
Ki semuanya dalam perjalanan menuju bandara, yang kurang lebih hampir 2 jam lamanya perjalanan
Jihan sudah tertidur di kursi sebelah Zain yang sedang fokus mengemudi, begitu juga dengan kedua mertuanya dan juga neneknya Di belakang yang sama sudah tertidur
Zain meraih tangan Jihan, dan menciumnya lembut, sekali lagi masih dangat romantis dan sangat bucin seorang Zain Musthofa pada Jihan Aulia
Hal itu tak sengaja di lihat oleh Ulfa yang terbangun dari tidurnya, Ulfa tersenyum melihat romantisme menantunya pada anaknya
Walau badai pernah menggoncang keduanya, tapi cinta keduanya masih kekal abadi, dan usia pernikahan yang gak pernah menjadi penghalang keromantisan keduanya
Tiba saatnya mobil Zain memasuki area bandara, dan Jihan masih tertidur, tapi tidak dengan Hamdan dan juga ibu mertuanya yang sudah terbangun dari tidurnya
" Jihan masih tidur mas?" tanya Hamdan pada Zain
" Iya pak... Biarin, capek mungkin" jawab Zain sopan, mengingat semalam lembur mungkin Jihan kecapean
" Capek ngapain toh mas, dari kemaren juga gak ngapa ngapain, " elak Ulfa gak terima
Hamdan pun tersenyum mengingat kejadian itu juga pernah dia ucapkan pada Ibu mertuanya di kala Ulfa tertidur
" Dulu Bapaknya Jihan juga sering berkata begitu saat kamu tertidur, padahal juga kamu gak ngapa ngapain," saut Nenek Jihan yang juga masih teringat, Ulfa hanya cengengesan
Dan tiba saatnya Mobil Zain di bandara tersebut, yang sudah di hadang oleh petugas bandara untuk di alihkan langsung ke area jet pribadi
Ya sultan mah gitu, di hadang bukan karena melanggar, tapi mau di kasih fasilitas termewah
Zain pun mengikuti arahannya seperti biasa, menanggapi petugas yang menyambutnya
Tiba mereka sampai di area jet pribadi miliknya yang gak jauh dari mobilnya
" Han.... Bangun nak..." ucap Ulfa memanggil Jihan yang masih merem
" Sayang.... Kira udah sampai bangun yuk..." ucap Zain lembut
" Hem...." Jihan mulai menggeliat karena sudah tidur terlalu lama
" Udah sampai sayang..." ucap Zain dan Jihan mulai membuka matanya perlahan
" Heem.....Abah mau langsung turun?" tanya Jihan lagi
" Iya sayang.... Bentar lagi take off" jaab Zain dan Jihan langsung sigap
Kedua orang tua Jihan sudah turun sedari tadi sambil membantu ibunya untuk turun walau beliau masih kuat dan keras
Zain membantu melepas seat bell Jihan dan Cup......
Satu kecupan mendarat di pipi lembut Jihan, yang masih terlihat kencang tanpa kerutan
Jihan tersenyum karena selain kebiasaan Zain, hal itu juga rutinitas Zain saat Jihan bangun tidur
Zain keluar terlebih dahulu dan memutar posisi untuk membukakan pintu untuk Jihan, tanpa Jihan minta
__ADS_1
Jihan pun keluar dengan berpegangan uluran tangan dari Zain
" Eleh.... Manja..... Gitu aja minta di bukain" Cibir Alif pada saat melihat Jihan yang di bantu oleh Zain
" Bukan manja tapi romantis...." bantah Jihan songong
" Ingat umur..... Udah pada tua bentar lagi punya cucu romantisan aja" jawab Alif
" Eh.... Usia tak mengurangi keromantisan kami ya..." bantah Jihan lagi sambil memeluk Zain erat
Begitu juga dengan Zain yang .emluk pundak Jihan sambil mencium kening Jihan
" Hueeeekk......" ucap Alif lebay
" Iri bilang bos...." ucap Jihan makin bertingkah romantis
Tiba tiba Irfan datang dengan membawa koper baju dan juga berkas serta laptop milik Zain
" Assalamualaikum pak...." ucap Irfan menghampiri mereka
" Waalaikumsalam..." jawab Zain dan Jihan kempak
" Pak Irfan Udah siap?" tanya Jihan menyapa Irfan
" Alhamdulillah...." jawab Irfan sopan
" Mbak Jihan ikut?" tanyanya balik
" Jangan lama lama ya..." ucap Jihan lada Zain
" Ikut aja yuk.." pinta Zain lembut
" Terus kerjaan Umi bagaimana?" tanya Jihan yang sangat di siplin dan tanggung jawab pada tugasnya
" Kayak kerja di mana aja lho mbak... Kerja juga di rumah sakit sendiri gitu aja repot" saut Atifa menganggap gampang
" Betul tuh.... Udah ikut aja" kompor Alif
" Ya Allah.... Jauhkan hambamu ini dari setan setan yang terkutuk" ucap Jihan sambil menadahkan tangannya
" Amin......" ucap Toha yang justru mengaminkan doa Jihan
" Kurang aja loe mbak... Loe pikir gue setan?" kesal Alif
" Alhamdulillah sadar diri" ucap Charir makin membuat Alif murka, tapi penuh cabda tawa di antara mereka
Kini saatnya mereka berpisah dan saling pamitan, terutama pada neneknya yang ngotot tinggal di sana
" Mbah baik baik ya mbah.... Sehat, yang krasan di sana jangan minta pulang.." ucap Alif sengaja
" Elah.... Itu biar jauh nyah dari Ayah Bundanya" elak Jihan pada Alif
__ADS_1
" Nanti di tinggal mati nangis" sambung Jihan
" Tuh Yah.... Di doain mati sama mbak Jihan" kompir Alif lagi
" Ya mending mati, dari pada hidup punya anak kayak kamu, gak ada bakti baktinya" jawab Toha sekenanya
" Nah lho..... Sampe nyesel sendiri bapak loe punya anak kayak loe" ucap Jihan sengaja
" Jangan dong pak, nanti bapak kalau mati kan Alif yang doain" ucap Alif tanpa sadar
" Udelmu peyok..... Dongakno wong tuek matek" kesal Charir menonyor Alif dan membuat candaan mereka semakin rame
Kini mereka semua sudah saling berpamitan begitu juga dengan Jihan pada kedua orang tuanya dan juga neneknya
" Uti sehat sehat.... Gak usah lama lama di sana, di nikmati dulu, kalau gak krasan bilang aja sama ibuk ya, biar segera pulang ke Indonesia" ucap Jihan pada neneknya
" Iya ndok.... Doain Uti ya ndok,... Kalau habis sholat dan ngaji jangan lupa kirimkan hadiah untuk Uti juga" ucap neneknya
" Insyaallah Jihan selalu kirim hadiah untuk Uti, dan juga buyut buyut Uti juga, jangan lupa jaga kesehatan ya Uti, nanti Jihan susul 3 minggu lagi" ucap Jihan sambil mencium tanga dan juga pipi Neneknya
" Pak Buk.... Jaga kesehatan juga, jangan capek capek.... Duduk anteng di rumah, ya pak ya..." ucap Jihan pada kedua or tuanya
" Iya nak.... Kamu beneran gak ikut?? tanya Ulfa
" Jihan masih ada urusan Buk, gak bisa di tinggal... Insyaallah 3 minggu lagi Jihan nyusul" jawab Jihan apa adanya
" Ya udah hati hati di sendirian gak apa apa?" tanya ibunya lagi
" Jangan di rumah sendirian ya sayang... Kerumah Alif atau Tempat Ismi aja" sambung Zain yang ikut hawatir
" Iya mbak... Nanti telfon mamanya anak anak aja" saut Irfan
" Aman itu, di rumah sakit juga banyaj teman " jawab Jihan kelewat santai
" Ya udah Abah hati hati, jaga kesehatan jangan lama lama ya" ucap Jihan lagi pada Zain
" Iya sayang...." jawab Zain memeluk pundak Jihan dan mencium keningnya
Setelah itu semua saling salaman dan satu persatu menaiki pesawat jet milik Zain, tapi Zain masih berada di baeah menunggu Jihan, Zain masih berat sih jauh dari istrinya
" Nanti kerumah Umi aja " ucap Jihan tiba tiba
" Iya gak apa apa malah bagus" jawab Zain sambil memeluk Jihan kembali
" lebay......" elak Alif pesimis sendiri
Selanjutnya Zain ikut naik dan tak lupa melambaikan tangannya juga, dan salam manis pada istri tercintanya
Pesawat mulai take off dan Jihan masih di sana, seterbangnya pesawat Zain Jihan akan kembali ke mobilnya tiba tiba ponselnya berdering dan Jihan langsung mengangkatnya
" Waalaikumsalam...." jawab Jihan sopan
__ADS_1
" Apa? Saya segera kesana" jawab Jihan langsung berdebar jantung dan perasaannya sudah gak karuan