
Zula yang sedari tafi ngomel langsumg memerhatikan wajah El yang masih di tekak tekuk dan lipet kanan kiri
" Heem... Kenapa sih? aneh banget" saut Zula langsung mendekat pada El yang masih anteng di tempat
El masih gak peduli dengan kedua saudaranya yang ada di sebelah kanan dan kirinya
Jihan dan Zain hanya melihat dan memantau serta tersenyum jahil dengan ketiga anaknya yang sedang kumpul itu
Dan kejahilan Zula yang di atas rata rata sudah pasti akan membuat si abang Ek akan menjawab dan bercerita semuanya
Secara semua akan menyerah bila sudsh berhadapan dengan Zula, kepolosan kekocakan serta kejahilan yang hakiki yang Zula miliki
Zula makin mendalam menatap wajah El, dan justru makin di dekatkan tatapannya pada wajah El
El sama sekali tak terusik dan malah memajukan kedua tangannya untuk mendorong wajah Zula yang semKin dekat dengannya
" Aduh bang El.." keluha Zula kesal dan di tertawakan oleh Al dan juga Jihan
" Haduh putri abah gak apa apa" khawatir Zain berlebihan
" Its Okey abah, aman" jawab Zula santai dan kembali menatap El lagi
" Zula rasa ini bau bau patah hati kalau dengan ekspresi wajah yang begini" ucap Zulq menebak dengan langsung menunjuk tepat di muka El
" Apaan sih, sok tau" elak El yang sebenarnya cukup gengsi
" Oh ya... Patah hati sama siapa? dia kan jomblo" saut Al terang terangan dengan gaya ikut lebay seperti Zula
" Iya ya.... Gue lupa, Apa doa cemburu dengan gue yang selalu bersamamu bang" jawab Zula dengan gaya manja mendekat pada Al
__ADS_1
" Hooh... Tapi hati hati bestie.. Harimau di depan kita ini akan mangamuk dan menakutkan kalau kita bertingkah romantis seperti ini di hadapannya" jawab Al sengaja makin bersikap alay dan jistru cukup membuat Jihan terpingkal pingkal
" Hahahah Masyaallah.." tawa Jihan sampe gak tahan dengan sikap kakak beradik itu
" Gak lucu" ucap El datar
"Ya Enggak lah gue bukan pelawak kali" jawab Zula cepat
" Lagian loe kenapa sih? gitu amat mukanya" tanya El makin penasaran
" Entah tuh, dari tadi juga Abah sama Umi tanya gak jawab juga, mana tiba tiba minta pindah kuliah lagi di luar negri" saut Jihan yang masih belum peka dengan sikap El
Ya jelas bingung awal berangkat santai bahagia ceria, lah pulangnya sudah seperti orang putus cinta
" Loe jumpa sama mantan Elo bang?" tanya Zula bisa menebak
" Loe tau dari mana?" saut El cepat dan semua langsung menatap El aneh
" Perasaan dari dulu jomblo aja terus sih, tau apa soal Cinta?" saut Al tidak percaya
" Enak aja, walau gue dari dulu jomblo, tapi kalau soal Cinta, jangan tanya gue lebih pinter dari pada Loe pada yang hanya bisa nyakitin hati wanita" jawab Zula langsung mandes di hati kedua abangnya
" Kalian berdua tuh udah pernah deket sama gue, kalian udah pernah bersaing untuk dapaten gue, dan apa lagi sekarang kalian justru abang abang gue, gue tau karakter kalian seperti apa, kalau gak nyakitin hati perempuan dan habis itu menyesal, ah.. Udah mnejadi hal biasa bagi kehidupan laki laki gak hanya merasa benar" tambah Zula justru ceramah
" Walaupun dalam realita kehidupan, wanita tak pernah mau merasa salah, karena mereka sudah capek di salahin terus, " tambah Zula sambil duduk santai di sandaran sofa empuknya
Semua yang ada di sana sangat takjub dong dengan kata kata Zula barusan, apa lagi Zain yang batu tau dan baru mengenal putri kesayangannya itu
" Udah ah, malah kayak lagi khotbah aja gue di mimbar sholat jum'at" jawab Zula mencairkan suasana
__ADS_1
" Loe mau pindah ke LN bang? untuk ngelupain si mantan?" tanya Zula to the poin
" Jangan som tau lagi loe Cil" kesal El karena memang sudah ketebak oleh adeknya sendiri
" Idih.. Cil katanya, jangan panggil Zula bocil dong bang, kalau masalah sendiri gak bisa mgatasi Hahaha" tawa Zula meledek
" Dia kenapa sudah punya cowok baru Ya" tebak Zula lagi sambil menaik turunkan kedua alisnya
El tidak menjawab karena memamg benar adanya, sedangkan yang lain tetap menyimak perdebatan kedua kakak beradik itu
" Ya Elah bang.... Elo kemaren kemana aja, saat dia menangis merana saat loe putusin, dan kini giliran dia udah bahagia sama yang lain elo nangis nyesel murung dan ingin segera melarikan diri, haduh basi bestieee" ledek Zula habis habisan
" Tuh kan.. Habis loe sama nyai ronggeng" gumam Al pengen tertawa ngakak
" Kalau elo jantan, slow dong, jangan di fikir, malu lah, sama tuh benjolan di leher abang, nampak kali kalau hadi jantan tapi lembek gaes" tambah Zula makin habis habisan meledek El
" Kalau gue jadi elo, gak akan seperti ini, tapi dengan gantel akan menghadap padanya dan bersalaman dengannya serta cowoknya, selamat ya semoga langgeng, dan jaga dia baik baik, jangan sakiti dia seperti dulu gue menyakitinya" tambah Zula justru memberi contoh yang luar biasa hingga mendapat tepuk tangan dari Jihan dan Zain serta Al karena salut dengan kata kata anak paling kecil di rumah itu
" Ya gila kali La, gue ngomong gitu" bantah El mulai mencair
" Harus dong, gantel merasa bersalah, jangan hanya menyesal dan minta maaf, terus balikan, enak aja jadi orang" bantah Zula gak terima dengan sikap egois para cowok
" Sadar dong kalau dulu pernah menyakiti, jangan egois mau enak enak lagi, sadar diri" bantah Zula lagi paling males menghadapi tingkah cowok seperti ini
Dan jangan tanya ya, Abah Zajn dan Umi Zula sudah saling pandang karena merasa tersindir oleh anak perempuannya sendiri
Ya Zula belajat banyak soal Cinta dan kasih sayang, dulu saat dia selalu berharap segera berjumpa dengan sosok cinta pertamanya
" Dan Elo yang pake gaya lama mau pondah ke LN agar lupa dan Move on dari tuh cewek salah, otak loe di mana bang, mau leo sekolah di LN maupun di kampus loe sekarnag tuh di UI, sama aja, loe gak sekampus kan sama tuh cewek dan cowok barunya, dan loe gak bakal ketemu juga kan, ngapain pake pindah ke LN juga, buang buang uang tau gak, mubadir bang" ucap Zula menskak mati El dan membiat insecure habis pastinya
__ADS_1
" Kalaupun sekampus dan sefakultas ataupun sekelas lah, gue kalau jadi cowok Pede habis, dan akan tetap berada di sana tanpa mau pindah, untuk apa coba membuang hal pentjng dan memulai dari awal hanya karena perasaan yang kita buat sendiri" tambah Zula makin santai
" Nah Lur, rungokno kaum cowok, pakar cinta khotbah " ucap Jihan terang terangan pada Zain El dan Al