Makanya loe jangan bahas nikah dulu, atau mantan lah, loe tau kan alasan Umi gimana, seperti yang Om Irfan katakan kemaren" Ucap Al dan Zula mengangguk mengerti


" Punya lah, loe tau gak?"


" Enggak?" jawab Zula cepat


" Ck.. Tunggu bentar"


" Eh iya ya hehe"


" Gue sama El, itu dulu sama sama punya pacar, dan kami, rela putus sama pacar kami masing masing hanya untuk ngedeketin elo dan berharap jadi pasangan elo" jujur Al terus terang


" Ah... Masak? berarti cewek cewek kalian masih cantikan gue dong" jawab Zula kegeeran


" Jujur Zul, entah apa yang membuat loe menarik, kalau kemaren iya tapi sekadang setelah gue tau elo adek gue, gue malah berfikir, kok bisa ya gue kemaren suka sama cewek seperti ini" jawab Al mencibir Zula


" Enak aja, buktinya rebutan gitu kok," kesal Zula dan Al tertawa ngakak


" Terus terus sekarang cewek kalian gimana? Elo aja deh, bang El nanti gue kepoin juga"


" Cewek gue di Mesir sekarang, tapi udah mantan Zul, karena gue dulu yang teropsesi sama elo, akhirnya gue jarang komunikasi sama dia, dia mulai merasa ada apa apa mungkin dan milih minder" jawab Al curhat yang pertama kalinya sama adek bungsunya itu

__ADS_1


" Weh... kalau gitu gue memang pemikat hati kalian" ucap Zula makin percaya diri


" Udah... Cukup Zul, percuma loe mau membanggakan diri loe lagi, makin cantik karismatik dan apapun gue gak tertarik lagi" ucap Al kesal sendiri karena gagal menjadi pasangan Zula


" Hahahaha Jangan kesal gitu dong bang, loe tuh bangga punya adek kayak gue"


" Bangga apanya nanti juga bakal jadi mik orang"


" Tapi kan Gue tetap adek loe, punya loe juga"


" Iya juga sih, " jawab Al kalah dan garuk garuk kepala


" Ya udah, gue dukung loe lanjut dan balikan lagi sama mantan elo bang, "


" BTW siapa sih namanya? jauh banget orang Mesir" tambah Zula makin kepo


" Benernya bukan orang Mesir sih, cuman lebih tepatnya dia sekolah di Cairo Mesir" jawab Al


" Weh anak Universitas islam nomer 1 di dunia, mantaap... gue bakal punya kakak ipar lulusan luar negri dong" jawab Zula bangga setelah mendengar penuturan soal Yasmin


" Kenapa harus nunggu kakak ipar iya kalau jodoh lagi kami" bantah Al gak yakin


" Iya dong, bangga aja secara itu kampus kebanggan kaum muslim apa lagi santri" jawab Zula masih terkagum dengan Universitas tersebut


" Gue lulusan sana, S1 S2, " jawab Al mantap


" Ah yang bener?"


" Iya bawel, abah Umi semua lulusan luar negri, Umi malah di Universitas terbaik 1 di Dunia, " jawab Al bangga


" Jadi semua anak luar, gue setelah lulus mau lanjut juga ke luar" ucap Zula gak mau kalah


" Gue yakin Abah gak ngizinin" jawab Al cepat


" Kenapa gitu?"


" Tanya aja sama Abah sendiri" jawab Al dan Zula kesal


Setelah menempuh perjalanan saling curhat cerita dan udah ambil barang barang juga di rumahnya udah pake sragam BNT,


Kini keduanya sudah sampai dan memasuki gerbang BNT, dan Drama siap di mulai,


Dengan skenario yang sudah di rancang oleh produser El, dan kini abang dan adeknya siap menampilkan dramanya


Pas datang terakhir juga Al memarkirkan mobilnya agak ke tengah bagian parkiran, karena semua udah penuh

__ADS_1


banyak siswi yang mungkin menanti kehadirannya, dan kini Al sudah keluar dan berjalan memutar untuk membuka pintu untuk Zula dan..


Eng ing eng.... gimana reaksi dari semua siswi, tunggu selanjutny ya.. 😁😁


__ADS_2