Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Besanan


__ADS_3

Kini semua anggota keluarga Jihan sudah pada siap siap, setelah istirahat tidur siang dll, Mereka kini sedang perjalanan ke pondok pesantren Zula, dan sebentar lagi sampai


Jihan sudah persiapan dengan penyamaran yang seperti biasanya saat nyambangi Zula di pesantren


" Umi kenapa pake kayak gitu?" tanya Zain heran begitu juga dengan kedua anak bujangnya


" Kalau Umi gak pake gitu, Abah Yai sama Umi nyai gak tau" jawab Zula tanggap


" Ya gak apa apa, lepas aja Mi, ih, cantiknya gak kelihatan nanti" ucap Zain lagi


" Cantik Umi hanya untuk abah" jawab Jihan ngegombal


" Cielah..... Udah pada tua doyan banget ya" ucap Zula meledek kedua orang tuanya


" Gak apa apa, dong, kan sayang sama Uminya" jawab Jihan sambil ngelondet dengan Zain


" Elleh..." Cibir Zula dan langsung mau turun


Tapi saat mau membuka pintu dia urungkan dan kembali masuk ke dalam mobil


" Hem..... Abah Umi, sama Abang turunnya dan jalannya nanti di belakang Zula, kalau pengen tau gimana reaksi Zula saat belum punya Abah dan keluarga, dan setelah pulang nanti" ucap Zula ingin membuktikan gimana reaksi teman pesentrennya yang memang gak respek sama Zula


" Maksud loe, kami turunnya nanti dan jalan ke Ndalem berjarak dengan Loe?" tanya Al


" Iya Bang.... " jawab El tepat di telinga Al


" Denger gue El, lama lama jebol tau gak gendang telinga gue" kesal Al pada El


Setelah perdebatan ringan seperti biasa Zula lanjut membuka pintu mobilnya dan turun dari mobil,


Sesuai permintaan Zain Jihan tidak jadi membawa penyamaran, dan Kini Jihan dan yang lain turun di mana setelah jarak antara mereka dan Zula sekitar 5 meteran


Dari jauh sudah terlihat tatapan semua santri ke Zula memang sudah berbeda, dan tak jarang mereka mendengar apa yang mereka katakan pada Zula sungguh tidak pantas


Zula masih sama di mode cuek saat masuk ke lokasi pesantren tanpa menoleh nganan ataupun ngiri


Di sepanjanh jalan Zula sudah mendapat gunjingan dari teman temannya yang ada di sana


" Wiih..... Datang juga tuh anak gak jelas, masih ingat pondok luu" ucap salah satu temannya

__ADS_1


Zula sama sekali gak menggubris dan bahkan tidak mau mendengar apa yang di ucapkam teman temannya


" Penghuni kamar pojok datang gaez, hantu nya datang" ucap yang lainnya


Dan masih banyak ucapan ucapan pedas dari mereka untuk Zula


Zain sendiri yang mendengar ikut sakit hati, mendengar sendiri anaknya di gunjing seperti itu, kalau Jihan dia sudah terbiasa apa lagi orang lain, dan itu latihan mental yang Jihan berikan pada Zula


Orang lain gak perlu di gubris karena gak penting, dan tidak sesakit orang terdekat bahkan suaminya sendiri dia sudah pernah mendapat perlakuan kejam


Tapi mereka semua seketika beribah menjadi ramah dan tersenyum tat kala Zain dan keluarga melewati mereka hingga sampai di ndalem Abah Yai


" Assalamualaikum..." ucap Zula sedari tadi


Karena tidak mendapat jawaban hingga Zain dan yang lain juga sampai di sana , dan bergantian mengucapkan salam


" Waalaikumsalam..." jawab Abah Yai dari arah dalam


Beliau baru saja selesai buang hajat di toilet dan kebetulan Umi sedang berada di atas untuk mengangkat jemuran


Zain dan yang lain tersenyum saat berjumpa dengan Abah Yai


Kemudian mereka semua duduk san Zula duduk di sebelah Jihan dan Abangnya


" Nazula, Alhamdulillah.... Sudah balik nak?" ucap Abah Yai pada Zula


" Alhamdulillah Abah, Abah Apa kabar?" Tanya Zula Balik


" Alhamdulillah abah sehat nak" jawab Abah Yai lembut


Abah yai Zula, atau pengasuh pondok di mana Zula mondok, itu adalah teman pesantren Zain dulu, saat di LBY Jatim, Dan beliau cukup akrab dengan Zain


" Subhanallah Gus Zain gus Zain, sibuk banget ini pasti, samoe beberapa kali ada acara di sini gak pernah hadir" ucap Abah Yai yang mana kalau ada acara pasti mengundang Zain


" Iya Betul Yai, maaf banget saya sibuk banget, pas waktu ada acara disini gak pernah hadir, bar kemaren di wakili anak saya, karena kebetulan sudah pulang" jawab Zain santai mulai ngobrol denga Abah Yai


" Ini Gus Haidar, Gus Al kan? yang sekarang sudah menggantikan posisi Abahnya ini, calon kyai besar" ucap Abah Yai sambil menepuk pundak Al yang ada di sebelahnya


" Amin amin ya Allah... Doanya Bah" jawab Al sopan

__ADS_1


"Udah dewasa kuliah udah lulus, sekarang jadi pemilik BNT, Bentar lagi punya Mantu Gus, " ucap abah Yai dan Zain tertawa


" Iya Kan, udah ada calon belum" ranya Abah Yai kembali menepuk pundak Al


" Belum Bah, boleh ini dapat salah satu santri abah," gurau Al pada Abah Yai


" Silahkan tinggal pilih, apa mau jadi mantu saya, anak saya perempuan semua gus," jawab Abah Yai menanggapi


" Gimana Gus Zain, besanan kita, geh mbak" ucap Abah Yai pada Zain dan Jihan yang hanya menanggapi dengan cengengesan


" Cuman bang Al aja Nih Bah yang di tawari dan mau di jadikan mantu? saya enggak?" saut El yang mengajukan sendiri


" Wah iya masih ada anak bujang lagi, monggo pilih yang mana gus, Wah jadi sungkan saya" jawab Abah Yai sambil bergurau


Mereka lanjut ngobrol dan bergurau, dengan Zula dan Jihan yang sebagai pendengar karena Uminya belum juga hadir di luar dan tadi yang memberikan suguhan adalah santri santri


Sesaat kemudian Umi Nyai, tiba tiba muncul dan bergabung dengan Mereka sumua


" Assalamualaikum..." ucap Umi pada Semuanya


" Waalaikumsalam" jawab Semuanya kompak dan beralih pada Umi Nyai


" Mi... duduk nih Mi, ini anak bujang Gus Zain sama neng Jihan, " ucap Abah Yai yang mana Zain dan Jihan juga belum menyampaikan apa maksud tujuannya


" Subhanallah ganteng ganteng," jawab Umi lembut


" Mau Abah jadikan mantu ini Mi, kita besanan sama mereka" jawab Abah Yai dan Umi tersenyum ramah tanpa menjawab


" Umi udah insecure duluan toh Bah, anak kita itu siapa, " jawab Umi Merendah


" Kita sama Umi, sama sama Makhluk Allah, saya malah yang Insecure kalau besanan sama Umi, ya Allah... Anak saya yang begajulan ini, dapat neng neng cantik yang lembut, sholehah gak sebanding Umi" jawab Jihan yang juga mengenal Umi nyai, tapi bedanya untuk saat ini Umi Nyai mengenal sebagai Jihan bukan sebagai Uminya Zula yang selalu bercadar saat sowan dan menyanbangi Zula


" Umi Jihan ini bisa aja, sholeh ganteng kayak gitu di bilang begajulan" jawab Umi dan semua bergelak tawa


Jangan tanya wajah Al dan El ya, yang tentunya gak terima kalau di sebut begajulan oleh Uminya


Setelah ngobrol dan bergurau lumayan lama, Kini Zain bersiap diri menyampaikan maksudnya, tapi sebelumnya Umi bertanya dan Zain baru akan menjawab


" Oh ya... Maaf, Kok nak Zula bisa barengan dengan keluarga Gus Zain, dan Neng Jihan ini, apa memang gak sengaja dan kebetulan?" tanya Umi Nyai sopan

__ADS_1


" Begini Abah dan Umi, Sebelumnya minta maaf, kami kesini pertama silaturrahmi, yang kedua ananda Nazula lailal Musthofa ini adalah Putri kami, " jawab Zain sopan dan berterus terang


__ADS_2