Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Skil Umi


__ADS_3

Kini Jihan akhirnya mau gak mau tetap membantu mengerjakan tugas anaknya, dan yang pasti hal mudah baginya yang sama berprofesi sebagai dokter


Teman El semuanya awalnya kaget dengan El yang tiba tiba meminta pada Uminya untuk membantu mengerjakan tugasnya, karena mereka gak tau kalau Uminya adalah seorang dokter juga


Dan melihat Jihan yang langsung faham dan sat set sat set mengerjakan tugas El, mereka baru yakin dan bisa menebak kalau Uminya juga bukan orang sembarangan


Di sisi lain, sang kariawan baru dan orang aneh itu sudah kembali ke Kantor, dan Zain juga sudah menelfon pihak kantor untuk memberi surat peringatan padanya


Walau Zain belum tau siapa orang itu, tapi Zain sempat membaca ID yang tertera tadi


" Assalamualaikum pak..." ucap orang tersebut saat masuk ke ruang manager


" Bapak nyari saya?" tanyanya lagi yang Manager sendiri belum menjawab salam darinya


" Waalaikumsalam... Masuk, " jawab ya singkat


" Iya, kamu dari mana aja? di jam kerja malah keluar?" tanya pak manager tegas


Orang tersebut seketika menunduk dan merasa bersalah dengan apa yang sudah dia lakukan tadi


" Kamu ini udah melanggar peraturan kantor, dan kamu lebih salah besar udah menbentak dan menantang CEO perusahaan ini" tambah pak Manager makin marah besar


" Maaf pak saya tidak tau, kalau beliu CEO perusahaan ini" jawab karyawan dengan tetap merunduk dan sudah gugup


" Tau maupun tidak kalau soal mobil kantor itu juga bukan urusanmu, anda bekerja di sini di bagian yang lain, bukan di bagian mobil maupun supir, jadi anda gak ada hak untuk mengurus dan sok tau tentang mobil kantor" jawab sang manager sangat tegas


" Dan anda cuman sebagai karyawan di sini seharusnya bersyukur bisa masuk sini, jangan sok tau dan bangga pada diri sendiri udah bener belum, udah tanggung jawab belum dengan dirinya sendiri?" tambah sang manager makin murka


" Semua pekerja di sini gak ada yang sombong dan sok tau kayak kamu, karena apa? karena bos kita mengajarkan untuk tetap merendah walau sudah punya segalanya, lha anda baru bagian teller saja sudah sok.." tambah Sang manager yang makin mendalam


" Ini surat peringatan untuk anda, sekali lagi jaga sikap, jaga perilaku dan jaga ahlak, malu maluin saja, silahkan keluar" ucap Pak Manager mwminta sang karyawan untuk keluar setelah menerima surat peringatan darinya


" Baik pak, Assalamualaikum.." ucap sang karyawan undur diri


" Waalaikum salam.." jawabnya singkat dan kambali duduk

__ADS_1


Di sisi lain, Jihan sudah selesai mengerjakan tugas El dan El juga sudah mandi dan siap siap berangkat ke Kampus, setelah setiap menit mendapat omelan dari uminya untuk siap siap mandi dll


Tapi kali ini masih jam 11 lewat 5 menit, dan El masih sekitar hampir 1 jam waktu kuliahnya masuk,


" El anter abah sama Umi ke apartemen aja ya" ucap Zain minta tolong sebelum El berangkat ke kampus


" Enggak ah, ke Bandara aja bah, Umi mau langsung pulang, meeting Umi di cancelkan hari ini" saut Jihan kembali ingat dengan meetingnya


" Tapi udah Abah serahkan ke double Me lho mi, " jawab Zain malah bingung


" Iya mereka barusan ngabari di cancel dan lanjut besok, karena mareka gak nemu titik terangnya jadi keputusan di tunda dulu" jawab Jihan yang di meeting tersebut memang membutuhkan dirinya


" Okey lah kalau gitu anter Abah sama Umi ke bandara aja El" jawab Zain santai dan ikut apa kata istrinya


" Pake apa? Emang Abah bawa mobil tafi kesini?" tanya El gak faham


" Ada bawa mobil kantor, nanti setelah anter abah sama Umi, kamu bawa aja ke kampus pulang kuliah entah kapan baru di kembalikan kekantor kalau udah sempat" jawab Zain memberi kebebasan pada El


Awalnya Zain justru khawatir pada El yang harus hidup sendiri di ibu kota, selain itu sebelumnya El kan sudah ada yang ngatur masalah makan dan yang lain saat di pesantren,


Tapi sekarang El justru harus hidup sendiri dan cari makan, sendiri, Zain sempat mau carikan pembantu atau asisten yang bisa merawat memasakkan El, Tapi Jihan melarang, biar El mandiri dan meminta pada Zain untuk memberi kepercayaan penuh pada El


" Okey lah ...." jawab El santai


" Tapi masih bisa kan? Macet gak nanti bah, kalau enggak kita naxi aja, atau suruh pak Tono jemput kesini" ucap Jihan meminta pertimbangan


" Enggak, belum waktunya jam istirahat siang, jadi aman sepertinya, sini bandara lumayan dekat, bisa kan El, skil mengemudi sama kok dengan Uminya" ucap Zain sambil melirik Jihan


" Apa lihat lihat...?" ucap Jihan balik melirik Zain


" Hahaha... Enggak enggak sayang... Udah ayo, keburu El kuliah" ucap Zain merangkul pundak Jihan


Dan mereka semua berjalan ke parkiran tempat dimana mobil Zain di perkirkan tadi, dan El yang bagian depan sebagai pengemudi pastinya


Kaluar dari gang Masjid, El berhenti sejenak

__ADS_1


" Siap siap ya Bah mi, skil ajaran Umi Jihan aulia akan segera El praktekkan, " Ucap El memberi peringatan


" Bismillahirrohmanirrohim..." ucap El lanjut menancap Gas lebih kenceng, karena jalanan lumayan lenggang kali jni


Jihan langsung di dekap Zain walau mereka memakai seat belt masing masing,


" El udah gak perlu buru buru" teriak Jihan dan El malah tertawa


Hingga tak tega pada kedua orang tuanya dan kambali ke laju normal


" Abah ini, semua karena abah" ucap Jihan menyalahkan Zain


" Kok abah?" tanya Zain bingung


" Iya lah... Coba kalau abah gak bilang skil kemudi dari Umi, jadi gak merasa ke tantang dianya" jawab Jihan menyalahkan Zain


" Haha... Iya lah, Abah salah, maaf ya" ucap Zain kembali merangkul dan mendekap Jihan


" Jangan panasan dong El, gak baik" ucap Zain pada El


" Gimana gak panas, yang di belakang aja mesra gitu, panas lah, gerah" jawab El ngasal dan langsung mendapat pukulan ringan di pundaknya dari Jihan


Mereka lanjut mengobrol dan bercerita gimana asal usul El bisa bekerja di masjid tersebut dan masalah kuliah juga ganggu gak dengan kegiatan masjid


" Ya kalau udah kayak gitu El, kamu gak usah lagi bohongin abah sama Umi, Abah sama Umi udah capek kamu aja kucing kucingan terus, alasan ini itu, emang gak capek gak bingung cari alasan? udah lah mulai saat ini apa adanya, seperti bang Al lho" ucap Jihan memberi tahu


" Ya ya Mi, El mau apa adanya, sebenernya ya capek juga dan bingung ngumpulin alasan apa lagi, Kadang gugup juga" jawab El merasa sudah mau pasrah


" Nah gitu aja tau... " jawab Jihan dan El justri cengengesan


Setelah mengantar abah Uminya ke bandara, El langsung berangkat ke kampus dan siap mengikuti mata kuliah yang cukup rumit itu


Sesampainya di parkiran kampus, tepatnya di fakultas kedokteran, El memarkirkan mobil kantor yang masih dia bawa saat ini


Banyak dari mereka yang faham tentang mobil dinas itu, karen banyak juga dari anak FK yang mana orang tuanya bekerja di perusahaan milik Zain juga

__ADS_1


" Hahaha... Selain jadi marbot masjid, sekarang Elo cari sampingan jadi supir kantor ya..." sindir Novan musuh El


" Hahaha.... Ya harus dong, biaya kuliah di FK kan mahal, mana cukup gaji marot masjid untuk kuliah?" Sambung Laras yang ikut nyinyir


__ADS_2