
Setelah Makan yang gak seberapa Il langsung minum obat dan lanjut istirahat, badan sakit makanpun gak nafsu dan mulut hanya terasa pahit,
Begitu juga dengan Jihan yang lanjut mengeejakan pekerjaan nya yang terkendala, demi merawat buah hatinya
Jihan menghubungi Sekertarisnya yang membantunya di rumah sakit, karena beberapa hari nanti gak bisa berangkat ke rumah sakit dulu,
Dan mengubah semua jadwal pertemuan di hotel yang sekarang Jihan singgahi, agar bisa tetap menemani sang buah hati
Jihan tidak mau mengganggu Zain, Zain pastinya jauh lebih sibuk darinya, Apa lagi kakau sudah di luar negri, dan tanpa Jihan, bisa di pastikan Zain los kontek agar pekerjaannya cepat selesai dan cepet pulang kumpul kembali dengan Istrinya
Di sisi lain,....
Keluarga Jihan sudah sampai di Bandar Udara mesir, dan Al sudah menjemput mereka dan di temani dengan Yasmin yang akan membantu Al untuk memgangkut keluarganya
Zain tidak banyak waktu lagi, ternyata jadwal meetingnya di ajukan, dan Zain langsung bertolak ke kota tujuan setelah berjumpa denga Al, bahkan sebelum menemui Yasmin, karena Yasmin sedang ketoilet
Kini Al sedang ngobrol dan menemani kakek neneknya serta buyutnya tak lain dan tak bukan, Ulfa, Hamdan, Charir, Toha dan juga Uyutnya Al
Sesaat kemudian Yasmin datang menghampiri mereka setelah dari toilet
" Assalamualaikum...." ucap Yasmin sopan menghampiri mereka
" Waalaikumsalam...." jawab mereka kompak dan Al berdiri menyambut sang pujaan hati
" Kenalkan Dek... Ini Nenek sama kakek Abang, dan Ini Uyut.." ucap Al pada Yasmin
Yasmin langsung tersenyum melihatkan wajah cantiknya pada keluarga Al, dengan sopan dan ramah tamah, Yasmin bersalaman dan mencium tanya para kaum hawa yang ada di sana serta memperkenalkan dirinya juga
" Cantiknya masyaallah..... Siapa ini Al?" tanya Ulfa pada Al cucunya
" Pacarmu Al??" saut Charir ya g langsung to the poin
" Ya Elah.... Amu heran juga sama emak emak ini, basa basi aja apa memang pekok??? Udah jelas kalau ini pacar Ek masih di tanya siapa? pacarmu?? " ucap Toha gemes sendiri
" Kesueeen......" tambahnya kesal
" Lha kan ngomong ada adabnya Ha... Gak kayak kamu, ceplas ceplos gak punya adab, pantesan anakmu nutun..." bantah Ulfa balik kesal dengan adek iparnya itu
Yasmin menahan tawa, dan Al menahan malu, Yasmin merasa seru aja bukan Ilfil pada mereka karena sifat konyolnya,
Dan Al bolak balik menepuk Jidat, menahan malu sendiri
Hamdan mendekati Yasmin dengan lembut, dan mengajaknya bicara dengan sopan
" Jangan kaget ya Nak, ini nanti makin seru kalau udah kumpul semua, " ucap Hamdan pada Yasmin dan memgangguk dan tersenyum
__ADS_1
" Udah ayo cepet pulang, keburu magrib" ucap Al datar karena sudah kehilangan muka di hadapan Yasmin
Dan mereka sama sama berjalan ke luar Bandara menuju parkiran mobil
Setibanya di sana Al langsung memasukkan koper keluarganya kedalam mobilnya,
" Sayang...." panggil Al tak sengaja karena kebiasaan
" Heee....... Kan sayang....." goda Toha pada Al
Spontan wajah putih Yasmin berubah menjadi merah merona karena malu,
" Apaan sih mbah...." jeles Al malu malu
" Sayang...." ucap Toha makin menggoda Al
" Iya nanti, mbah yang perempuan biar sama kamu aja ya, biar mbah Rese ini Abang yang bawa" langsung ucap Al pada Yasmin gak pedulu ejekan dari Mbahnya yang katanya rese itu
" Iya Abang sayang....." jawab Toha mewakili Yasmin, dengan tujuan menggoda
" Mbah Toha Apaan sih.... Kayak gak pernah muda aja" kesal Al menahan malu
" Iya sayang...... " jawab Toha makin alay
" Dulu mbah kan juga gitu manggil Mbah Liloh..." bantah Al sebel
" Jadi panggilanya apa?" tanya Al balik
" Markonah... atau enggak Paijem, orang rupanya aja seperti itu di panggil sayang.. Wegah.." jawab Toha langsung ngacir sebelum dapat serangan dari Charir
Semua yang di sana hanya tertawa pada mereka yang gaya unik rumah tangganya itu tidak ada yang menyamai rumah tangga somplak dari Toha dan Charir
Al pun sudah mulai peka dan sebelum Yasmin mengendarai bahkan membuka pintu mobilnya, Al segera beranjak dan membuka pintu mobil untuk Yasmin,
" Putumu Mas..... Deloen kae.... Weleh weleh... Romantise ngalahi Abahe.." teriak Toha heboh sendiri
" Ayah kenapa sih.... Heboh sendiri" cibir Charir
" Entah tuh.... Kelaperan mungkin " saut Al yang ilfil sama Toha
" Udah sayang... Masuk aja, gak usah insecure sama tuh kakek kakek tua.." Ucap Al pada Yasmin yang hanya tersenyum simpul
" Makasih Abang....." ucap Yasmin manis
" Sama sama... Hati hati ya, jangan ngebut bawa pahlawan pahlawanku ini" jawab Al kembut dan Yasmin menganguk
__ADS_1
Al gantian membukakan pintu untuk para sesepuh perempuan yang ada di sana
" Mbah Liloh depan aja sama Yasmin, Mbah Uti biar di belakang" ucap Al membuka pintu untuk Charir yang langsung masuk kemobil
Setelah itu Yasmin perlahan melajukan mobilnya dan tak lupa membunyikan klaksonnya sebagai pamit pada Al dan yang lain
Dan Al serta Hamdan dan Toha lanjut naik ke atas mobil, dan mengikuti lajuan mobil Yasmin
" Loe pinter juga cari pacar Al" ucap Toha kembali membahas
" Bukan pacar..." jawab Al gak menganggap Yasmin pacarnya, tapi teman taarufnya
" Lha jadi?? Kenapa panggil sayang??" bantah Toha kesal lagi
" Pacaran katanya haram mbah, Itu teman taaruf Al mbah" jawab Al sambil fokus nyetir
" Iya kok pinter men, anak siapa loe ambil" ucap Toha lagi
" Anak orang lah, masak anak kucing.." jawab Al santai dan sengaja
" Tau ah..." kesal Toha berhenti sendiri, dan Al malah tertawa ngakak
" Al....." Panggil Hamdan pada cucunya
" Iya Kung..." jawab Al sopan
" Itu anak perempuan orang lho Al, jangan sebarangan bawanya, jangan asal ajak ajak pergi, apa lagi bukan di negri sendiri, kalau ada apa apa bahaya lho Al" ucap Hamdan mewanti wanti
" Alah Mas... Siapa sih yang bisa nahan dan hanya chatingan saja, kalau ceweknya bening gitu??" potong Toha
" Iya tau... Tapi kan jangan asal gondol kayak loe dulu Ha..." jawab Hamdan kesal sendiri pada Toha tukang kompor
" Iya Kung.... Kami sehat kok kung taarufnya, dan gak sering gondol juga, Al sebagai cowok tau lah mana yang baik dan enggak, Al juga punya pikiran dan bisa membedakan Kung, Al justru ingin melindunginya saja kung, gak pernah kok gondol gondol" jawab Al menanggapi nasehat kakungnya
" Ya kalau begitu pemikiranmu mah bagus Al, tapi bener itu, itu anak orang, punya orang tua juga, Jangan di buat mainan, terlebih mainan perasaan, Kakung dulu juga gak terima kalau anak kakung di permainkan perasaannya" ucap Hamdan tetingat Jihan dulu sama Zain
" Maksudnya?? Emang dulu Umi di permiankan sama siapa?? Kan anak perempuan kakung cuman Umi doang?" tanya Al makin pensaran karena menyangkut Uminya
Visual
Muhammad Haidar Al Musthofa
Visual Yasmin Al- Maina
__ADS_1