
Kini El dan Heny sedang ngobrol di rooftof sekolah, untuk melepas kangen,
Karena selama mereka mendapat hukuman mereka sama sekali tidak berjumpa, bahkan sengaja dan kali ini hukuman mereka sudah selesai
Bukan bermaksud untuk mencari gara-gara atau mencari hukuman lagi tapi mereka mau diskusi untuk kedepannya bagaimana dan menanyakan kabarnya, satu sama lain…
" Gimana kabarnya sehat kan?" tanya El membuka obrolan mereka
Heny tersenyum dan mengangguk...
" Tapi Abang lihat sepertinya kamu sekarang agak kurusan, kenapa ? kurang tidur?" tanya El melihat tubuh Heny yang agak menyusut
" Yang penting tetap sehat Bang... " jawab Heny lembut
Dan mereka lanjut ngobrol lagi hingga bell jam pelajaran berbunyi
________________
Beberapa bulan kemudian, Di mana El sudah selesai menjabat sebagai ketuan osis, dan bahkan sudah selesai ujian, hingga saat ini persiapan untuk wisuda kelulusan dirinya
Yang mana nantinya akan melanjutkan di salah satu Universitas ternama di Indonesia, Yaitu di UI, El sudah mendaftar di sana dan sudah di terima di fakultas kedokteran, sesuai harapan Abah Uminya
Bersamaan dengan Acara Wisuda kelulusan sekolah, El juga mengikuti Wisuda khotmil Qur'an Bis Sab'ah bersama dengan Heny yang Ikut Wisuda Khotmil Qur'an Bil Ghoib
Keesokan Harinya Acara Wisuda El sudah terlaksana, dengan lancar, banyak hadiah yang El dapat dari penggemarnya, yang mengidolakannya saat mereka pertama masuk sekolah dan melihat ketampanan dan prestasi yang El dapatkan
Dan kali ini El di wakili oleh Umi Jihan, yang menjadi wakil dari wali murid di sekolah sana,
Di special kelulusan El, Zain pun ikut berpartisipasi mengiri acara tersebut, da itu atas keinginan Zain sendiri,
Justru membuat pengurus dan para dewan guru di sana tidak enak dengan Zain yang ikut berkecimpung, tapi suatu kebanggan tersendiri bagi mereka juga
" Bah...." panggil Jihan yang ada di sebelah Zain
" Kenapa Sayang?" tanya Zain lembut
" Abah tausyiah di sini mulai Umi kelas 1 MA lho, sampai anak kita udah lulus juga" ucap Jihan teringat Zain yang sering kali mengisi acara tersebut
" Iya ya Mi.... " ucap Zain membenarkan
" Abah jadi teringat, waktu Itu Abah udah mencari Umi kesana kemari keliling Riau, Eh yang di cari ternyata di sini" tambah Zain teringat masa perjuangan cintanya dulu
Jihan hanya tersenyum dan mengelus lengan Zain lembut, karena gak nyangka hari ini gantian anak mereka yang Wisuda di sana
Di sini El tentu menuruni prestasi Uminya yang gek pernah surut sampai sekarang, Bahkan Jihan di bidang medis rumah sakitnya juga termasuk rumah sakit dan berakreditasi paling tinggi dengan kualitas dan fasilitas yang luar biasa
__ADS_1
Setelah acara selesai Jihan tidak langsung menemui El, karena Jihan dan Zain akan langsung ke Ndalem Tasim, karena besok malam Gantian El yang Wisuda di pesantren
Setelah asyik foto dengan para fans fansnya Kini Heny dan El menyempatkan waktu berdua untuk membahas kedepannya mereka, yang gak mungkin bisa terus berjumpa
Karena El besok sehabis Wisuda langsung di boyong pulang kerumah dan sudah tidak kembali mondok di sana lagi
Di pertemuan kali ini, bukan berarti pertemuan yang bahagia, tapi justru pra perpisahan bagi mereka
Sedari pertama mereka berjumpa, dan pertama mereka berdekatan di rooftop sekolah Heny sudah meneteskan air mata
Heny paling sulit jika harus jauh dengan El, apa lagi jarak yang tidak harus sebagai benteng dalam hubungan mereka
" Ayo lah... Jangan nangis terus, masih ada 2 malam lho, jangan nangis sekarang , kita nikmati dulu waktu berdua kita" ucap El yang sudah keberapa kalinya
" Apa nanti kita bisa Bang?" tanya Heny lagi
" Bisa jalani aja dulu, gak perlu di tekan gitu, kalau libur semester Abang pulang, jumpa kita" jawab El yang terus menenangkan Heny
" Beneran?" tanya Heny sambil mengusap air matanya
" Bener.... Nanti kamu juga pulang ya, biar tak jemput kerumah" jawab El meyakinkan
" Dan lagian kamu masih 1 tahun lagi, yang katanya mau jadi bu dokter ayo lah, besok susul Abang kesana ya.." ucap El mengajak Heny untuk sekampus dengannya nanti
" Nah gitu dong...Kan cantik jadinya" ucap El Gombal
" Dari tadi jelek emangnya?" tanya Heny merengut
" Abang gak bilang lho," jawab El santai
" Tuh kan.... Tapi membenarkan.." jawab Heny dan El justru tertawa
Entah keberanian dari mana, tangan El tanpa sengaja dan tanpa aba aba, merangkul pundak Heny lembut dan menyandarkan kepala Heny pada pundaknya
Heny sempat kaget, tapi juga senang mendapat perlakuan gitu dari El, walau kulit El dan kulitnya tanpa bersentuhan sama sekali
" Jaga diri baik baik ya.... Jaga kesehatan, jangan banyak pikiran, jangan rindu sama Abang, " ucap El lembut
Dan sontak Heny langsung bangkit dari sandaran El, karena mendengar kata kata terakhir El
" Lho kenapa ?" kaget El dengan sikap Heny tiba tiba
" Coba Ulang kata terakhirnya.." pinta Heny dengan raut Wajah yang berbeda
" Jangan Rindu sama Abang" jawab El santai
__ADS_1
" Kenapa emangnya? gak boleh kenapa?" tanya Heny sudah tersulut emosi
El justru tersenyum kemudian berkata
" Jangan rindu, rindu itu berat biar aku saja" jawab El sambil tersenyum manis langsung membuat Heny klepek klepek
Di tambah El yang kembali membawa Heny pada sandarannya
Mereka berdua sama sama memejamkan mata, dengan perasaan masing masing, dengan harapan akan tetap bersama walau waktu dan jarak memisahkan mereka
" Abang jaga diri baik baik juga ya, jaga kesehatan, dan selalu rindu Adek juga, doain Adek juga, dan jaga hati Abang untuk Adek juga" ucap Yasmin kembali meneteskan air mata
Di rumah Tasim semua sudah berkumpul di kediamannya
Mulai dari Fahri bersama anak istri, dan juga Ismi yang kebetulan di undang oleh Ilma, untuk kumpul bersama dengan Jihan dan juga Naifa
Jihan rencana nginep di sana, bersama dengan Ismi dan akan ikut mengaji dengan mereka berempat
Kalau Zain pulang dengan Irfan tentunya karena besok pagi mereka masih ada meeting, yang besok sore baru kembali ke sana
Mereka masih ngobrol seperti perkumpulan mereka biasanya, bukan itu aja, bahkan mereka berepat juga punya grub WA, dari 4 keluarga tersebut
" Aku belum nampak El sama sekali say" tanya Ismi yang beberapa bulan tidak nampak El pulang kerumah, bahkan saat di pesantren El juga Ismi gak nampak
" Kangen loe sama anak gue say?" tanya Jihan santai
" Kangen lah, mau tak jadikan mantu juga gak bisa, anak gue cowok semua" jawab Ismi santai sambil makan senampan bersama yang lain
" Bikin lagi say.... Masih kurang kalau anak cuman 3" saut Ilma untuk Ismi
" Enggak.... Mbak, Udah cukup 3 saja," jawab Ismi yang menolak anak banyak
" Kenapa mbak? gue aja anak banyak, udah mau selusin nih" tanya Naifa yang memang anaknya banyak sama banyaknya dengan Ilma
" Kalau kamu say.. Gue gak kaget, modelnya suamimu aja kayak gitu, sampe gak tahan pake celana da*am " jawab Jihan santai dan membuat semua tertawa
Tapi tidak dengan Fahri yang langsung noleh karena faham dengan ucapan Jihan
" Loe dulu tak ajak nikah gak mau Han" goda Fahri santai, tapi Naifa tai itu cuman bercanda
" Karena gue gak mau punya laki kayak loe, yang gak kober keluar kamar" jawab Jihan makin santai
" Alah Kayak pak Zain enggak aja..." saut Fahri melirik pada Zain..
" Kenapa?? Gue..?? " tanya Zain sambil cengar cengir gak jelas
__ADS_1