
Keesokan harinya Kini Jihan dan Zain serta anghota keluarga lainnya sudah berangkat ke gedung Wisuda di kampus Al
Dan Zain yang memvawa mobilnya, karena Al sudah berangkat sejak pagi tadi, dan di jemput oleh Heny
Jihan belum sempat berjumpa dengan Heny, soalnya waktu Heny Jemput Jihan kebetulan masih di kamar dengan Zain dan yang lain tidak berani membangunkan, takut ganggu
Walau sebenarnya seperti Toha juga geram dan pengen dobrak pintu kamar, soalnya Zain dan Jihan itu mengalahkan pengantin baru yang lagi anget angetnya
Ya bukan apa apa sih, selain itu Tiha juga gak enak sama Hamdan dan Ulfa, yang harus mengganggu proses pembuatan cucu ke 5 mereka
Karena Rizqi sendiri juga belum di karuniai anak hingga saat ini, dan masih dalam bentuk ikhtiar padahal sudah 15 tahun menikah
Itu lah takdir, bagian serta rizqi yang Allah berikan kepada Makhluknya,
Kita gak tau rencana Allah selanjutnya, ada yang di beri cepet ada juga yang belasan tahun bahkan puluhan tahun belum di karuniai anak,
Allah Adil, kadang ada yang anaknya banyak walau dia orang kurang mampu, dan yang kaya justru belum di beri keturunan,
Kenapa bisa di katakan Adil,? Agar orang yang kaya bisa sedekah pada yang kurang mampu, Allah membuka hal tersebut, tapi kembali lagi pada manusianya peka gak dengan apa yang Allah takdirkan?
Jadi sepertj Hamdan dan Ulfa juga pengen mempunyai banyak cucu yang kelak bisa mendoakan mereka saat sudah tua nanti
" Loe gak nyasar kan Zain kalaunke kampus Al?" tanya Toha yang dia sendiri justru belum pernah kesana
" Hahahahhaha..." tawa Jihan meledak
Gimana enggak.... Sangat hafal dong tentunya, justru Zain adalah salah satu patner yang mana sekolah BNT miliknya juga bekerja sama dengan Universitas tempat Al kuliah
Dan untuk PTIQ yang sekarang dia bangunkan untuk Al, sudah dalam proses perizinan, dan akan kerja sama kembali dengan Universitas tempat Al kuliah
Ya itu cita cita Zain dari dulu, membentuk generasi generasi muda Indonesia, dan penerus santri Nusantara dan generasi yang berbasis Qur'ani
" Ngapain loe ketawa Han... Salah gue tanya gitu? kan kalian juga jarang kesini" ucap Toha Heran.
" Ya enggak sih Om, cuman Toha sepertinya saat ini kurang jalan jalan sama Abahnya anak anak deh" jawab Jihan santai
" Maksudnya??" ranya Toha lagi
__ADS_1
" Besok ikut Gue pergi keliling dunia aja ya Om, sekalian bisnis" jawab Zain fokus pada setir yang berlawanan dari negaranya
" Moh... Udah tua males kalau bisnis bisnis, waktunya duduk manis sambil menikmati teh manis" jawab Toha makin santai
" Jangan manis manis nanti jadi penyakit, lihat Jihan aja om, biar manisnya terasa " jawab Jihan narsis
" Iya..." singkat Toha dan membuat Jihan tertawa
" Abahnya ini ada kerja sama dengan Universitas Al Om, jadi bukan hanya hafal, udah nglotok dan bahkan kenal dengan para pembesar kampus tersebut" jawab Jihan menjelaskan dan mereka mengangguk
" Oalah... Enak dong, sekolah Al gak pernah bayar" jawab Toha santai
" Enak aja, Anak anak kami gak pernah gratisan sekolahnya Ya Om, semua bayar kita juga masih mampu kali bayar sekolah anak anak" bantah Jihan apa adanya
Karena memang benar , walau secerdas apapun Anak anak Jihan dan Zain, mereka gak mau menerima beasiswa, dan meminta di lepar atau di alihka pada orang yang membutuhkan
Yang dia cerdas dan kurang mampu, karena seperti Jihan dan Zain, juga menyalurkan dana beasiswa, di beberapa kampus Indonesia,maupun luar negri,
Dan mereka semua kalau sudah lulus tinggal di tarik dan di beri pwkerjaan sesuai bidang yang mereka ambil, ya.. melihat banyak perusahaan milik Zain dan Jihan ya..
" Sayang lah... " jawab Charir merasa sayang dengan penolakan Jihan
" Iya sih .." jawab Charir lagi
Dan sesaat kemudian Kini mereka sampau di kampus Al, dan sedang memarkirkan mobil Al ke bagian bestmant bawah tanah kampus tersebut
" Ya Allah... Besar buanget kampusnya" kagum Charir melihat kemegahan kampus Al
" Padahal kampus Jihan dulu udah besar lho, ini masih besar lagi" tambah Charir padahal, kalau besar masih besar di Inggris, karena mereka dulu cuman di luar saja, belum masuk kedalam dan berjelajah
Dan setelah semua selesai dan turun dari mobil, mereka berjalan menuju gedung Wisuda,
Dan sesampainya di sana ternyata ada Yasmin yang menunggu di depan aula Universitas
" Assalamualaikum Uti.." ucap Yasmin sambil bersalaman dengan Ulfa dan Charir
" Waalaikumsalam... Udah dari tadi ndok?" tanya Ulfa pada Yasmin
__ADS_1
Yasmin mengangguk dan tersenyum sambil bergiliran salaman dengan Jihan
" Lha ini siapa Buk?" tanya Jihan heran, karena akrab banget dengan Yasmin
" mantu.... Ini pacar Al, si Yasmin, masak sama calon mantu sendiri gak kenal" selak Toha pada pertanyaan Jihan
" Yasmin?? Subhanallah.... Kenalkan nak.. saya ini Uminya Al, dan ini Abahnya Al" ucap Jihan kaget dan langsung memperkenalkan diri pada Yasmin
Yasmin salaman kembali pada Jihan, dan menundukkan kepala serta menangkupkan kedua telapak tangannya saat berkenalan dengan Zain
" Ya Allah... Ternyata calon mantu.. Cantik banget mantuku Buk.." ucap Jihan lagi sambil memeluk pinggang Yasmin
Yasmin salah tingkah sendiri dan ikut bahagia bisa berjumpa dengan calon mertuanya yang ternyata juga masih muda dan terlihat cuantik
Kalau Zain, Yasmin sudah faham dan siapa sih yang tak mengenal seorang Zain Musthofa,
Tapi gak nyangka juga kalau ternyata, Al adalah anak dari Zain Musthofa, karena selama ini Al gak pernah cerita tentang keluarganya dan orang tuanya
" Lihat nih bah... Cantik kan..? Calob mantu kita" ucap Jihan sambil menggandeng lembut Yasmin
Yasmin makin malu mendapat perlakuan yang sangat romantis dari calon ibu mertuanya, yang jauh dari keromantisan Al padanya
" Iya Cantik Mi, sama seperti Umi, Al kan gurunya Abah kalau masalah cewek" jawab Zain santai dan bergurau
" Apaan sih... Malah gak nyambung gitu" kesal Jihan dan masih menggandeng Yasmin
" Siapa nak tadi namanya?" tanya Jihan terlupa
" Yasmin tante.." jawab Yasmin lembut
" Eh... Panggilnya jangan tante dong, Umi saja.." jawab Jihan tak kalah lembut dan kalem padahal kalau udah ngomel serumah kena omel
" Dan panggil saya juga jangan Om, tapi Abah" saut Zain yang sama lebih seneng di panggil Abah dan Umi
Karena menurut mereka lebih dekat seperti itu, dan lebih akrab lagi
" Iya Abah Umi.." jawab Yasmin lembut
__ADS_1
" Nah gitu ya... Ya udah sekarang kita masuk yuk, sepertinya sudah mau di mulai tuh pengumumannya" ajak Jihan sambil menggandeng Yasmin masuk