Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Hukuman


__ADS_3

Hati Heny sudah gak karuan rasanya, sudah pasti kalau ini kena dia, bakal datap takziran dan hukuman


Rasanya air matanya pengen meleleh keluar melihat pandangan Abah Tasim dan Umi Ilma padanya,


Heny hanya mengangguk dan tersenyum paksa pada beliau, karena rasa takutnya tak bisa di pungkiri


Heny pun terus berjalan sambil menundukkan kepalanya, rasa bersalah saat ini sudah memenuhi relung hatinya


Sebenarnya saat El dan Heny pergi tadi, ada salah satu santri yang tentunya tidak suka dengan kedekatan mereka mengadu pada Abah Tasim


Awalnya orang tersebut mengadu pada pihak keamanan pesantren, tapi karena pihak keamanan sejalan dengan El, maka tidak di gubris


Bahkan ucapannya tidak di anggap oleh sebagian pengurus, karena semua pengurus dekat dengan El, dan segan dengan Ilmu yang El punya saat ini


Secara El anak sab'ah jauh dari mereka yang masih berjuang sebagai penghafal Al Qur'an


Di tambah, El yang selalu royal pada siapapun, membuat mereka merasa gaj enak kalau ikut mengadukan El ke ndalem


ya begitulah manusia, walau santri dia juga manusia, tidak bisa adil seperti yang Allah berikan pada makhluknya, dan tidak ada sempurna yang di miliki manusia


Pandangan Abah Tasim dan Umi Ilma terus tertuju pada Heny yang sudah jelas dari mukanya ketakutan


Ya begitulah kalau orang berbuat salah, kalau sadar pasti merasa bersalah dan ketakutan seperti yang di rasakan Heny saat ini


Tasim dan Ilma sebenarnya pengen memanggil nama Heny dan di persilahkan untuk ke Ndalem,


Tapi rasanya, tidak mungkin kalau saat ini, karena waktu udah sore, dan Yang bersangkutan (El) juga tidak ada di pesantren


Dan saat Heny sudah masuk ke dalam kamarnya Rasim dan Ilma langsung masuk ke Ndalem


Sampe di kamar Heny langsung nangis, dia tau dia salah, dia yang sudah melanggar aturan Pesantren, dan dia gak tau apa yang akan dia terima nanti


" Mbak Heny kenapa nangis?" tanya bocah kecil polos yang tidak faham ada apa dengan Heny


" Panggilkan Tiara ya..." jawab Heny malah memerintah


" Iya...." jawabnya polos dan si santri kecil segera ke atas memanggil Tiara


Tiara adalah teman dekat Heny, yang selalu mendukung kedekatan Heny dan El selama ini, yang gak pernah lepas dari cipratan rezeki Heny dari El juga

__ADS_1


Sesampainya di lantai paling atas, ternyata Tiara sedang murojaah Al Qur'an, untuk setoran malam nanti bersama ibu nyai Ilma,


" Mbak Tiara, di panggil mbak Heny katanya" ucap santri kecil pada Tiara


" Udah balik dia?" tanya Tiara balik dan santri kecil memgangguk


" Okeu makasih bocil..." jawab Tiara sambil mencubit pipi gembul santri kecil


" Yes.... IN datang... IN datang...." ucap Tiara sambil menuruni anak tangga menuju ke lantai dasar


Tiara tau kalau kepergian pertama Heny dengan El ini pasti membawa berkah, berkah jajan, dan aneka makanan,


Maklum anak pondok emang gitu, makanan nomer 1, tapi gak gemuk gemuk, dan mereka biasa menyebur IN (inak inakan/ makanan enak kalau orang jawa sebut)


Tiba Tiara di kamarnya yang jelas 1 kamar dengan Heny


" Assalamualaikum..... Bau bau IN Nih...." ucap Tiara sudah penuh percaya diri dan sangat gembira


Tapi kegembiraan Tiara seketika redup di kala melihat Heny yang sedang menundukkan kepalanya dan bersedih


" Ya Allah.... Loe kenapa nangis Hen...? Elo gak di apa apakan El kan? Elo gak di putus kan El juga kan? Apa jangan jangan loe udah di nodai sama El, ... Ya Allah Astagfirullah...." heboh Tiara sendiri


" Eh... Maaf maaf.. Jadi kenapa, Elo kenapa nangis?" tanya Tiara ikut panik


" Huu.... Huu... Raa.. Gue takut..." jawab Heny kembali menangis


" Iya takut kenapa? Elo takut hamil?" ceplos Tiara lagi


" Astagfirullah..... Bang El gak sebejat itu ya Ra... Gue takut sama Abah dan Umi" jawab Heny memeluk Tiara dan kembali nangis


" Kenapa Harus takut... Aman ini rahasia kita gak ada yang tau Hen.... Di pesantren ini gak ada yang tau, tentang kepergian Elo sama kak El" jawab Tiara menenangkan


Karena memang benar adanya di asrama putri tidak terdengar kabar kepergian El dan Heny, tapi kalau di asrama putra jangan tanya, sudah gempar di kalangan pengurus, dan para santri


Tapi kalau santri putra kan aman, mulut dia mingkem dan bahkan gak mau tau urusan orang


Beda kalau di asrama putri bisa jadi brira trending yang akan menjadikan Heny dan El Viral, bukan hanya di pesantren tapi di kampung juga


" Tadi Abah sama Umi di luar, gue takut nanti gue kalau di panggil ke Ndalem, soalnya pas gue datang tadi pandangan beliau beda sama gue" jawab Heny lanjut menangis

__ADS_1


" Gue kapok Raa.... Pokoknya kalau gue di panggil nanti, ini menjadi terakhir kepergian gue sama bang El, udah gak mau lagi di ajak pergi " ucap Heny lagi merasa kapok melakukan mesalahan


Karena kasus kasus yang sama sebelumnya, yang terjadi pada santri lainnya, itu hukumannya sangat memalukan sekali


Bukan hanya malu di kalangan para santei, tapi malu di kalangan semua warga juga


Gimana tidak? udah mendapat hukuman tidak boleh pulang kampung selama 6 bulan, harus murojaah Al Qur'an Khatam 30 jus dalam 1 hari, selama 3 bulan, tidak boleh keluar kecuali sekolah selama 40 hari, dan paling parahnya, dia di guyur air sapiteng, atau comberan habis itu di kalungi kardus bertulisan pergi sama pacar, dan di kelilingkan kampung


Duh luar biasa malunya , bukan nama dia juga nanti yang kena, tapi bisa jadi nama orang tuanya, nama daerah juga kena semua


Heny sendiri gak kebayang gimana jadinya nanti kalau hal itu terjadi lada dirinya,


Bahkan ada juga yang sudah 3 kali ketahuan dan gak kapok, orang tua mereka di datangkan dan langsung di nikahkan


Memang sih pondok sederhana dan tredisional, tapi mereka memberikan sangsi yang ketat bagi santri yang melanggar peraturan seperti Heny dan El tadi


" Jadi kalau gak di panggil masih mau di ajak pergi? " tanya Tiara santai, karena memang Tiara orangnya sangat santai


" Udah Enggak.... Gue kayak maling yang siap masuk penjara rasanya..." jawab Heny sangat merasa bersalah


" Itu kan dari pesantren, kalau tiba tiba kak El datang kerumah dan minta izin orang tua gimana? maksudnya saat kalian berada di rumah " tanya Heny sambil menaik turunkan alisnya


" Itu lain lah.... Ngaco" jawab Heny kembali tersenyum


" Eh dasar anak orang.... bilangnya kapok, kirain mau di putusin, kan gue mau lungsurannya" ucap Tiara bercanda membuat Heny terhibur dan sejenak melupakan ketakuannya


Malam harinya El sudah kembali ke pesantren, dan kini sedang ngantri setoran dengan Abah Tasim begitu juga dengan Heny yang setoran dengan Umi Ilma


" Shodaqollahul adzim..." ucap Heny mengakhiri setoran hafalannya


Heny pun bersalaman dengan Umi Ilma, tapi saat salaman tangan Heny di pegang erat serta oleh Umi Ilma dan Umi Ilma mendekat dan ber bisik pada Heny


" Habis Umi setoran nanti ke Ndalem ya mbak.." ucap Ilma lembut pada Heny


Uh.... Perasaan Heny langsung gak karuan saranya, jantungnya sudah makin kenceng olah raganya


Heny hanya bisa mengangguk sebagai jawaban dan sudah faham kalau ini akan jadi masalah besar baginya, bahkan saat Heny mundur dari barisan setoran, matanya sudah terasa ingin kembali berair


Sama Halnya dengan El yang mendapat bisikan yang sama dari Tasim, seperti yang Ilma bisikkan dengan Heny tadi

__ADS_1


Berbeda dengan Ilma yang mungkin saat ini sudah menangis di kamar, Ek justru santai dan siap untuk menerima apa konsekuensinya saat melanggar hukuman pesantren


__ADS_2