Jodoh Dunia Akhirat

Jodoh Dunia Akhirat
Sayang Umi


__ADS_3

Seminggu sudah El liburan dirumah dan El sendiri juga sangat jenuh karena tiap hari harys dirumah sendirian disaat kedua orang tuanya pergi kerja kekantor dan rumah sakit 


Dan El hanya tidur makan, main ponsel media sosial dann itu itu aja, mau jalan jalan kemana juga bingung mau kerumah Heny juga mental kurang berani, yaa namanya masih labil dan maju mundur cantik membuat El merasa berbeda kalau menghadapi Abah Tasim denga menghadapi calon mertua 


Tak jarang El suka diledek oleh Abah Uminya, di anggap cemen kurang gantle  dan lain sebagainya, karena kalah sam mental yang sok sokan itu 


Berawal dari rengakan El yang sering kali ngeluh jenuh dan pengan ketemu sama Heny tapi masih ragu untuk menjemputnya, hingga saat ini Abah dan Uminya sering kali mengatai dia cemen dan lembek 


Tapi tidak untuk pagi ini El akan memberanikan diri untuk menjemput Heny untuk di ajak keluar, dan siap untuk menghadap kedua orang tua Heny karena sebentar Lagi El juga akan berangkat ke Jakarta 


“Tumben udah bangun” gurau Jihan yang mana saat ini mereka berada di rumah Umi Zahra karena kebetulan hati ini weekand


Biasanya selama libur dirumah El selalu bangun siang, karena tidur lagi setelah sholat subuh 


“ Mau ngapel” jawab El singkat dan duduk di sebelah Uminya 


“ Udah berani memang?” Tanya Zain pada EL


“ Dari dulu El juga berani kali Bah, cuman lagi mager aja kemaren kemaren” jawab El ngeles 


‘ Iya males ya bah,, “ Sindir Jihan dan membuat Zain geleng geleng kepala 


El gak peduli sindiran Uminya barusan dan lanjut mengambil piring dan makan bersama Abah dan Uminya


“ Lha ini tumben udah bangun” ucap Umi Zahra mengelus kepala El yang tumben ada di meja makan saat pagi pagi 


“ Sarapan Umi...” sapa Jihan dan berdiri membantu Umi Zahra membuka kursinya 


“ Orang mau keluar ya bangun pagi” saut Zain menjawab peranyaan Uminya 


“ Mau kemana?” tanya Umi Zahra yang sudah duduk dan Jihan yang mengambilkan sarapan untuk Umi Zahra 


“ Kerumah mertua mbah Umi, mau ngelamar anak gadisnya” jawab El asal ceplos 


“ Sekolah belum lulus mau ngelamar anak orang, kayak bisa ngrumat” jawab Umi Zahra 


“ Emang harus ya mbah Sekolah?” tanya balik El 


“ Man arodaddunya faalaihi bil ilmi, waman arodal akhirota falaihi bil ilmi, waman arodahumaa faalaihi bililmi, faham kan? “ saut Abah Hasan yang baru bergabung dengan mereka 


“ Gak faham tak kembalikan ke paud lagi nanti” ancam Abah Hasan 


Abah Hasan dan Umi Zahra usianya memang sudah tua, tapi beliau sangat luar biasa masih keras dan peraupannya masih sangat segar hingga terlihat awet muda 


“ Bermain lagi dong” jawab EL nyeleneh 


“ Lagian  mau kemana, tumben pagi pagi udah bangun sarapan” ucap kakeknya lagi yang tak jauh beda dengan pertanyaan Umi Zahra 


“ Mau kerumah mertua lho bah mau ngelamar anak gadisnya” jawab Umi Zahra menirukan jawaban El 


“ Gak sekalian bawa Abah Umimu...” tanya  Abah Hasan pada El 


“ Itu nanti aja mbah, El takut mereka kaget dan jantungan melihat kedatangan kami, lebih takutmya bang Al juga kena mental saat tau semuanya “ jawab El santai dan syahdu 


“ Terus tadi kata mbah Umi juga suruh sekolah dulu, kan mbah Abah barusan dalil, untuk saat ini biar El dulu yang silaturrahmi dan ajak anaknya keluar makan aja dulu” jawab El santai tanpa peduli tanggapan kakek neneknya 

__ADS_1


“ Zain muda” cletuk Abah Hasan 


Jihan langsung menatap wajah Zain dengan serius, pasalnya Jihan merasa gak pernah di gitukan sama Zain, karena kemaren langsung to thr poin, dan pikiran Johan langsung tertuju pada Rani masa lalunya Zain yang saat ini masih menjadi penghuni tetep hotel prodio 


“ Enggak enggak sayang... langsung gitu tatapannya “ ucap Zain langsusng peka dan menrik Jihan pada pelukannya 


“ Tarik sis semongko.....” sindir El yang peling gera, kalau lihat abah uminya berbuat uwwu dihadapannya 


Setelah sarapan El langsung siap siap mandi ganti baju tak lupa sholat dhuha dulu dan lanjut ambil 


kontak mobil ponsel dan juga domet dan siap menjemput Heny dengan mengendarai mobilnya


sendiri


“ Mi.... El pergi dulu ya...” pamit El pada Jihan yang ada di ruang tengah sedang ngaji 


“ Udah janjian sama Heny belum...? nanti kegt lagi kalau kamu tiiba tiba datang” ucap Jihan mengingatkan


“ Aman..... Udah dong, rencana kemana saja udah” jawab El santai dan tak lupa mencium tangan Uminya


“ Ya udah hati hati, jangan ngebut bawa anak orang lho El” pesan Jihan sambil mencium pipi El seperti biasa 


“ Iya lho Mi.....” jawab El membalas mencium kening Uminya 


El langsung menuruni anak tangga sehabis mengucapkan salam pada Uminya, 


Setibanya dibawah, El juga pamit sama abahnya yang sedang  ngobrol dengan tamunya di yang sedang sowan ke Ndalem Abah Hasan 


“ Mau berangkat sekarang?” tanya Zain dan El mengangguk 


“ Uang cash ada gak Bah,,,?” tanya El setelah mencium tangan Abahnya 


“ Gak ada tinggal biru selembar nih Bah” jawab El apa adanya 


“ Ya udah nanti narik aja” jawab Zain lagi 


“ Gak cukup untuk beli bensin ini” jawab El dan akhirnya Zain berdiri 


“ Bentar ya pak....” ucap Zain pada tamunya 


“ Monggo lanjut sambil di makan suguhannya” tambah Zain dan berjalan mengambil kunci mobil yang tak jauh darinya 


“ Mari pak” ucap El sopan dan mengikuti Abahnya 


“ Nah.... Ambil sendiri di dashboard mobil abah “ ucap Zain sambil memberi kontak mobilnya 


“ Okey makasih.... Sayang abah...” ucap El lebay dan Zain menggelengkan kepala 


“ Eleh uang masih minta aja udah berani pacaran” saut  Jihan dari belakang 


“ Sayang Umi....” ucap El kembali alay di tambah memberi ciuman pada Jihan 


“ Kalau ada maunya ja gitu.... Sama Abah mana kok gak di cium juga” ucap Zain ngiri 


“ El masih normal bah,” jawab El singkat langsung keluar 

__ADS_1


Karena menurut El dia masih norman dan gak mau mencium sesama cowok, walaupum itu abang maupun Abahnya 


Kini El membuka pintu depan mobil abahnya, dan langsung membuka dashboardnya, masih sama dengan Zain yang dulu yang selalu sedia cash bergepok gepok di dashboard mobilnya, dan mata El sudah berubah menjadi biru yang bersinar terang saat melihat, isi dasboard yang sama seperti isi berangkas 


 El mengambil tidak banyak dan hanya segepok saja uang lembaran merah , setelah itu El kembali menutup dan tak lupa mengunci mobil Abahnya kembali dan lanjuat masuk untuk mengambalikan  kontak mbil abahnya 


“ Udah...?” tanya Jihan saat El masuk 


“ Udah El ambil satu aja” jawab El sambil mengembalikan kunci mobilnya pada Jihan 


“  Satu apa?” tanya Jihan yang faham berangkas suaminya pindah tempat 


“ Hehehehe sayang Umi....” jawab El langsung keluar 


“ Assalamualaikum....” ucap El langsung kabur dengan Jihan dan Zain yang kompak menggelengkan kepalanya 


“ Waalaikumsalam” jawab semua yang ada disana 


El kini langsung mengendari mobilnya keluar dari pekarangan rumah neneknya dengancukup santai dan cool bahkan penampilan El tidak seperti seorang santi gus apa lagi hafidz Qur’an


El kini menggunakan OOTD hoodie dan juga celana boxer jeans warna coklat crem yang membuat penampilannya terlihat tampan dan cool, bahkan Heny sendiri belum pernah lihat lihat penampilan El yang seperti itu, dan mungkim kedatangan EL nanti akan  membuat Heny pangkling karena biasanya hanya melihat El pake sarung kalau enggak seragam sekolah saja


El menyusuri jalan kota KDS yang selama dia kecil menuntut ilmu di sana dan El juga faham seluk beluk daerah sana bahkan hingga jalan tikuspun El juga tau, apa lagi kalau cuman rumah Heny di kasih ancang ancang sekali juga langsung faham 


Sebelum sampai rumah Heny El juga berhenti terlebih dahulu ke salah satu super market untuk membeli buah tangan untuk Heny dan keluarganya


Seteleh itu El lanjut lagi dan lanjut menuju rumah Heny, 


30 menit sudah El mengendarai mobil dan kini El sampai dirumah Heny, yang mana Heny ternyata juga sedang memyiram tanaman tanaman hiasnya serta beberapa sayuran yang di tanam di perakan mini keluarga Heny 


Karena rumah Heny itu berada di bagian lereng gunung yang cukup subur tanahnya, Heny menoleh tat kala melihat mobil El yang baru masuk pekarangan rumahnya denga Heny yang megembangkan senyumnya yang manis teruntuk kekasihnya yang baru datang bertamu 


Heny menghentikan aktifitasnya dan berjalan perlahan menghampiri mobil El 


El yang masih di dalam mobil tersenyum dan langsung membuka pintu mobilnya 


“ Assalamualaikum...” ucap El pada Heny


“ Waalaikumsalam,,,,,” jawab Heny sambil melongo menatap El dari atas sampai bawah


“ Kenapa ada yang salah ya,,,? Apa salah kostum”tamya El sambil memandangi tubuhnya sendiri 


Heny hanya menggelengkan kepalanya dan bahkan gak kedip mwlihat penampilan El yang sangat mengejutkan dirinya 


“ Kenapa sih....?” tanya El jadi bingung sendiri 


“ Kayak  bukan kamu deh beb” ucap Heny tak lepas pandangannya 


“ Lha terus siapa? Berubah jelek ya...?” tanya El hebih sendirin


“ Cool banget, biasanya lho cuman sarungan kalau gak pake seragam, lha ini kenapa jadi cakep begini sih...” ucap Heny ingin sekali mencybit gemas wajah El 


El langsung mengembangkan senyumnya karena terpesona dengan gombalan Heny barusan, dan El  membalas dengan mengelus lembut kepala Heny


“ Kok belum siap siap....?” tanya El 

__ADS_1


“ Kata ayah nanti dulu, Abang di tunggu ayah mau di ajak ngobrol dulu” jawab Heny yang jauh dari ekspetasi El datang langsung pergi   bisa bawa Heny dan tanpa perlu ngobrol lama lama


 


__ADS_2