Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Pura pura


__ADS_3

" Apa dia ada kelainan apa gimana Kang?" tanya Al menebak


" Bukan kalau kelainan enggak sama sekali, dia normal seperti layaknya teman temannya" jawab Ahmed dan Al kembali mengangguk


" Terus kenapa seperti itu?" tanya Al lagi dengan penuh penasaran


" Dia sekolah di BNT itu dari kecil, sampai saat ini tidak di ketahui siapa ayahnya, dan dari kecil dia selalu di bully, maka dari itu dia gak peduli sama orang lain, karena menurutnya kalau orang tau bagaimana latar belakangnya, pasti akan berfikir negatif " carita Ahmed dan Al Mulai perihatin


" Jadi maksudnya dia gak percayandiri tentang orang lain, karena gak tau siapa ayahnya?" tanya Al dan Ahmed mengangguk


" Dan ibunya gimana?" tanya Al makin penasaran


" Ibunya jarang muncul, dari kebutuhan nya memang dia terpenuhi dan berlebihan, kelihatannya anak orang kaya , dan ibunya gak pernah datang ke sekolah, kalau datang keadaannya bercadar hingga kami semya gak ada yang mengenali ibunya" jawab Ahmed tau semuanya


Dan Hal itu sudah jadi rahasia umum dalam kalangan sekolah maupun pesantren, karena pada penasaran tentang sikap Zula


Mereka terus ngobrolin tentang Zula, hingga tak terasa bell jam istirahat berbunyi


" Lanjut ke Kantin yuk, gue laper nih belum sarapan pagi tadi" ucap Ahmed sambil memegang perutnya


" Okey.... Bini ngapain tadi di rumah, gak sarapan dulu" ledek Al pada Ahmed


" Maklum lembur semalaman bangun kesiangan" jawab Ahmed santai sambil bergurau


Al tidak menggubris dan cuman menggelengkan kepalanya,


Kini merek berdua jalan bersamaan ke arah kantin sekolah, di sana sudah ramai para siswi yang memenuhi kantin yang cukup besar itu


Kedatangan Al dan Ahmed menjadi pendangan utama bagi mereka, semuanya terkesima dengan ketampanan dan kegagahan Al


Tapi saat masuk kantin pandangan pertama Al langsung pada sosok Nazula yang sedang tersenyum pada ibu kantin yang melayaninya,


Sontak Al baru kali ini melihat kecantikan alami dari senyum manis nan cantik dari Zula yang gak pernah di berikan kepada siapapun,

__ADS_1


Ya dengan bukantin semua yang ada di sana cukup di ramahi oleh Zula, dan mereka juga akrab dengan Zula karena di sana tempat Zula melampiaskan suasana kesalnya dengan semua hidangan yang tersedia di kantin tersebut


Setelah menerima semangkok soto dan juga segelas es jeruk, Zula membawanya ke Mejanya yang sudah terletak laptop di sana


Meja paling pojok sendiri, dan jauh dari gerombolan orang orang di sana, bahkan mungkin gak ada yang mau dan berani mendekat padanya


" Eh Ayo...." Senggol Ahmed pada Al yang berhenti untuk memerhatikan Zula


" Laper ini" tambah Ahmed sambel memegang perutnya


" Okey okey... Pesen yang mana silahkan, gue kesana dulu ya kang" ucap Al sambil menunjuk pada Zula yang duduk sendirian


Ahmed menoleh ke arah Zula dan berpindah cepat ke arah Al


" Serius loe? " tanya Ahmed


" Gue gak mau anak yang sekolah di sini mengasingkan diri" jawab Al serius dan berjalan ke arah Zula


Pandangan semua siswi di kantin terus mengikuti arah jalannya Al,


Begitu kerjaan Zula, istirahat sambil makan,


" Assalamualaikum...." ucap Al pada Zula


" Waalaikumsalam..." jawab Zula lirih dan menoleh ke asal suara


Al tersenyum manis tanpa gula dengan tulus ke arah Zula


" Gak di persilahkan duduk nih?" tanya Al pada Zula


" Bangku itu bukan milikku, ini umum, kalau mau duduk duduk aja sendiri, gak perlu di tuntun untuk duduk kan?" jawab Zula datar


Al tersenyum akhirnya Zula mengeluarkan suaranya walau dengan nada datar, senggaknya Al sudah mendapat jawaban dari Zula

__ADS_1


Akhirnya Al duduk di bangku di depan Zula, dan memandangi Zula yang masih sibuk dengan laptopnya dan juga soto.di hadapannya


" Lagi ngapain sih? lagi istirahat juga kenapa masih belajar?" tanya Al basa basi


" Gak belajar" jawab Zula singkat


" Terus?"


" Gak bisa di terusin " jawab Zula cepat dan Al tidak bisa berkata lagi


Dari semua siswi yang ada di kantin sudah pasti cemburu dan iri dengan Zula, yang tiba tiba di dekati oleh pemilik yayasan


" Bapak mending pergi deh, dari pada dapat cacian dari semua siswi di sini" ucap Zula to the poin


Karena Zula tau gimana pandangan mata dari semua siswa yang ada di sana, semua siswa yang mencela dia saat ada orang yang dekat dengannya


" Maksudnya?" tanya Al heran


" Bapak Belum tau siapa saya, dan belum tau latar belakang saya, semua orang yang sudah tau latar belakang saya, mereka pasti berfikir negatif tentang saya, jadi sebelum bapak di kira buta dan bodoh, mending bapak pergi dari sini, dan jangan dekat lagi ke arah saya" ucap Zula makin memperjelas maksud dan tujuannya agar Al semakin mengerti dan Jelas


" Dan saya juga gak mau, kalau sampai bapak mengotori hati bapak setelah mengerti latar belakang saya, saya gak mau bapak suudzon dengan keluarga dan siapa saya sebenarnya" tambah Zula lagi cukup mengagetkan Al


Baru kali ini ada cewek to the poin hanya karena sudah terbiasa di bully dan di Hina,


Al bisa merasakan betapa kecewanya Zula, di umur yang sudah 16 tahun ini belum tahu siapa ayahnya, dan kurang kasih sayang dari ibunya


Semua mengingatkan pada dirinya yang sering kali di tinggal Uminya kerja waktu kecil, dan tidak pernah jumpa dengan abahnya saat dia masih kecil dulu


Untung Al lahir masih di adzani ayahnya, sedangkan adik adiknya?? Bahkan saat Uminya hamil dan melihirkan saja sendirian, tanpa adanya abahnya dan bahkan yang mengadzani bukan abahnya sendiri


" Kamu gak boleh berfikir seperti itu dulu, kamu juga gak tau gimana isi hati orang lain, jadi jangan berprasangka buruk dulu dengan orang yang dekat dengan kamu" jawab Al membantah ucapan Zula


" Saya gak pernah merasa berprasangka buruk, dan berfikir negatif, karena saya tau semua orang yang berjumpa denganku sering kali menganggapku anak haram, jadi saya minta sama bapak, stop mendekati saya, apa bapak bermasud mencari tau tentang saya? apa justru bapak sudah tau dan kasian dengan saya?" jawab Zula dan bertanya dengan pertanyaan yang cukup menohok pada Al

__ADS_1


Terkesan gak sopan memang tapi Zula terlanjur sakit hati dengan kepura puraan semuanya, semua orang yang pernah menyakiti dirinya


Mereka yang pura pura baik hanya untuk tau katar belakang Zula, yang pura pura baik hanya untuk mendekat dan meloroti Zula, dan memanfaatkan kebaikan dan ke kayaan Zula serta Zula yang sangat royal kepada siapapun yang dekat dengannya


__ADS_2