
2 hari Jihan Di Mesir dan gak mau lama lama, karena seperti Zain dan Jihan masih banyak kerjaan di Indonesia,
Dan hari ini, Jihan dan Rombongan akan kembali ke Indonesia, bersama dengan kedua orang tuanya , dan juga Om tantenya, sekalian neneknya
Al gak ikut pulang karena dia memang mau lanjut studi S2 di Mesir lagi,
" Al.. Hati hati di sini, jaga kesehatan, jaga diri baik baik, dan jaga Yasmin juga, gak boleh aneh aneh.." pesan Jihan sambil memakai hijabnya
" Baik Umi...." jawab Al santai
" Betulan Al, kalau kamu memang sayang sama Yasmin, jaga dia baik baik, jangan aneh aneh, setan itu banyak sekarang, orang yang sayang itu menjaga bukan merusak" tambah Jihan lagi makin tegas
Karena benar adanya kalau laki laki sayang sama wanita, dia tidak akan pernah merusak martabatnya
Kalau sampai laki laki itu minta bukti sayang dengan cara merusak martabatnya, itu bukan bukti tapi senjata untuk merusak masa depan
Dan ingat ya lur... Sekali lagi orang yang sayang dan bener bener cinta sama skita adalah orang yang gak pernah merusak masa depan kita apa lagi martabat dan kehormatan kita sebagai seorang wanita,
" Iya ya Mi... Jangan keras keras ngomongnya, orangnya lagi di luar lho, denger gak enak..." ucap Al karena Yasmin memang sudah di rumahnya
Yasmin datang untuk ikut mengantar keluarga Al sampai ke Bandara, karena mobil Al cuman muat beberapa orang saja
" Ya udah sana temani kenapa kamu malah di kamar Umi seperti ini" ucap Jihan heran sendiri
" Ya kan Umi mau pulang" jawab Al manja kalau sama Uminya
" Yah... Kayak di mana aja sih Al, sekarang semua serba gampang Al, gak usah pusing, kangen video call, pengen ketemu pulang, pake jet cepet sampai juga" jawab Jihan dan membuat Al di sebelahnya nyengir
Hingga semuanya siap dan Jihan serta yang lain mulai keluar dari rumah mereka dan menganggkut semua barang barang mereka
Uyut Jihan memutuskan untuk kembali ke Indonesia karena gak betah tinggal di Mesir dan bukan di daerahnya
Dan saat ini mobil mereka semua sudah jalan menuju bandara, dengan Zain yang mengendarai mobil Al, dan Al mengendarai mobil Yasmin
Hampir 1 jam perjalanan, mereka kini sampaindi bandara dan semua perlengkapan atau barang bawaan udah di bantu untuk di angkut ke pesawat jet milik Zain oleh pegawai bandara
Kini Jihan sedang pamitan pada Al, seperri biasa Al mendapat ciuman mesara dari bidadadi surganya, yang gak ada duanya menurut Al,
__ADS_1
Al yang dulu sudah besar sedikit mengerti tentang pengorbanan Uminya yang berjuang sendirian, tanpa ada Abahnya di sampingnya,
Sampai saat ini Al masih mengira kalau Abahnya dulu sibuk bekerja, dan sibuk dengan undangan tausyiahnya yang selalu di jadikan Jihan sebagai alasan utama Waktu Al selalu tanya Abahnya
Yasmin kemudian mendekat pada Jihan untuk berpamitan,
" Makasih ya cantik, sholehah lagi, udah mau nganter keluarga Umi sampai bandara" ucap Jihan sambil memeluk Yasmin
" Sama sama Umi, Yasmin juga terimakasih, sudah di terima dengan baik sama Abah Umi sekeluarga " jawav Yasmin sopan
" Kalau itu tentu sayang... Dan siapa sih yang nolak cewek secantik ini, sholehah lagi untuk gabung ke keluarga kami" jawab Jihan sangat sayang pada calon mantunya
Lagi lagi Yasmin hanya mengangguk dan tersenyum, seneng mendapat calon mertua seperti Jihan yang sangat hambel, dan wallcome kepada siapapun
" Jaga kesehatan ya nak,. jaga diri baik baik, kalau Al macem macem tinju aja" ucap Jihan lagi dan Yasmin terus menampilkan senyum manisnya
" Umi dan yang lain masuk dulu ya, kalian hati hati, sampai berjumpa lain waktu lagi ya.. Assalamualaikum..." pamit Jihan dengan Yasmin yang selesai bersalaman padanya
Jihan menepuk serta mengusap halus punggung Yasmin yang lebih tinggi darinya
" Waalaikumsalam Umi.." jawab Yasmin lembut
Jihan dan yang lain masuk ke dalam bandara, begitu juga dengan Al dan Yasmin yang hanya bisa membalas lambaian tangan dari Umi dan Abahnya
Semalam sempat Jihan dan Zain mengajak bicara Al sama Yasmin mengenai hubungan keduanya,
Gimana kelanjutannya, dan Mereka gak mau hal yang di khawatirkan terjadi pada mereka
Dan Zain serta Jihan sudah menawarkan mau di khitbah dulu, apa sekalian ijab qobul, kalau iya nanti mereka langsung di boyong ke Indonesia, untuk malaksanakan itu semua
Bahkan Zain sempat menawarkan mau nikah dimana? bulan madu di mana, sudah sesuka Al, karena semua itu mereka lakukan untuk menghindari perbuatan Zina
Tapi mereka teguh pada komitmen masing masing yang akan nikah setelah Yasmin lulus kuliah, swdangkan Yasmin saat ini masih di semester awal, di semester 1 yang mungkin masih lama waktunya
Mereka mempunyai pedoman seperti itu karena mereka gak mau, rumah tangga mereka nanti terganggu dengan adanya tugas kuliah masing masing
Toh lagian selama ini mereka juga gak aneh aneh, ketemu juga jarang, dan gak setiap hari juga
__ADS_1
Paling kalau lagi ada tugas banyak dan cukup rumit Yasmin ngajak ketemu untuk bantu ngerjakan,
Dan kalau ketemu juga di luar dalam arti masih di suasana umum dan rame pengunjung, bukan sendirian san berduaan
Jadi mereka merasa masih Aman dan bisa jaga diri sendiri, saja cukup tanpa harus nikah muda terlebih dahulu
Dan tak lupa juga, Semalam Jihan dan Zain juga menanyakan tentang orang tua Yasmin, yang ternyata Zain sendiri juga sudah mengenalnya, saat berjumpa di majlis majlis pengajian
Bukan mengenal akrab tapi tau karena selain kantor pusat Zain di sana, yang tak jauh yayasan milik Abinya Yasmin
" Bang...." panggil Yasmin lembut sambil melihat kepergian kedua orang tuanya
" Hem...." jawab Al menoleh pada Yasmin
" Abah Umi walau udah berumur tetap romantis ya bang...." ucap Yasmin tak merubah pandangannya
" Hem.... Jangan tanya...." jawab Al santai karen sering menjadi penonton gratis keromantisan kedua orang tuanya
" Kok gitu"
" Iya sayang... Karena romantisnya ngalahin sama yang muda muda seperti kita" jawab Al sambil tersenyum menatap wajah Yasmin
" Ah... Masak iya.." ucap Yasmin gak percaya
" Besok kalau udah jadi menantunya dan tinggal serumah jangan kaget ya..." jawab Al
" Maksudnya jangan kaget gimana?" tanya Yasmin bingung
" Jangan kaget melihat keromantisan mereka yang gak tau tempat, dan gak tau sikon di hadapan anak anaknya" jawab Al menjelaskan dan Yasmin tersenyum geli sambil membayangkan
Kini Jihan dan yang lain sudah berada di dalam pesawat Jet milik Zain,
Tempat duduk gak di ubah, Zain gak mau jauh dari Jihan, dan masih mendekapndan menggengam tangannya erat
" Abah Apaan sih ini... Enggak enggak kalau ilang" ucap Jihan sedari tadi tangannya terus di genggam tanpa di lepas
" Bukan mau nyebrang jalan Zain, gak usah gandengan " sindir Toha ikut kesal
__ADS_1