
Di dalam mobil Zain masih fokus pada jalanan yang sangat rame, dan tak jarang dia melirik pada Zula yang sedari tadi memandang jam tangannya
" Kok gitu kali lihatinnya" ucap Zain sambil menatap jalanan padat merayat di depannya
" Ini mahal ya Bah?" tanya Zula lagi
" Enggak sayang, murah kok" jawab Zain santai
" udah gak usah jadi bahasan masalah harga, nanti kalau uang Abah habis minta sama bank itu tuh" jawab Zain sambil menunjuk pada kantor bank miliknya
" Ih... Abah bisa aja, di marah yang punya lah" jawab Zula masih polos
Zain tersenyum dan mengelus kepala Zula lembut
Sesampainya di rumah Zula terus menggandeng Ucup, karena mau di kenalkan pada abang dan keluarga lainnya
" Assalamualaikum..." ucap Zula saat masuk dan bareng dengan Ucup juga
Pas awal Ucup masuk komplek, dia sudah gemetaran, buka hanya dianya saja tapi motor butut yang di kendarainya juga ikut bergetar karena masuk kawasan komplek mewah
Mana pengawasan cukup ketat di luar dan tidak bisa langsung masuk karena harus di cek ini itu harus meninggalkan KTP dulu dll,
Hingga akhirnya lolos dari pemeriksaan dan bisa lanjut mengikuti mobil Zula dari belakang
Setibanya di rumah Zula Ucup makin takjub dengan rumah sultan yang selalu bau dolar saat di dekatnya
Padahal Zain jauh wangi dari pada dolar, dengan parfum yang dia kenakan setiap saat
" Waalaikum salam.." jawab Al dan El yang ternyata lagi santai dan mabar di ruang tamu
" Eh... Ula... " kaget keduanya sambil berdiri saat mihat Zula yang menggandeng lengan bestienya
Tau sebenarnya Itu gak boleh, dan Zula faham apa lagi dia anak santri, tapi bukan Zula namanya kalau gak cari gara gara dan bikin seisi rumah protes
Di tambah tadi brifing yang di berikan pada Abah Zain yang pastinya akan siap ngedukung kejahilan anak perempuannya itu
" Siapa itu?" tanya El sudah mendengus dengus nafasnya karena cemburu dengan cowok yang di gandeng Zula, mana lebih jauh dari mereke lagi gantengnya
" Pacar lah, emang kalian jomblo" saut Zain saat masuk
" Haa..." melongo Al El kompak
" Umi mana?" tanya Zain yang langsung menanyakan bidadari surganya
" Umi ada meeting di ruang kerja, " jawab Al cepat
" Sama Siapa?"
__ADS_1
" Sama Om Irfan, tadi cari Abah tapi Abah gak boleh di ganggi" Saut El kemudian
" Okey duduk dulu nak Ucup, Abah panggil Umi dulu" jawab Zain yang mulai mengikuti drama Zula
Ucup sebenarnya gak tau apa rencana best friend nya itu, maunya apa , di tambah memasuki rumah sultan membuat dia gemeteran sampai gak bisa ngomong apa apa
" Duduk Beb..." ucap Zula masih menggandeng Ucup
Tatapan Aneh terus Al dan El berikan pada Zula, mereka mau terang terangan tapi gak tega melukai hati Ucup dan mereka memilih saling pandang dan bolak balik menatap aneh pada Ucup dan Zula
" Abang kenapa sih?" tanya Zula heran
" Hem... gak apa apa ya bang " jawab El sambil tersenyum aneh pada Al
" Beb kenalkan ini Abang Abang Gue, yang itu bang Al dan itu Bang El, " ucap Zula memperkenalkan pada Al dan El
" Dan Kamu dedek Il" jawab Ucup mulai faham dan bersikap manis pada Zula
Zula tersenyum ramah dan manja pada Ucup ya karena memang seperti abang sendiri dan Ucup cukup mengayomi
Di ruang kerja Jihan maish sibuk menulis dan menjelaskan serta menandatangi apa yang perlu di tanda tangani, dengan Irfan yang ada di sebelahnya
Dengan pakaian Jihan yang selalu rapi degan Temanya, dan Irfan yang duduk di sebelahnya dengan pakaian santainya
" Assalamualaikum" ucap Zain saat masuk ruang kerjanya
Ya Ruang kerja Jihan dan Zain memang jadi satu, karena Mereka bekerja sama sama dan saling kerja sama
Tapi di rumah mereka juga ada ruangan khusus medis tempat Jihan meletakkan semua perlengkapan kerjanya di rumah sakit
Kalau masalah kantor dan bisnis gabung dengan Zain yang sama sama mengerjakan hal itu
" Waalaikumsalam... Kok udah pulang Bah?" jawab Jihan berdiri dan menyambut kehadiran suaminya
" Iya ada pacar Zula di luar, tadi jumpa di Mall" jawab Zain sambil mengulurkan rangan pada Jihan
Jihan kemudian menciumnya lembut dan Zain memberikan kecupan di pucuk kepala Jihan
" Pacar?"
" Iya makanya Abah ke ganggu dan dia minta pulang" jawab Zain berdrama
" Ya Allah... Tau gitu tadi langsung Umi telfon, " jawab Jihan sambil duduk lagi
" Kenapa emang?"
__ADS_1
" Ya ini pak Irfan tadi ngasih berkas yang perlu Abah tanda tangani, tapi Abah lagi kencan jadi Umi gak berani ganggu lah" jawab Jihan dan Zain tersenyum
" Sekarang gue punya saingan baru pak Zain, kencannya sama anak gadisnya, Uminya yang makin peot ini di cueki, huh sedih.." ucap Jihan lada Irfan di sebelahnya
" Bisa aja.... Gak di cueki lah, buktinya pulang langsung pengen jumpa Uminya" jawab Zain merangkul Jihan
Irfan hanya nyengir kuda dan gak bisa jawab apa apa, sudah jadi hal biasa mereka pamer kemesraan di hadapannya
" Terus gimana ini sayang?" tanya Zain meminta penjelasan
Dan Jihan siap menjelaskan semuanya apa yang sudah di bacanya agar suaminya gak perlu capek capek baca balik berkas yang Irfan bawa
Di luar Al dan El sudah ingin ketawa ingin emosi pokoknya campur aduk, secara dulu mereka berdua mengajukan permohonan tapi sama sekali gak di anggap dan bahkan di tolak dengan Zula dan sekarang pilihan Zula malah seperto cowok di hadapannya itu
" Jadi ini La, setelah ketemu pacar dan cinta pertama?" tanya El santai dan memberi kode
" Emang salah?" tanya Zula balik karena sudah tau maksud El
Dan Ucup masih dlongap dlongop gak faham, karena masih grogi berada di rumah semegah ini
" Hehe... Enggak La, Abang tau setiap orang ada kelebihan masing masing" jawab El sambil menahan tawa dan menyindir
Mereka saling ngobrol dan Ucup di introgasi habis sama kedua abang Zula, dan mereka berdua justru sangat ambisius banget
Bukan di introgasi masalah pekerjaan dan harta duniami atau masalah materi ya,
Karena itu bukan tipe keluarga Zain dan Jihan, yang gak pernah memandang pangkat harta dan martabat
Yang mereka bahas hanya setia sholeh dan taat beribadah bisa menjaga adek perempuan satu satunya mereka
Sebenarnya Zula sudah pengen tertawa apa lagi melihat kedua abangnya yang begitu serius, dengan penanggapan Ucup yang makin gerogi
" Sumpah ini rasanya seperti di introgasi malaikat mungkar nakir" batin Ucup di tengah tengah pertanyaan Al dan El
" Mana kembar lagi, sama sama dua" tambahnya masih membatin
" Gila habis loe Ula, ngerjain gue juga ini" batin Ucup ikut kesal sama Zula
Dari dalam ruang kerja Jihan dan Zain yang sudah selesai dengan kerjaannya dan Irfan juga sedang membereskan berkas berkasnya,
Jihan dan Zain keluar terlebih dahulu, Zain belum tau kalau Jihan sudah kenal baik dengan Ucup Juga, Cuman kemaren kemaren Jihan masih menggunakan penyamaran saat berjumpa maupun Vc Dengan Ucup
" Assalamualaikum... Mana pacar putri Umi ini?" tanya Jihan santai sambil berjalan menemui tamunya
" Waalaikumsalam tante" jawab Ucup ramah
" Lah.. Ini mah Nak Ucup" jawab Jihan yang gak pangkling dengan Ucup
__ADS_1