Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Gombalin Umi


__ADS_3

Al dan El saling memberi kode, kalau mereka gak mau di bawa oleh Mega, yang pasti ujung ujungnya suruh kenalan dan dekat dengan kedua anak perempuan mereka


" Hehehe.... Lain waktu ya tante, Kami baru pulang belum jumpa Umi sama sekali, kami temui Umi dulu ya.. Heheh" elak Al mencoba menghindar


" Lho kan Umi kalian masih di ruang oprasi," jawab Mega


" Iya tante, tuh sepertinya Umi" jawab El kembali mengelak dan langsung menarik Al untuk segera kabur dari hadapan Mega


Al dan El faham dengan ajakan Mega, karena sedari kecil mereka sering ngomongin perjodohan dengan anak anak mereka,


Bahkan sering kali di ajak main, dan suruh main bareng, apa lagi saat kumpul selalu mengungkit dan membicarakan tentang hak itu, membuat Al dan El semakin risih sendiri, dan ilfil pada Mega karena terlalu memaksa


Tapi mereka tetap jaga sikap kesopanan mereka, walau bagaimanapun double Me adalah sahabat Uminya,


Kini mereka langsung menuju keruangan Uminya, dan Jihan sebenarnya juga sudah berada di ruangannya, yaitu di lantai teratas gedung rumah sakit Jihan Aulia Hospital


Al dan El menaiki lift yang tersedia di sana untuk memberi kejutan pada Umi mereka yang sampai saat ini masih sangat terlihat muda, karena awet muda banget memang si Jihan


" Astagfirullahaladzim tante Mega ya Bang.." ucap El masih ngos ngosan,


" Hahahaha... Iya ambisi banget sepertinya " jawab Al sambil menggelangkan kepalanya


" Ya mana tau Abang mau jadi menantunya" goda El bercanda


" Sepertinya masih banyak santri putri di pondok Mbah Umi kan El?" jawab Al nyeleneh


Gimana tidak sedari kecil mereka hidup di kalangan santri putri, bukannya milih milih juga sih, tapi memang lelaki itu menang milih, kalau masih ada santri tetap milih santri untuk menjadi penerus santri selanjutnya


Karena Anak dari Mega maupun Melisa semuanya tidak di masukkan ke pesantren, walau mereka teman dan sahabat dari Jihan yang notabenya sebagai bu nyai


Ting....


Suara lift berbunyi dan pintu lift terbuka, mereka keluar dari lift secara bergantian, dan berjalan menuju ruangan Uminya


tok tok tok....


" Assalamualaikum...." ucap mereka berdua kompak


" Waalaikumsalam.... masuk..." ucap Jihan dari dalam, yang masih sibuk dengan berkas berkasnya


Perlahan Al dan El masuk secara berbarengan dengan Jihan yang masih sibuk dengan kerjaannya tanpa melihat siapa yang datang


Mendengar suara pintu terbuka Jihan juga tidak melihat siapa yang datang, dan mengira kalau itu karyawannya


" Sialahkan duduk..." ucap Jihan masih belum mengalihkan pandangannya seperti dulu yang sering dia lakukan


Al dan El saling pandang dan menggelengkan kepala kompak, serta duduk di kursi hadapan Uminya


" Oh ya bagaimana?" tanya Jihan masih dengan posisi yang sama

__ADS_1


Al dan El makin menjadi tepuk Jidat secara kompak, dengan perlakuan Uminya yang masih sibuk sendiri


" Begini bu dokter kami mau betobat" ucap El sengaja


"Oh... Ada keluhan apa?" tanya Jihan masih belum sadar, padahal dia sedang tidak praktek, dan sedang berada di ruangannya sendiri


Parahnya kalau saking sibuknya, Jihan sampai tak mengenali suara anaknya


" sakit hati Bu dokter.... " sambung Al heran dengan tingkah Uminya yang masih gak sadar juga


" Oh... Hatinya kenapa?" tanya Jihan santai


" Hatinya merasa ber debar debar saat melihat bu dokter" gombal El pada Uminya sendiri


Sontak Jihan langsung mengangkat kepalanya dan..


Al dan El kompak cengengesan melihat Muka Uminya yang seperti orang kaget di datangi 2 pangeran tampannya


" Aduh bu dokter.... Melihat tatapan matamu, jantung dan hatiku makin berdebar gak karuan .... " gombal El lagi dengan berdrama


" Subhanallah....." ucap Jihan lirih melihat kedua anaknya yang ternyata datang dan di hadapannya


Jihan berdiri dan berjalan menghampiri kedua putranya, dan memeluk keduanya dari belakang


Muuaacchh... Muuuaacch....


" Nakal ya.... Pulang gak bilang bilang..." ucap Jihan sambil mencium keras pipi Al,


" Ini juga, kemaren habis di sambangi, katanya gak mau pulang, tiba tiba udah ada di sini" ucap Jihan ganti pada El


" Salahkan Abang lah, orang El tadi di jemput paksa sama Abang.." jawab Jihan menyalahkan Al


" Hem..... Udah Umi bilang Al, kalau pulang kabari Umi, kabari Abah, asal pulang aja, kalau terjadi apa apa di jalan gimana? Umi bukannya gimana gimana, cuman tiba tiba kalau Umi dapat kabar kamu kenapa napa, terus gimana? apa gak copot jadinya jantung Umi, yang setahu Umi anak Umi di sana, tiba tiba sampai rumah dengan keadaan tidak baik baik saja, " cerocos Jihan sambil ngomel ngomel sendiri


" Kapok bang.... Kapok...." ucap El ngeledek Al yang kena Omel sama Jihan


" Kamu juga, siapa yang ngajarin gombal?" ucap Jihan yang ikut mengomeli El yang sempat menggombalinya


" Haaa... Kapok loe, raja gombal sih, " gantian Al yang meledek El


" Kan gombalin Umi sendiri, masak gak boleh?" goda El sambil memeluk Uminya


" Ya harus dong.... Umi dulu juga sering gombalin cowok, tanpa sadar, sampe mereka kebaperan" jawab Jihan santuy.. dengan menaikkan sebelah alisnya


" Lah... ternyata ada turunannya.." jawab El dan membuat Jihan tertawa


" Terus terus siapa saja yang kebaperan Mi? mereka nembak Umi juga gak ? suka sama Umi gak?" kepo El pada Jihan


" Kepo..." elak Al sambil meraupi wajah El

__ADS_1


" Udah ah... jemput abah yuk, ada yang perlu Al omongin lho sama Abah" ajak Al dan beranjak dari duduknya


" Tumben.... Serius gitu Bang?" heran Jihan


" Ck... Umi, muka Abang dari dulu serius terus kali Mi, mana pernah slow...? kaku kayak es batu" cibir El pada Abangnya


" Iya juga sih..... Terlalu fokus ini" tambah Jihan sambil memandang serius muka Al


" Yang kaku dan dingin kayak gue ini, jadi incaran cewek.... Gak modal gombalan kayak elo" jawab Al yang menggandeng romantis pundak Uminya


El juga ikut beranjak dan menggandeng pinggang Uminya,


Mereka yang sedari kecil hanya sama Uminya, dan jarang sama Abahnya, membuat mereka dengan Uminya seperti teman sendiri, terlebih wajah Jihan yang masih terlihat sangat muda di kepala 4 ini, membuat banyak orang mengira kalau Al dan El adalah adeknya bahkan ada yang mengira pacarnya, karena Al dan El lebih tinggi dari Uminya


Jihan berjalan menggandeng kedua pinggang ke 2 pangeran tampannya itu, dan berjalan beriringan menuju lift,


Jihan, Al dan El kini berjalan menuju lorong lorong rumah sakit,seperti Jihan yang di dampingi kedua ajudan, tampan


" Mi... Ada jalan lain gak sih ? yang tidak melalui ruangan tante Mega?" tanya Al yang geli sendiri dengan obrolan Mega


" Kenapa?" heran Jihan


" Di ajak ngobrolasa depan?" tambah Jihan sambil tertawa


" Iya kami kan bukan siti nurbaya Mi, males lah, " jawab El yang sama malesnya dengan Al


" Ya udah lewat sana aja, kalian belum tau kan gedung baru rumah sakit Umi, sekalian jalan jalan kita" ucap Jihan yang tau gimana anaknya pada Mega yang terlalu memaksa


Setelah berkeliling rumah sakit, dan gedung baru, kini Jihan ikut menaiki mobil Al, dan meninggalkan mobilnya di rumah sakit


" Biar Umi yang bawa ya, kayaknya seru" pinta Jihan masih suka dengan tantangan


" Beneran bisa?" tanya Al


" Kamu gak lupa kan Al, dulu siapa yang ngajarin kamu nyetir mobil?" tanya balik Jihan membuat Al hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal


Jihan terus maksa dan akhirnya Jihan yang mengendarainya, dengan Al yang ada si sebelahnya z dan El di bangku belakang


" Setiran Umi ngeri Eii..... Sangar dan mantapp..." ucap El saat mobil sudah parkir di parkiran kantor Zain


" Enak juga ya mobilnya, " puji Jihan


" Besok punya El ganti kayak gini aja lah Mi" saut El


" Boleh tapi bilang sama Abah dulu ya" jawab Jihan yang gak pernah mencegah ke inginan anak anaknya, selagi positif dan bermanfaat


Karena bertahun tahun menderita dulu, Jihan gak mau mencegahnya lagi selagi mampu, tapi gak memanjakan juga, karena sedari kecil anak anaknya di pesantren dan hidup mandiri


" Nanti dulu loe minta izinnya, abang dulu jauh lebih penting dan serius, kalau udah di ACC, baru loe minta sama Abah" ucap Al mencegah El

__ADS_1


__ADS_2