
pulang sekolah, El menunggu Heny di depan kelasnya, karena El yang sudah keluar kelas terlebih dahulu, entah apa tujuannya pokoknya ingin pulang bareng Heny, karena malam nanti udah gak ketemu dan gak lihat Heny yang biasanya murojaah di rooftop pesantren, dengan El yang nongkrong di kantin pesantren yang lokasinya tepat di belakang asrama putri
El itu memang termasuk santri dablek, jangan di tiru ya, tapi ketampanannya dan kecerdasaanya menutupi sikap dableknya,
Kalau di pondok tentu larangan berpacaran pasti ada, bahkan sangat di larang dan di haramkan, tapi namanya santri gak semua baik, gak semua sempurna walau anak kyai sekalipun, seperti El saat ini, yang selalu nyolong nyolong saat di sekolah
Mencari kesempatan untuk dekat dengan Heny, karena sekolah dan pondok El tidak 1 yayasan, melainkan yayasan lainnya yang khusus sekolah.
Dan sekali lagi jangan di tiru ya kelakuan nyeleneh El, walaupun nyeleneh, tapi dia tau aturan, gak pernah bersentuhan kulit ataupun menggandeng tangan Heny
Kini Heny sudah keluar dengan temannya yang sepondok dengannya juga, tapi tau kalau El menunggu, temannya langsung pamit
" Gue duluan ya..." ucap teman Heny dan Heny mengangguk
El tersenyum dan menghampiri Heny yang masih di depan pintu
" Mau pulang kerumah lagi?" tanya Heny dan El mengangguk
" Jangan kangen ya.." ucap El penuh percaya diri
" Kangen lah..." jawab Heny sambil berjalan menuju tangga untuk turun kelantai bawahnya
" Mau langsung pulang apa ke pondok dulu?" tanya Heny lagi
" Kepondok, mau bareng, ?"
" Naik mobil?"
" Ya iya... Kan nanti langsung pulang"
" Enggak ah... Masih takut sama takziran aku, walau dableknya ke bawa sama kakak..." jawab Heny sambil tersenyum
" Ya udah nanti hati hati ya... Cepet balik ke pondok lagi, jangan lama lama di rumah" ucap Heny rasanya gimana gitu, padahal masih bisa ketemu saat di sekolah
" Iya... Nanti kalau Abang udah balik ke Mesir, aku langsung balik ke pondok" jawab El semangat
" Sekolah di mesir abangnya?" tanya Heny dan El mengangguk
" Kamu besok paling kesana juga?" ucap Heny kembali was was kalau harus LDR jauh sama El
" Enggak... Lokalan aja, sambil nunggu kamu nyusul" jawab El terlihat begitu setia pada Heny
Hingga Heny tersimpul malu, dengan rasa bahagia dalam hatinya
Sesampainya di bawah, ternyata teman teman Heny masih menunggu, karena merasa kasian sama Heny kalau harus pulang dulu, dan Heny jalan sendirian
Karena mereka juga tau kalau El bawa mobil dan gak mungkin bareng dengan El karena takut kena takziran
__ADS_1
" Masih menunggu?" tanya El pada teman teman Heny
" Iya lah kak... Kasian Heny kalau kami duluan, kakak kan bawa mobil" jawab salah satu teman Heny
" Oh... Ya udah karena rame rame, bareng mobil sekalian ya, kan gak berdua nanti di mobil" ucap El kembali dablek
" Nanti kena takziran" saut teman El
" Enggak...Jawab aja, naik ojek online" jawab El nyeleneh dan berjalan menuju mobilnya tanpa mau menunggu bantahan dari Heny maupun teman temannya
Dan Kini mobil El sudah berada tepat di depan teman teman Heny, dan El turun membukakan pintu mobilnya untuk Heny
" So sweet...." teriak mereka yang masih di sana
" Silahkan masuk tuan putri" gombal El sangat manis
Heny makin merona pipinya dan perlahan masuk ke mobil El dengan begitu anggun
Setelah Heny masuk, Ek segera menutup pintu mobilnya, dan..
" Kalian buka sendiri dan tutup sendiri ya ...." gurau El dan langsung kembali ke tempat kursi kemudinya
El langsung melajukan mobilnya secara perlahan, dan terlihat makin tampan dan cool di mata Heny dengan bawaan sopir tampannya saat ini
Heny terus menatap El tanpa kedip, sambil membayangkan betapa bahagianya masa depannya dengan cowok yang humoris ahli gombal dan romantis saat ini, serta perhatian melebihi cowok dewasa
" Gitu amat lihatnya, makin ganteng ya?" gurau El sangat percaya diri
" Ciieee....... Ciiee....." ucap teman teman El, menyoraki Heny
Dan karena jaraknya dekat kini mereka sudah sampai di depan gang pesantren mereka, yang mana cukup jauh dan gak terlihat dari area pesantren,
" Yah... Bentar dong kak El naik mobilnya" keluh teman teman Heny
" Maunya sampai mana?" tanya El sambil menoleh ke belakang
" Kurang jauh harusnya muter lagi" saut satunya
" Mau muter lagi? ke Luar jalan raya sana?" tanya El pada Heny di sebelahnya
" Enggak lah... Ini aja ngumpet ngumpet malah sampai sana, " tolak Heny cepat
" Dableknya sampai batas ini aja ya Kak, jangan di tambahi, udah ayo pada turun..." ucap Heny dan mengajak teman temannya turun
" Kakak di sini aja, kalau mau turun mending nanti kalau kita udah masuk, biar gak curiga orang kampungnya" ucap Heny melarang El untuk ikut turun
" Siap tuan putri" jawab El dengan membungkukkan badannya
__ADS_1
Heny dan teman temannya turun, dan langsung berjalan menuju pesantren, dengan El yang langsung melajukan mobilnya lebih ke depan, dan belok ke depan rumah tetangga pesantren, agar tak terlihat para santri lainnya
El langsung berjalan menuju pondok, untuk mengambil dompet dan juga modem laptopnya yang ketinggalan di lemari kamarnya
Setelah itu El langsung pulang, dan gak mampir kerumah Toha lagi, karena sedari tadi Al sudah menghubunginya karena merasa kesepian, dengan iming iming amu di ajak cari mobil baru El yang semalam di minta
Sesampainya di rumah El sudah jam 4 sore, dan Abah Uminya juga baru pulang dari kantor, terlabih jalanan kembali macet di jam segitu
" Assalamualaikum... " ucap El yang sama sama keluar dari mobil bareng Abah Uminya
Zain sama Jihan pulang barengan tadi walau berangkat dengan mobil sendiri sendiri, karena Zain yang selesai lebih awal dan langsung menjemput Jihan
" Waalaikumsalam..." jawab Mereka dan El bersalaman dengan Abah dan Uminya
" Baru pulang nak?" tanya Jihan pada El yang hanya mengangguk
Mereka berjalan barengan masuk rumah mereka dan kamar masing masing untuk bebersih dan lanjut sholat asar berjamaah
Setelah itu mereka berkumpul di taman atas di rooftop rumah mereka,
Yang mana di sana terdapat taman yang cukup indah, dan juga tempat santai yang biasa Zain dan Jihan bersantai di sana setiap pulang kerja
" Gimana udah dapat mobilnya?" tanya Zain mengenai mobil El
" Tukar tambah dulu lah... Itu aja masih di pake kan, kalau belum laku belum boleh beli yang baru" bantah Jihan wajar sikap emak emak
" Iya ya.... " El santai
" Mi...." Panggil Al
" Hem..." jawab Jihan menoleh padanya
" Kenapa sih kita harus tau tentang masa lalu pasangan kita, itu kan masa lalu, biar lah berlalu," ucap Al mencari penjelasan
" Iya betul tuh... Setiap orang punya mantan juga kali Mi, kalau gak jodoh sama pacarnya, kayak Umi gak punya mantan aja" saut El
" Umi emang gak pernah punya mantan.." jawab Jihan cepat dan santai
" Kata siapa? Yang itu tuh..." bantah Zain bernostalgia
" Itu mah bukan mantan kali, lain lah" bantah Jihan dan makin seru perdebatan kedua orang tua mereka, membuat Al dan El serius mendengarkan
" Iya... Tapi kan mereka belum bisa move on" bantah Zain lagi
" Emang siapa Bah ? mantan Umi?" kepo El
" Gak punya mantan ya...." bantah Jihan
__ADS_1
" Penggemar lah.. Siapa bah?" tambah Al
" Bener kalian mau tau?" tanya Zain sambil melirik Jihan