
Setelah makan bersama dan jamaah bersama sehabis asar Zain pamit untuk pulang karena besok masih ada meeting yang perlu dia hadiri di kantornya
Kini Jihan dan Ismi mengantar suami masing masing ke Mobil yang parkirnya cukup jauh dari asrama karena suasanya semakin rame dengan tenda yang sudah memenuhi area parkiran pesantren
Dan Kini Jihan dan Zain serta Ismi dan Irfan berjalan kesana, mereka sering kali berhenti saat berjumpa dengan para santri yang meminta bersalaman denga mereka
Tiba di saat dekat mobil mereka ternyata ada El yang gak sengaja lewat di sana,
El sebenarnya sudah melihat tapi pura pura gak tau, dan pas kebetulan Zain melihat dan langsung..
" El... " panggil Zain dan Jihan langsung menoleh
El masih lanjut jalan dan pura puea gak dengar panggilan abahnya, karena jarak cukup jauh dari mereka
" Azmi Alfi syahr El Musthofa" panggil Jihan dengan nama lengkap dan suara cukup keras
Hingga akhirnya mau gak mau El tetap berhenti, walau awalnya pura pura gak dengar,
" Kalian balik aja dulu lah ya, Nanti gue nyusul" ucap Pada teman temannya
Karena El memang sedang jalan dengan teman temannya sore ini, untuk survay tempat ngaji malam ini
" Istri Abah Zain kenal sama loe El?" tanggap teman El mendengar panggilan Jihan tadi
El tak menjawab dan langsung berjalan menuju Mobil Jihan dan Zain
" Assalamualaikum..." ucap El bersalaman pada Umi Abah dan juga tantenya
" Waalaikumsalam..." jawab mereka kompak
" Sombong El di panggil gak mau noleh" ucap Ismi pada El
" Gak denger lho Tan" jawab El santai dan mendapat pelototan dari Umi
El menoleh pada Uminya yang melotot tajam padanya
" Iya pura pura gak dengar Mi.." jawab El akhirnya ngaku
" Gini nih..... Kebiasaan..." ucap Zain sambil menepuk pundak El
__ADS_1
" Besok Abah Umumkan.." tambah Zain lagi semangat
" Terserah, Habis itu kan El boyong" jawab El santai
" Iya lah... Terus kamu tadi dari mana? habis ngapain aja? sampai pacar kamu udah hampir Asar baru pulang, pasti kamu ajak kabur lagi kan?" tanya Jihan penasaran
" Umi tau...?" tanya El balik
" Jadi bener El kamu bawa kabur anak orang lagi?" kaget Ismi yang mana El sangat berbanding balik dengan Jihan yang dulu anti pacar bahkan kenal langsung menikah
" Bukan kabur Lho Tan, Umi nih Ah... Orang cuman ngobrol berdua aja di rooftop sekolah di bilang kabur" jawab El kesal sendiri di tuduh tuduh
" Ya kan.." ucap Jihan terpotong
" Boleh ngobrol di dalam mobil aja gak sih?" ucap El merasa gak enak di luar mobil
" Kenapa malu punya orang tua kayak kami?" saut Jihan cepat
" Ya udah lah Bah... Ayo pulang El gak mau punya Orang tua kayak kita" Ucap Jihan bergurau
" Ck... Umi apaan sih.." elak El dan langsung masuk kemobil Abahnya
" Dari mana tadi? ayo ngaku?" desak Jihan lagi pada El
" Di rooftop sekolah lho Mi... Kenapa sih? enggak kabur juga" jawab El santai
" Gak kapok sama takziran lagi?" tanya Jihan kesal sendiri sama El
" Ya bukan gitu juga, Kan lusa El udah boyong, pamitan kita kan perlu ngobrol berdua, dengan hubungan LDR nanti" jawab El sok dewasa
" Ya Allah... Say.. anakmu ternyata udah bujang ya, tau hal seperti itu juga " ucap Ismi yang ada di bangku depan
" El gak anak anak lagi kali Tan, " saut El yang merasa sudah dewasa
" Iya tau.. Tapi gak di pesantren juga kali El, kamu harus tau waktu, besok kalau udah di rumah kan bisa kamu baik baik minta izin sama orang tuanya, jangan umpet umpetan seperti ini" ucap Zain yang kadang bangga dengan anaknya yang sok gantel seperti El ini
El berhenti dan memikirkan ada benarnya juga apa yang di ucapkan Abahnya itu
" Kenapa diam? jangan bilang kalau gak berani ya El, menghadap Abah Tasim sama Umi Ilma kamu berani, seharusnya kamu juga harus lebih gabtel kalau berhadapan dengan orang tuanya, berani gak??" tanya Jihan menantang El
__ADS_1
" Berani lah, orang mereka juga sama sama Manusia, apa mau makan El kan enggak" jawab El nyeleneh dan gak akan pernah takut dengan siapun kalau dia memang benar
" Say.... Perasaan loe dulu gak begin9 deh bentuknya, ini kenapa anakmu seperti ini sih, " ucap Ismi langsung di depan El tanpa basa basi
Jihan dan Zain tersenyum karena faham maksud Ismi yang membandingkan Jiha dengan El
" Ya kan turunannya bukan dari gue aja say... Noh bapaknya" jawab Jihan santai sambil melirik Zain yang ada di sebelah El
" Abanya dulu pernah bawa kabur Uminya Is, ingat gak waktu persami di sekolah, tengah malam tak gondol perjalanan penuh modus" jawab Zain sadar diri dan nostalgia
"Kan.... Sekarang parah mana El sama Abah Mi, gitu El seolah santri paling buruk sendiri, padahal Abah sana Umi jauh lebih parah, tengah malam bawa kabir anak orang, gak jelas gitu,"saut El cepat karena gak terima di salahkan karena justru Abahnya dulu jauh lebih parah dari pada dirinya
" Dulu karena tugas El, bukan karena pacaran, Umi juga gak faham apa maksud Abahmu kala itu, Umi kira ya karena mau mengantar ke posko terakhir dan menemani saja, kan abah dulu guru Umi" jawab Jihan gak terima di tuduh El seperti itu
" Karena Umi aja yang gak peka" jawab El ikut jengkel dengan kepekaan Uminya waktu itu
" Ah.. Udah lah.. Ngapain jadi ngomongin hal itu sih, " ucap Jihan ingin mengakihkan pembicaraan
" Oh ya El, nanti malam Umi mau ikut nyimak calon mantu Umi" ucap Jihan langsung to the poin
" Simak simak lah Umi...." jawab El santai
" Beneran El? nanti gak insecure dianya?" tanya Ismi juga
" Enggak dia juga belum tau akaku Umi adalah calon ibu mertuanya" jawab El makin santai
" Di rumah siapa nanti dia semaan?" tanya Jihan makin penasaran
" Di rumah itu, dekat rumah yang untuk ngaji El" jawab El terang terangan
Karena bagi El orang tua mereka berhak tau dan gak akan ada yang namanya tutup tutupan kembali tentang hubungannya dengan Heny
" Yang bikin jadwal siapa?" tanya Jihan makin kepo
" El lah, sekertaris kantor pengurus jan El" jawab El yang memang paling lincah di bagian seperti itu
" Ini modusnya sama dengan modusnya Fahri dulu nih" ucap Jihan teringat masa lalu waktu muda dan detik detik Zain mendekat padanya
" Om Fahri sama siapa? sama Umi?" ceplos El penasaran
__ADS_1