
Jihan yang gak pangkling dengan suara El langsung meremat tangan Ismi yang ada di sebelahnya agar tetap merundukkan kepalanya
Agar El juga tidak sadar akan adanya Uminya di sana saat menemui Heny
El sore tadi tidak menganggap serius tentang ucapan Umi dan Abahnya yang akan mengintai Heny, jadi El kira Uminya cuman omong doang, jadi dia santai saja dan mengambil kesempatan kali ini
Ismi tetap merunduk dengan puea pura memainkan ponselnya, begitu juga dengan Jihan yang melakukan hal sama sambil memakan cemilan di depannya
Heny langsung ketar ketir melihat kedatang El di sana, hatinya sudah porak poranda karena ada Umi Jihan di sana
Mau mengelak dan nyuruh El pergi gak enak juga, karena nanti takut di curigai kalau Dia adalah pacar El
Heny tiap diam mematung dengan perasaan yang ambyar tentunya, perasaan yang sudah pasti menahan malu dan rasa sakit
El masih santai dan mengira kalau yang duduk itu adalah santri putri yang ikut menyimak Heny di sana
Di jam setengah 12 malam, tuan rumah sudah pada istirahat begitu juga dengan Para pengaji yang memilih menggunakan suara biasa tanpa mic memang si tukang nekat bener si El itu
" Assalamualaikum..." ucap El lagi karena tadi tidak ada jawaban
" Waalaikumsalam..." jawab para santri dan menoleh pada El
El tersenyun dan mendekat, serta langsung duduk di hadapan Heny, dengan santai
" Banyak banget jajannya...." ucap El makin santai
Karena El merasa kalau semua santri sudab tau tentang hubungannya denga Heny makanya santai dan tanpa dosa
" Makan lah..." ucap Tiara yang ikut di sana
Tiara sengaja santai walau ikut deg degan juga, tapi biar sekalian El ketahuan pikirnya, petingkah sih..
" Udah dapat berapa juz?" tanya El sanrai dan sambil membuka cemilan kesukaannya yang di bawakan Jihan tadi
" 18 juz barusan" jawab Tiara lagi
El merasa ada yang aneh dengan Heny yang hanya diam saja tanpa menjawab
" Hey..... Kenapa?? kok diem dari tadi.." sapa El pada Heny yang sudah makin gugup
" Capek istirahat dulu nanti Abang bantu" ucap El lagi membut Ismi menahan tawa
Heny makin gimana rasanya dan justru mengumpat ketakuran dalam hati
" Haduh..... Udah bang balik lho bang.." batik Heny ketakutan
Jihan sudah mulai menganggat kepalanya karena gak tahan ingin tertawa melihat gaya sok cool dari anaknya itu
" Kenapa sih? kok jadi aneh Gitu? gak lagi sakit kan..??" ucap El lagi yang belum sadar ada Uminya di sana
__ADS_1
Heny masih belum menjawab dan malah memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya
" Ayo lah Yang..... Kenapa sih? kenapa Ra?" tanya El pada Tiara
" Entah tuh....." jawab Tiara pura pura gak tau
" Ck.... Gila loe Ra....Ah.... Gue udah sport jantung juga ini" batin Heny pada Tiara yang pura pura gak tau
Jihan terus menatap anaknya sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya, apa lagi Ismi yang sedari tadi menahan tawa karena di remas tangannya oleh Jihan bila sampai kepelasan
" Udah santai aja mbak.... Gak apa apa, ini pacarnya kan??" ucap Jihan yang mengerti perasaan Heny saat ini
Ya namanya juga wanita saling mengerti perasaan sesama wanita, karena dia juga udah pernah ada di posisi mereka
El langsung menoleh dan melotot melihat keberadaan Umi dan tantenya di sana
" Lho lah....." ucap El kaget tapi tetap santai
" Kenapa kang?? Udah santai aja saya juga pernah muda" ucap Jihan pada El yang terlihat kaget gimana
El tidak menjawab dan hanya cengengesan yang mana aksinya ketahuan langsung oleh Uminya sendiri,
Takut?? Enggak.... El gak pernah takut sama Uminya, cuman taat dan berbakti saja, karena Uminya segalanya untuk dia
" Udah mbak.... Gak usah sungkan, lanjut aja, Umi udah pernah di posisi seperti ini, anggap aja Umi teman sendiri" ucap Jihan santai tapi tidaj dengan Ismi yang pengen ngakak dan mengungkap semuanya
Dan El juga tau itu, dan tau gimana Heny kalau sedang panik dan gugup, Hingga El tidak mau menunjukkan kalau Jihan Uminya untuk saat ini
Heny hanya tersenyum dan terus merunduk karena gak enak dengan Jihan
" Apa Umi keluar dulu biar kalian bisa ngobrol?" tanya Jihan yang siap mengalah
" Jangan Umi.... Umi di sini saja, Kita mau lanjut ngaji juga kok" jawab Heny makin gak enak
" Eh jangan nak.... Biar Kang santri saja yang ngaji, kamu istirahat dulu, kan tadi kang santri sudah menawarkan " jawab Jihan sengaja menjebak El
El langsung sontak kaget, kesini mau ngajak ngobrol Heny malah di jebak ngaji sama Uminya
" Monggo kg... Ini Micnya , silahkan di mulai, Umi biar Ikut nyimak" ucap Jihan menyodorkan mic pada El dan Ismi sudah tak tahan lagi untuk menahan tawa
Apa lagi di tambah Uminya yang menjebak anaknya sendiri seperti El saat ini
El langsung menerima mic dari Jihan, dengan perasaan gundah dan kesal pada Uminya yang menggagalkan semuanya
Jihan kembali mengambil ponselnya dan pasang kamera video untuk dikirimkan pada Abahnya
to: Abang ❤
Kelakuan anak lanangmu Bah..
__ADS_1
(kirim Jihan dengan di sertai anak lanangnya yang mengaji di hadapan menantunya)
Sesaat kemudian balasan dari Zain masuk
From:Abang ❤
Gak ada kapoknya memang.....
From: Abang ❤
Gak kapok kena takziran lagi Mi
To: Abang ❤
Kan ada turunannya...😉😉
To: Abang ❤
Bangga gak...?
from: Abang ❤
Bangga dong... Gantel kok
From: Abang ❤
Nurun Uminya yang sama sama di dekati saat ada kesempatan
Jihan tidak lagi manjawab dan lanjut menyimak anak lajanganya yang kena jebakan batment
Heny dan temannya pamit ke kamar mandi, untuk sholat isya' berjamaah karena mereka tadi mulai sehabis magrib
El langsung menghentikan ngajinya dan melirik pada Uminya
" Apa lirik lirik?? Kesal Umi menggagalkan kencamu?" tanya Umi yang ikut kesal dengan tingkah anak laki lakinya itu
" Ya Umi jangan ngegas lah, katanya tadi santai pernah muda" jawab El malah makin santai
" Ya Terserah lah.... Sekarang osang tua mana yang gak ngegas, kalau anaknya seperti ini nih..." jawab Jihan sambil menjewer telinga El keras
" Aduh duh Umi.... Sakit.." keluh Ek dengan suara lirih
" Tuman Eg... Gak ada kapoknya.." kesal Jihan melepas jewerannya
" Udah dapat berapa Juz ngajinya? kenapa di tinggal kesini?" tanya Jihan serius
" Tinggal 5 Jus, habis subuh hatam nyah itu, slow Mi" jawab El sudah kembali santai
" Tau..... Tapi jangan terlalu santai gitu dong El, gemes sebel kesal lama lama Umi sama kamu " jawab Jihan maki gemes sama anaknya yang terlalu santai dan selalu menggampangkan semuanya
__ADS_1