
El masih diam di tempat dan masoh enggan memberi alasan dan buka suara
" El... Coba beri alasan sama Abah" ucap Zain lagi dan El masih terdiam
Zain menoleh pada Jihan yang lagi lagi mengangkat kedua bahunya heran dengan anak ke tiganya itu
" Azmi alfi syahr El Musthofa, dengar Abah kan nak?" panggil Zain dengan nama lengkap dan El langsung menoleh dan menatap abahnya
Tapi sebelum El menjawab ponsel Jihan berdering tanda panggilan masuk di ponselnya
Di sisi lain Zula dan Al kini sudah berada di rumah mereka balik cepat karena Al yang merasa bosan dan tidak aja jam mengajar lagi
" Dimana semuanya bang?" tanya Zula yang sebenarnya belum waktunya pulang tapi sudah di aja pulang sama Al
" Kata Umi sekarang lagi pada di kantor Abah, kalau mau kita suruh nyusul kesana" jawab Al setelah menelfon Uminya
Ya Tadi yang menelfon Jihan adalah Al, karena di rumah terasa sepi tidak ada siapa siapa, tau sendiri mereka tidak menggunakan jasa ART, ada sih cuman kalau pekerjaan selesai mereka boleh pulang tanpa harus nginap atau apapun
Ya baru juga selama ada Zula yang kembali kerumah dan anak anak Jihan dan Zain semua di rumah, karena Jihan cukup merasa repot dan gak tega menunggu anaknya kelaparan karena dirinya yang harus menyempatkan masak dulu
Kalau cuman berdua sama Zain hal paling mudah dan paling aman karena masak gak perlu bangak lagi
" Jadi kita nyusul mereka" tanya Zula dan Al mengangguk
" Ya udah ayo" jawab Zula santai tanpa mau ganti baju dulu
" Loe gak mau ganti baju dulu?" tanya Al lagi
" Males" jawab Zula cepat
" Ganti baju dulu, Gue juga mau ganti baju dulu, biar gue panggil mbaknya untuk bawa bekal sekalian Umi yang suruh" jawab Al mengajarkan agar adeknya tidak pemalas
" Itu mau kerja apa mau kemping, apa nguli sekalian di sawah, minta di bawakan bekal segala " omel Zula sambil berjalan menuju tangga
Dan Seperginya Zula Al juga menuju kamarnya setelah meminta salah satu ART baru Uminya yang ternyata masih ada di halaman belakang sedang menyetrika pakaian
Ya di sana memang sepi, karena Rizqy dan yang lain tadi pagi juga sudah pamit untuk kembali kerumahnya, karena malam nanti ada acara di rumah sepupu Ulfa
5 Menit berlalu Kini Zula sudah siap dengan pakaian santainya, mamakai rok klok berbahan jeans waena biru muda dengan atasan warna biru dongker yang di masukkan ke dalam roknya, dan juga hijab yang senada dengan roknya
" Abang.... Abang ayo.." teriak Zula lagi pada Al yang belum turun juga
__ADS_1
" Masyaallah cowok lelet kali" keluh Jihan saat Al sudah turun
" Crewet" bantah El cepat
Dari belakang simbak memberikan kotak bekal yang cukup untuk 5 orang buat makan siang dengan berbagai macam lauk pauk juga
" Ini semuanya mbak?" tanya Zula lagi
" Iya neng" jawab Simbak sopan
" Ya Allah tau gitu beli di wartek aja bang gak payah bawa" ucap Zula yang gak di gubris oleh Al
" Ya udah kami berangkat dulu ya mbak, Assalamualaikum" pamit Zula sopan
" Waalaikumsalam..." jawab simbak Ramah
Dan kini mereka berdua sudah berada di mobil Al yang akan menuju kantor abahnya
Di kantor El maish belum juga memberi jawaban pada abahnya tentang alasannya, dan Jihan serta Zain memilih untuk menyibukkan berkas berkas yang perlu di pelajari, dari pada menunggu orang diam gelisah galau merana seperti El saat ini
Jihan gak mau memaksa El untuk bercerita, El sudah besar sudah bisa mikir sendiri dan sudah bisa mempertimbangkan untuk masa depannya
Awalnya Zain sudah langsung mau kasih jawaban dan ingin serta siap memindahkan El keluar negri, tapi Jihan melarang kalau El belum kasih jawaban
Kini Zula dan Al sudah sampai di parkiran depan gedung kantor Zain, dan seperti biasa sebagai anak CEO, Atau pemilik perusahaan Al juga parkir tepat di depan lobi kantor dan mobilnya akan di parkirkan oleh scurity
" Abang gak salah gedung kan?" tanya Zula sebelum turun
" Enggak Zul, udah turun sana udha di bukain tuh sama bapaknya" jawab AL dan Zula memajukan bibirnya serta turun dengan membawa tas bekal
Begitu juag dengan Al yang juga membawa paperbag yabg beriso bekal untuk keluarganya
" Sini biar kami yang bawa Mas" tawar scurity dan Zula sudah sumringah
" Enggak apa apa pak, biar kaminbawa sendiri" jawab Al seketika membuat Zula merengut
Zula jengkel karena Al yang ngajak dia pulang cepat kali ini dia beralih profesi jadi tukang katring
Di sepanjang jalan menuju ruangan Zain Al banyak di sapa oleh karyawan abahnya, dan mereka juga heran dengan siapa yang bareng denga Al saat ini, karena Zain sendiri belum memperkenalkan siapa Zula
Di lift Al berpapasan dengan Ryan, yang akan kembali ke ruangannya
__ADS_1
" Widih ganteng banget" ucap Zula saat melihat Ryan yang baru saja masuk ke Lift
" Mata Zul mata" ucap Al cepat dan zula cengengesan
Ya sifat bar bar seperti Zula juga punya mata yang normal, apa lagi saat melihat cowok ganteng seperti Ryan itu
" Lho Al, baru nampak aja sih" ucap Ryan saat baru sadar kalau di dalam Lift ada Al dan Zula
" Iya pulang cepet ini tadi, makanya terus nyusul ke mari" jawab Al santai dan lanjut ngobrol sama Ryan
Mendengar Obrolan mereka yang gak pentjng Zula ngedumel di belakang Al karena merasa di cueki oleh Al
Saat sudah mau turun Ryan baru tersadar kalau ada cewek asing di antar keduanya
" Siapa baru lihat" tanya Ryan baru sadar Dan Zula mendengar itu berpapasan saat pintu lift terbuka
" Tukang caktering" jawab Zula cepat dan langsung keluar dari pintu Lift
Ryan bingung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan Al juga justru tertawa dan lanjut menyusul Zula yang sudah menunggunya
" Duluan ya.." ucap Al dan Ryan mengangguk
" Sejak kapan di kantor ini ada tukang catering ya" Batin Ryan dan ikut keluar dari Lift
Kini Al dam Zula sudah sampai di depan pintu ruangan Zain dan
" Assakamualaikum..." ucap Zula dan Al kompak
" Waalaikumsalam..." jawab Zain dan Jihan kompak melihat anak perempuannya yang masuk dengan Abangnya
" Subhanallah Putri Abah ternyata" ucap Zain langsung menghampiri Zula yang membawa bekal makan siangnya
Zula langsung memeluk Zain begitu juga dengan Zain yang mungkin terlihat lebay dan sangat memanjakan Zula
Setelah berpelukan Zula meletakkan bekal di atas meja depan Sofa tempat El merenung
" Ino semua gara gara Abang, belum waktunya pukang udah ngajak pulang, mana jadi tukang catering lagi" ucap Zula masih kesal dengan Al
" Iya ya, sorry ibu Catering" jawab Al justru meledek dan beralih menoleh pada adek cowoknya
" Tumben diem, kenapa tuh Muka brow?" ucap Al pada El yang masih sama
__ADS_1