
40 Hari sudah El dan Heny melaksanakan hukuman dari Abah Tasim, dan hari ini mereka kembali ke aktifitas santri seperti biasa
Dari hukuman 40 hari tersebut, si Heny hafalnnya nambah 7 Juz langsung, dan awalnya dia sebelum dapat hukuman masih di angka 22 juz, dan saat ini tinggal 1 juz lagi dia akan hatam
Ya di juz 30, mungkin 2 hari setoran hatam, dan beberapa bulan kedepan udah bisa ikut wisuda,
Hem.... Mantap....Waktu wisuda yang sudah di antikan oleh El yang setia menunggu Heny untu wisuda bareng
Dan 40 hari menjalani hukuman menjadi penerima setoran hafalan, El yang memang sudah hafal sudah lanyah dan lancar seperti jalan tol
Dia merasa dapat hikmah juga di balik hukuman tersebut, yaitu merasa sangat bersyukur dengan dirinya yang di titipi Ilmu dan pikiran yang cerdas oleh Allah SWT,
Karena di balik kejadian itu, El jadi tau masih banyak para santri yang kesulitan menghafal, bahkan yang kecil masih kesulitan membaca juga ada
Dan Dia sangat bersyukur kalau dia mempunyai orang tua yang tanggap dari waktu dia kecil yang mengajari dirinya dari kecil sampai bisa sebeperti ini
Jadi di setiap kejadian bukan hanya penyesalan yang kita pikirkan, yang kita sesali karena di setiap kejadian pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya
Telaah, rasakan dan niknati apa yang perlu kita jalani, ada hikmah di dalamnya, ada makna tersendiri di dalamnya
Allah menakdirkan sesuatu pasti ada hal juga di sana, jangan hanya menyalahkan maupun menyesali saja
Contoh yang di alami El dan Heny saat inu, kalau mereka gak kabur gak maling malingan, tentu mereka gak dapat takziran,
Kalau tidak mendapar takziran, belum tentu hafalan Heny nambah segitu banyak dalam waktu singkat,
Begitu juga dengan El, dia mungkin tidak bisa merasakan dan kurang bersyukur dengan apa yang dia punya saat ini,
Dan hanya menyepelekan kalau dia itu pasti bisa, karena merasa dia cerdas, tapi dengan menjadi kyai dadakan, El biaa merasakan betapa sulitnya orang orang di sekitarnya yang sedang berjuang
Nah di situ lah, letak hikmah yang terkandung
Dan selama 40 hari juga, El bukan cuman membangun 1 lantai, akhirnya 2 lantai, yaitu 1 lantai untuk asrana putra, 1 lantai untuk asrama putri, dengan beberapa kamar di setiap lantainya
Sultan ya, uang El juga sudah gak berseri lagi, karena mungkin sudah menjadi srintel
Kini El tidak seperti hari hari sebelumnya lagi yang telat karena harus menerima setoran dari para santri putra
__ADS_1
Dia sudah kembali normal dan berangkat sebelum bell berbunyi, kalau kemaren jangan tanya, dia selalu telat tapi karena dia ketua osis dan sekaligus ada alasan yang pakem jadi terhindar dari hukuman sekolahan
" Tumben awal El" Sapa Wawan yang beetemu dengannya di pertigaan jalan
" Awal lah... Karena udah gak sabar mau tabok mut loe yang sebar beriti hoax di sekolah" jawab El sadis dan kesal
Gimana tidak, selama ini Wawan masih aktif jadi tukang kompor di sekolah, apa lagi mengenai kedekatan El yang cukup renggang dengan Heny
Bukan renggang juga sih, El dan Heny sama sama membuat kesepakatan untuk fokus menjalani hukuman masing masing
Dan El tau, sehari 1 kali hataman, itu membutuhkan waktu cukup lama, belum dia yang sekolah, belajar dan masih bikin setoran juga
Jadi setelah mendapat keputusan hukuman, El memberikan surat untuk Heny agar tetap semangat dan mengabaikan semua ucapan Wawan yang menjadi tukang kompor di sekolah
Wawan menyebarkan kalau El sama Heny sudah putus, dan gak ada hubungan lagi, di tambah Wawan justru menambah bumbu bumbu sedap di atas mulut lemesnya
Dan El serta Heny selama ini cuek saja, itu hal gak penting yang penting mereka berdua baik baik saja
" Berita hoax apa? itu bukannya kenyataan ya?" jawab Wawan bertanya kembali
" Kenyataan kenyataan lambemu..." umpat El kesal
" Lho kirain loe dieman sama Heny karena loe udah putus sama Heny El"
" Terus apa urusan loe?? kenapa loe jadi wartawan sekalah" bantah El makin tersulut emosi
" Ya... Kan hobi El" jawab Wawan santai
" Ghibah loe jadikan hobi, gak sekalian bercita cita menjadi tukang ghibah?" kesal El yang justru pengen nabok Wawan betulan
" Ya seru sih kayaknya El, tapi profesi itu bisa dapst uang gak sih El?" tanya Wawan makin nyebelin di telingan El
" Tau Wan... Pusing gue ngomong sama elo" jawab El langsung berjalan duluan dari Wawan
Wawan pun ikut mengejar El dan meneriaki nama El,
Wawan itu tubuhnya besar, tapi gemulai, seperti cewek, makanya jadi tukang ghibah,
__ADS_1
El sebenarnya jengkel banget dengan Wawan, ya siapa sih cowok yang mau dekat dengan Wawan yang gemulai seperti itu,
Jadi El merasa kasian kalau Wawan sendirian, El bukan tipe cowok yang ilfil dengan orang lain, tapi melainkan El suka gak tega melihat ada orang yang terkucilkan seperti Wawan
Tapi sebagai manusia biasa El juga kesel sama Wawan yang selalu menyebar berita hoax tentangnya
" El.... Jangan tinggalin gue dong.. Gue gak ada temen nih lho.." ucap Wawan melas
" Lha loe, di temenin malah balik ngomongin, loe gak malu sama gue?" tanya balik El makin kesal
" Ya sorry... Habis gimana ya El seru lho, " jawab Wawan tanpa dosa
" Tau lah Wan... Bodo amat, " jawab El makin kesal dan membiarkan Wawan sendirian
El Kini menaiki tangga menuju ke kelasnya, banyak adek kelas yang menyapanya terutama yang cewek cewek
Saat di tangga El berpapasan dengan Heny yang sudah mau turun
" Mau kemana?" tanya El lembut
" ini Nganter Tiara ke Koprasi sekolah" jawab Heny lembut juga
" El...... Jangan tinggalin gue.." ucap Wawan lagi dari arah bawah hang sok imut dan sok manja pada El
Huh...... Dengusan kasar dari muka Ek terlihat jelas dan membuat Heny dan Tiara tersenyum
" Temenin Tiara dulu ke Koperasi, nanti kawani loe lagi" jawab El yang pengen bicara dengan Heny
" Eh.... Gue yang ogah kak di kawani sama dia" saut Tiara cepat
Heny dan El malah tertawa mendengar jawab Ilfil dari Tiara
" Kalian mau ngobrol kan? ngobrol lah, gue bisa sendiri ke Koprasi Hen.." ucap Tiara pengertian
" Tapi...." ucap Heny
" Udah santai aja, gue tau kalian ada yang perlu di omongkan, 40 hari lho, gak sebentar" jawab Tiara yang tau posisi mereka berdua
__ADS_1
" Thanks ya Ra...." ucap El dan Tiara mengacungkan kedua jempolnya sambil menuruni anak tangga
" Loe gak usah ikut, gue berani sendiri" sentak Tiara pada Wawan yang mau ikut dengannya