Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Getun


__ADS_3

Baha' hanya tersenyum dan menglus lembut kepala Zula yang menggunakan hijab seperti biasa


" Zula sayang gak sama Abah Umi? " tanya Baha' pada Zula


Zula menjawab dengan anggukan kepala lembut


" Zula bahagia gak jumpa dengan abah? kumpul dengan abah Umi, abang dan keluarga semua?" tanya Baha' lagi dan Zula tersenyum


" Sangat bahagia banget Pakde, dan itu cita cita Zula, " jawab Zula sambil mata terbinar


" Jadi sekarang Zula cukup bersyukur, dan harus menghadap kedepan serta menatap masa depan Zula tanpa menoleh kebelakang atau menggunaka spion kehidupan" jawab Baha' dengan lembut


" Cukup abah Umi yang merasakan sakitnya cukup abah umi yang menerpa dan melawan badai dan awan hitam kehidupan, dan Zula sudah mendapat pelajaran berharga dari Umi, sekarang lanjut bersyukur dan melanjutkan kebahagiaan bersama keluarga" jawab Baha' yang tentunya enggan bercerita tentang masa lalu Uminya


" Iya pakde, " jawab Zula lembut dan menurut dengan Baha'


Begitu juga dengan Baha' yang langsung membawa Zula kedalam pelukannya


Dari jauh cucu Baha' dari adam yang melihat kakungnya memeluk cewek langsung marah, dan gak boleh


Sedangkan Cirana dan Jihan yang melihat tersenyum karena mereka tau Baha' itu paling sayang dengan keluarga Jihan yang banyak membantu keluarganya


" Kakung gak boleh.." ucap cucunya marah


" Eh... eh... Ada yang cemburu" ucap Zula langsung melepas pelukannya


" Enggal enggak, Kakak gak ambil kakungnya kok," jawab Zula mengalah


" Gak boleh deket sama kakungku" ucapnya sambil memeluk Baha'


" Kan itu juga pakdeku" ucap Zula mulai jahil


" Enggak gak boleh" jawabnya makin garang dan Zula justru makin jahil


" Lucu ya... Sini ikut kakak," ucap Zula sambil menadahkan tangannya


" Tante dong Zul buka kakak" jawab El yang baru saja datang

__ADS_1


" Eh... Ogah lah, masih cantik muda gini panggil tente" jawab Zula menolak


" Kakak aja ya, panggil kakak" ucap Zula masih ngotot


" Gak mau... jangan deket Kakungku" ucapnya lagi karena Zula yang berusaha mendekat padanya


" Enggak lah... Ini kan kakungqu.." jawab Zula justru nemplok pada Baha'


Bocil tersebut langsung ngamuk dan berusaha mencegah Zula yang akan nemplok


" Ck... La... Kasian anak orang tuh, nangis bisa diemin gak nanti?" ucap El pada Zula


" lucu lho bang, dulu waktu gue kecil kok gak ada yang gue ajak rebutan ya" ucap Zula yang sepi di masa kecilnya


" Besarnya di buat rebutan tapi?" saut Baha' yang tau soal kisah Al dan El yang berebut Zula


" Hahahahaha.. Pakde bener juga, entah tuh, mereka gak pandai cari pacar pakde, pacarnya masih cantikan Zula, makanya Zula jadi rebutan oleh mereka" jawab Zula santai sambil menyindir El


" Hahaha.. Jadi gimana El, sekarang jones dong" ucap Baha' meledek El


Mereka lanjut ngobrol dan bercerita tentang awal pertemuan keduanya di tambah dengan Al yang ikut gabung bersama mereka jadi makin lanjut dan bercerita nostalgia


Di sisi lain, Rizqy yang semalaman gak bisa tidur kini sedang berada di kantor urusan agama, dia sengaja berangkat cepat untuk mengurus semuanya, karena lebih cepat lebih baik


Dan Jihan yang semalam langsung menyarankan pada Rizqy dia jiga sudah mengurus semuanya dan sudah pamit kepada para takmir masjid dan pengurus pesantren lainnya


Dan masalah perkebunannya sudah ada yang handel dan aman, toh kebun seluas itu memang sudah banyak di pengangkan orang lain juga, dia hanya fokus pada 2 kebun saja karena itu punynya dan yang lain milik Jihan dan bapaknya yang tentu makin luas karena setiap ada yang jual langsung di beli oleh Zain


Dan kini Rizqy yang di dampingi pengacaranya tentu dengan mudah dia menyelesaikan dan setelah itu siap untuk terbang kembali ke SRG


Kini Alif dan Toha serta Hamdan berada di mobil mereka, rencananya mobil tersebut mau di bawa pulang langsung di Jawa, tapi karena lagi kurang fit alias pikiran semrawut mereka juga jenuh kalau perjalanan jauh, jadi mereka memilih untuk naik keudara dan mobil di bawa pasukan Zain yang siap mengantar sampai tujuan


Kini mereka suah berada di dalam pesawat jet milik Zain, Rizqy masih termenung dengan status barunya


Takut kalau dia tidak bisa menemukan pendamping lagi, takut kalau tidak bisa punya keturunan dan takut kalau susah tua tidak ada yang merawatnya


" Rizqy sekarang udah duda pak, Om, Lif, " ucap Rizqy sambil termenung

__ADS_1


" Kalian yang nikahnya udah lama, masih langgeng aja, masih bisa romantis dan hidup bahagia dengan JODOH DUNIA AKHIRAT kalian semua, sedangkan gue, nikah sudah 13 thun anak gak punya, istri seperti itu lagi" tambahnya merenungi nasibnya


" Habis sampai jawa nikah lah" jawab Alif santai


" Siapa yang mau duda kayal gue lif" jawab Rizqy merendah


" Eh... Banyak lah, duren lho, duda keren, masih seger ganteng kaya lagi tuh" jawab Alif makim santai


" Betul Qy, sampe rumah Jihan loe minta sama Zain, salah satu santrinya hem... dah lah kalau pak Kyai sudah sendiko dawuh, semua santri mengangguk" saut Toha semangat dalam pencarian jodoh untuk Rizqy


Tak terasa perjalan udara sudah 2 jam dia lalui, dan sudah sekitar 15 menit mereka perjalanan darat dan sampai di kediaman Jihan dan Zain


" Assalamualaikum..." ucap Mereka saat masuk


Suasana rumah sudah sepi, karena sebagian sudah kembali ke habitat masing masing, karena tugas mereka di pesatren juga masih banyak


Dan Umi serta Abah Hasan se anak cucunya punya jadwal ngaji yang cukup padat


Sehingga pagi menjelang siang mereka mulai pamit undur diri masing masing, dan cuman tinggal keluarga Jihan saja


" Waalaikum salam... Ya Allah.. anakku lanang" ucap Ulfa langsung menghampiri dan memeluk Rizqy


Rizqy langsung membalas pelukannya dengan erat dan menangis di dalam pelukan ibunya


" Maafin Rizqy ya buk, Rizqy minta maaf karena Rizqy dulu gak mendengarkan nasehat ibuk, Rizqy nekat dan maksa sama Ibuk" ucap Rizqy penuh penyesalan


Ulfa tidak bisa menjawab apa apa, senyesalnya Rizqy juga anaknya sendiri mau di apa apakan juga gak tega, apa lagi di sukurin dan di maki maki makin gak tega


Melihat anaknya yang di tipu bertahun tahun saja dia gak tega apa lagi sebaliknya


" Semua sudah terlanjur, dan Allah maish membuka mata dan hatimu, agar melihat siapa sebenarnya, dan kamu tidak mati karena kurus makan hati darinya" jawab Charir yang kalau ngomong suka pake cabe level 9


" Rizqy nyesal Tan" jawab Rizqy cepat


" Iya lah, getun tibo buri, (penyesalan jatuhnya di belakang) " jawab Charir santai sambil mencibir


" Kalau di depan namanya mendaftaran" saut Atifa menambah pedasnya cabe level 9

__ADS_1


__ADS_2