
El kini sudah berada di dalam rumah orang tua Heny, dan sedang ngobrol dengan kedua orang tua Heny di ruang tamu,sedangkan Heny kini sedang siap siap mandi sebelum pergi dengan El
El awalnya cukup ragu grogi dan deg degan saat ngobrol dengan orang tua Heny, mereka memang saling kenal tapi mereka belum pernah ngobrol selama dan sepanjang saat ini,
Karena saat ini sudah hampir 30 menit El menunggu Heny yanag tak kunjung kembali kepedapn untuk siap siap berangkat
El sebenarnya menikmati sih obrolan kedua orang tua El yang selama ini El juga sering ngobrol dengan para priyayi saat kumpulan keluarga
Disisi lain Il tepatnya di pesantren, dia memilih kelulusannya saat ini untuk anteng di pondok, sama dengan kelulusan El kemaren IL juga di hadiri orang tuanya, tapi berbeda dengan El yang mau pulang dan boyong karena El mau pindah sekolah
Sedangkan IL dia memilih tetap dipondok dan bahkan tetep gak mau pulang, kareana dia apa acara dan liburan muncak dan traveling dengan teman teman nya , dia rasa kalau di rumah kurang asyik karena semuanya pada sibuk kerja sendiri
Dan kali ini Il sedang siap siap mau berangkat muncak dengan teman teman onlinenya, bagi Il teman teman pesantrennya juga kurang asyik, karena sok alim dan sok naif kalau berada diluar pesantren, sedangkan di dalam pesantren mereka juga sama saja
Jadi Il lebih semangat dan lebih suka dengan persatuan teman teman media sosialnya, bahkan il juga punya grub sendiri organisasi pecinta alam mulai dari pegunungana sampai perlautan atau penyelaman
Kini Il juga sedang siap siap pamit ke Ndalem untuk siap siap berangkat, dan sebelumnya Jihan juga sudah melampirkan surat perizinan untuk pihak ndalem menyangkut kepergian IL keluar,
Jihan bukannya melepas anaknya sembarangan, tapi Jihan memberi kepercayaan lebih untuk Il dalam menjaga diri, karena walaupun organisasi pecinta alam itu ada laki laki dan perempuan mereka sangat menjaga satu sama lain
Pondok il memang ketat, tapi karena ini juga waktunya libur dan hampir semua santri juga sebagian pulang,jadi IL juga dapat izin untuk keluar karena Jihan sendiri juga sudah mengirimkan lampiran jadi saat ini gak ada persyaratan dan di persulit lagi
Setelah mendapat izin,IL langsung keluar karena semua teman temannya juga sidah menunggu di luar gerbang pesantren, di mini bus yang akan mengantar Il dan yang lain ke perbukitan yang cukup terkenal di daerah JATIM
“ Assalamualaikum..... “ ucap IL saat masuk mini bus
“ Waalaikumsalam....” jawab teman teman IL kompak
“ Udah dari tadi ya...?” tanya IL yang duduk di bangkunya
“ Lumayan....” jawab salah satu dari teman mereka
“ Apanya belum, barusan kok” jawab mereka dan IL juga bertos ria dengan teman temannya yangb se bus dengannya
“ Okay bismillahirrohmanirrohim,,,,, lest goo...” teriak Il yang paling semangat
Di dalam bus semua pada ngobrol dan pada bercerita dan ada pula yang nyanyi nyainyi ria seperti saat ini, yang sedang bersorak gembira
“ Ohya Elu gak bawa alat kemping jadinya?” tanya salah satu teman IL
“ Hehehe Alat kemping gue ketinggalan di rumah, kan gue darip pesantren berangkatnya” jawab Il cengengesan
“ Jadi beli lagin nanti seperti biasa?” Tanya Tasya
“ Yups.....’” jawab Il santai
“ Sultan mah bebas...” saut yang lainnya
__ADS_1
“ Apanya yang sultan kita sama gaes” jawab Il palinga malesa dipanggaul anak sultan
“ Okey lah beb... nanti kalau loe pulang camping alat loe kasih gue aja, dari pada numpuk dirumah elo kan, mending gue bawa pulang” ucap ucup pada Il
“ boleh “ jawab Il santai
“ Sesingkat itu jawabnya?” tanya Tasya pada Il
“ lha gimana bener kan kata si ucup menuh menuhin dirumah, mending buat dia aja manfaat” jawab Il santai
“ Ya Allah sehatkan dan kuatkan iman serta hati teman gue ini ya Allah agar selalu menjadi orang yang selalu memberi menfaat kebaikan pada siapapun” ucap Ucup sambil menadahkan tangannya
“ Amin.... tapi elo doain gue pas loe ada maunya aja kayaknya ya Cup” ucap Il sambil menantang ucup
“ ya Ampun beb, ya iya lah....” jawab Ucup tanpa sadar
“ Wah gila loe Cup, gak jadi lah, untukmu aja nanti Tasy.... Ucup kek gitu sama gue” jawab Il bercanda
“ Jangan dong maksud gue tadi gue pasti selalu doain elo terus lho Beb, jangan kasih Tasya dong.... okey” pinta Ucup terus merayu
“ Enggak lah kata hati gue udah lain sekarang” jawab Il sengaja niat ngerjain Ucup
“ ayo lah beb...” rayu Ucup
“ Enggak.... Udah males gue, “ Gurau IL pura pura ngambek
“ Okey gue belikan loe yang baru” jawab IL cepat
Karena Il paling gak tega yang namanya melihat teman kesusahan seperti Ucup saat ini, jadi Il langsung cetus gitu aja dari pada mendngar rengekan dari Ucup
“ Beneran Beb...?” tanya Ucup terharu
“ Tapi ada syaratnya “ ucap IL cepat
“ Yah beb kenpa harus pake sysrat juga sih beb.... “ elak Ucup kembali melas
“ Gak usah pake syarat dong beb...” rengek Ucup bernegosiasi
“ Ya ampun Cup... Elo ya jadi orang....” kesal Tasya geram
“ Orang dikasih syarat itu tanya syaratnya apa, lha elo Cuma mau enaknya doang...?” tambah Tasya kesal sama Ucup
“ Iya tuh, modal syarat doang lho” saut yang lain debat sendiri
“ Okey deh okey apa syaratnya beb” pasrah Ucup pada IL
“ Jangan panggi gue Beb, risih taun gak” Jawab IL cepat
__ADS_1
Yang lain malah semua tertawa, karena aneh banget kalau IL di panggil Beb sama Ucup yang menurut yang lain memang terlalu lebay dan menggelikan
“ Okey lah.... jadi gue harus panggil apa dong sama elo?” tanya Ucup
“ Panggil gue apa ya.... Serah lah yang maco, bingung gue “ jawab Il malah bingung sendiri
“ Okey lah... Gue panggil loe Lur aja ya” ucap Ucup
“ Apa sih Lur....?” tanya Il bingung
“ Lur.... sedulur... gimana?”
“ Itu panggilan loe untuk semuanya yang special dong untuk gue” ucap Il masih belum terima
“ Der aja ya....” ucap Ucup singkat
“ Breder.... Katamu yang maco “ tambah Ucap dan Il langsug mengangguk tersenyum dan ber Tos ria dengan ucup
Dirumah Heny El masih ngobrol dengan ayahnya Heny, Heny masih belum keluar juga dan masih bersiap siap di kamarnya dan sudah sejam El ngobrol Heny masih belum kelar juga
Untungnya Ayah Heny dan ibunya ngobrolnya santai dan tidak membahas masalah masa depan El dan Heny, karena orang tau Heny juga tidak mau anaknya nikah muda senggaknya pernah merasakan bangku kuliah dulu lah, dan mereka juga mau mewujudkan cita cita anak satu satu mereka yang pengen menjadi dokter
“ Jadi kapan berangkat ke Jakarta mas EL” tanya ibuk Heny
“ Sepertinya minggu depan bu, soalnya minggu depan sudah mulai masuk “ jawab El sopan
“ El berharap nanti dek Heny bisa satu kampus juga sama El” tambah El penuh harap
“ Amin.... Iya mas, mudah mudahan, ayah sama ibuk juga jauh lenih tenang kalau Heny dekat dengan mas El, soalnya ada yang menjaga” jawab Ibu Heny yang bsangat percaya dengan El
“ Menjaga apa sih buk....?” saut Heny yang baru keluar dengan penampilannya yang sangat terlihat cantik
“ Apa sih.... Kepo udah dang berangkat, mas El sampe ngantuk nungguin kamu” ucap ibu Heny yang tau kalau anaknya terlelu lama di dalam
“ Okey lah...” pasrah Henny lembut
“ Ya udah kalau gitu, Yah buk, El ajak Dek Heny keluar dulu ya, El minta izin dan ridhonya ayah sama ibuk” ucap El yang memanggil sama seperti panggilan Heny dan itu atas permintaan nkedua orang tua Heny juga
“ Iya nak, hati hati ya...’ jawab Ayah Heny yang mana tadi El juga sudah sempat minta izin dan ini mengulanginya lagi
Mereka berdua pun langsung salaman pada kedua orang tua Heny dan langsung pamit tak lupa mngucapkan salam juga dan orang tua Heny mengantar sampai depan
Kini kedua pasangan remaja menginjak dewsa itu sudah berada di dalam mobil, dan El terus memandang wajah Heny lekat
“ Apaan sih....?” tanya Heny salah tingkah
“ Besok kalau kita sudah menikah, bangun dan mandinya sebelum subuh yaa... Sumpah menunggu itu membosenkan” ucap El bergurau dan sambil melas gitu mukanya
__ADS_1